Terpapar Omicron

Author :

Angka penderita Covid harian di Sulsel terus bertambah. Jika pekan lalu masih pada kisaran 300 - 500 kasus perhari.

Pekan ini rata-rata mencapai 1500 - 1800 kasus harian. Hampir mencapai lima kali lipat. Meskipun belum dicek secara laboratorium dapat diduga bahwa varian yang menyebar ini adalah omicron  yang lebih cepat menyebar tapi tidak terlalu membahayakan.

Cepatnya penularan Omicron juga berdampak pada banyaknya keluarga yang terpapar covid. Jika ada satu orang anggota keluarga yang terpapar maka besar kemungkinan yang lain juga terpapar dalam waktu singkat. Apalagi tinggal dalam satu rumah dengan ventilasi yang kurang memadai. Juga protokol kesehatan seperti memakai masker di dalam rumah tidak disiplin dan ketat dijalankan.

Saya sendiri satu keluarga kena covid. Memang tidak langsung bersamaan. Satu orang dulu yang kena. Lalu kemudian menyebar. Bisa jadi virusnya dibawa oleh siapa saja. Lalu masuk ke tubuh anggota keluarga yang paling lemah. Berkembang kemudian menyebar  ke anggota keluarga lainnya. 

Satu keluarga menghadapi virus covid dapat diibaratkan sebagai rantai. Kekuatan rantai bukan pada mata rantai yang paling kuat, tapi ada pada mata rantai yang paling lemah. Jika mata rantai yg terlemah itu putus maka putuslah rantainya. Jika satu anggota keluarga terkena covid karena kondisi imun yang lemah maka besar kemungkinan yang lain juga kena. Oleh karena itu satu keluarga harus saling menjaga dan memonitor. Jangan sampai ada yang turun imun. 

Juga jangan sampai ada yang membawa virus ke dalam rumah. Anggota keluarga khususnya yang sering beraktivitas  di luar rumah agar menerapkan protokol kesehatan saat masuk ke dalam rumah. Baju diganti, mandi dan lain sebagainya sebelum berinteraksi dengan yang lain. Tujuannya agar virus yang terbawa dari luar tidak menyebar ke anggota keluarga yang lain khususnya yang imunnya lagi turun.

Jika akhirnya sendirian atau sekeluarga terkena covid apa yang harus dilakukan? Langkah awal adalah konsultasi ke dokter secara online atau via telpon. Pastikan apa bisa isolasi mandiri di rumah dan juga obat-obatan apa yang harus dikonsumsi. Dokter akan menganalisis dari gejala yang dirasakan dan juga menanyakan kondisi rumah apa memadai untuk isolasi mandiri. 

Secara umum varian omicron masih bisa dengan isolasi mandiri di rumah karena gejalanya tidak sampai sesak nafas. Tidak butuh tabung oksigen dan ventilator sehingga tidak harus ke rumah sakit. Isolasi bisa juga dilakukan di tempat khusus yang disiapkan pemerintah seperti Asrama Haji Sudiang Makassar. Kami sekeluarga menggunakan fasilitas ini. Obat-obatan tersedia, perawat dan dokter memonitor tiap hari. Tempat tidur nyaman setara hotel bintang tiga, makanan terjamin gizi dan jumlahnya.  Juga bisa beraktivitas olahraga di alam terbuka.

Proses penyembuhan tidak hanya ditentukan oleh lama waktu, tempat isolasi, obat-obatan, gizi dan lain sebagainya. Juga ditentukan oleh kondisi mental dan psikologis pasien. Terpapar covid meskipun varian Omicron yang lebih ringan tetap saja tidak nyaman. Sakit tenggorokan,  pusing dan sakit kepala, dan badan pegal-pegal. Akibatnya sulit tidur dengan nyenyak. Untuk menghadapinya butuh sikap mental yang positif. 

Hal ini bisa dibangun dari pikiran yang positif. Jika akhirnya terpapar covid, berpikirlah positif bahwa ini cara alami untuk mendapatkan antibodi agar badan nantinya kuat menghadapi virus covid. Berpikirlah yang positif bahwa badan juga perlu istirahat. Ibarat kendaraan yang terus-menerus digunakan. Ada masa untuk servis dan masuk bengkel atau turun mesin. Mungkin selama ini badan kita terlalu diporsir sehingga protes dan minta istirahat. 

Pikiran yang positif akan membuat perasaan juga positif. Apalagi jika dikuatkan dengan keyakinan spiritual yang benar. Penyakit adalah cobaan dari Allah dan dapat menjadi penghapus dosa dan penambah pahala. Allah tidak akan membebani apa yang manusia tidak mampu. Jadi yakinlah insya Allah sembuh selama berobat dengan baik.  

Dampak dari itu semua adalah muncul sikap ridha, sabar dan syukur. Ridha yaitu ikhlas menerima segala kondisi tanpa menyalahkan siapapun. Sabar yaitu siap menghadapi segala keadaan meskipun harus menderita tapi yakin akan ada akhirnya. Syukur yaitu tetap dapat melihat anugrah lain dari Allah, fokus pada yang ada bukan yang tidak ada. Meskipun sakit tenggorokan tapi mata masih bisa melihat dengan baik. 

Jika prosedur medis telah dipenuhi disertai sikap mental positif yang dibangun dari pikiran, perasaan dan spiritual yang kuat maka proses penyembuhan akan dapat dihadapi dengan tenang. Insya Allah isolasi selama 7-10 hari akan sembuh kembali. Mari tetap optimis dan semangat.

Previous PostVaksin Booster
Next PostMengelola Perubahan
ARSIP MESSAGE OF THE DIRECTOR