Menghadapi Perubahan

Author :

Wajah dunia telah berubah dari VUCA ke BANI. Itu penjelasan Alex Denni pada acara Change Leadership Training di Kalla. VUCA singkatan dari Volatile, Uncertainty, Complexity, Ambiguity. Menggambarkan dunia yang dinamis, tidak pasti, rumit dan ambigu. Sekarang menjadi BANI yang merupakan ingkatan dari Brittle, Anxious, Non linear, Incomprehensible. Dunia yang rapuh, cemas, tidak bisa ditebak, dan tidak bisa dipahami sepenuhnya.

Rapuh dan tidak bisa ditebak. Lihatlah kondisi ekonomi sekarang. Harga emas yang fluktuatif. Indeks harga saham di bursa efek yang turun drastis. Geopolitik juga tidak menentu. Perdamaian dunia yang rapuh, perang antar negara mudah tersulut. Semua itu menimbulkan kecemasan di masyarakat. Pekerja di PHK, sarjana baru sulit cari kerja. Keamanan kawasan tidak terjamin. Jika perang terjadi, pasti berdampak pada ekonomi.

Bagaimana menghadapi perubahan dengan ciri BANI di atas? Menurut Alex Denni, agar dapat menghadapi perubahan, kita harus selalu mengasah dan memperbaharui tiga hal yaitu mindset, skillset, dan toolset. Ini belajar dari perjalanan peradaban manusia sejak era berburu, bertani, industri, listrik, komputer, internet, hingga artificial intelligence sekarang ini. Pada setiap era selalu ada mindset, skillset, dan toolset.

Pada masa berburu mindset manusia yaitu bangun pagi dan pergi ke hutan. Jika ada yang ke arah utara maka yang lain ke arah berbeda. Skill pada masa berburu yaitu membaca jejak, berlari, memanah, menombak, memanjat. Tool yang digunakan yaitu tombak, panah, dan senjata berburu lainnya. Ukuran keberhasilannya yaitu pulang membawa buruan. Semakin besar dan banyak hasil buruan dianggap semakin hebat. Orientasinya hasil dan diukur tiap hari.

Masuk era bertani. Berawal dari perubahan mindset. Berpikir untuk menanam dan berternak. Dia tidak pergi ke hutan, tapi di depan gua mencoba membajak tanah dan menanam bibit tanaman. Tiga bulan kemudian, saat masa panen, hasilnya luar biasa. Lebih banyak dari hasil mengumpulkan makanan di hutan. 

Para pemburu kaget. Orang-orang pun mulai ikut menanam. Sekitar 90% pemburu pindah profesi menjadi petani. Berubah juga mindset, skillset dan toolset. Orang yang kuat lari tidak lagi dibutuhkan. Bertani butuh orang yang bisa membaca musim. Tombak juga tidak lagi digunakan. Bertani butuh cangkul.

Kita sekarang ada di era industri 4.0 dan mulai masuk 5.0. Era industri 4.0 dipicu oleh internet dan smartphone. Karakteristiknya yaitu digitalisasi. Mindsetnya adalah personalisasi. Setiap orang dilihat sebagai pribadi dengan kemampuan unik. Skillsetnya emosional dan toolsetnya internet. 

Era industri 5.0 pemicunya artificial intelligence. Toolsetnya big data dan machine learning. Mindsetnya prediction. Skillsetnya adversity yaitu ketangguhan dalam menghadapi perubahan.

Pada akhirnya miliki growth mindset yaitu  pola pikir bertumbuh yang adaptif pada perubahan. Terus belajar skill baru agar tetap relevan dengan perkembangan. Jangan bangga dengan skill lama. Kuasai tools yang sedang trend dan jangan alergi apalagi menolak perubahan. Dunia sedang berubah dan terus berubah entah sampai kapan. Terus berusaha dan tawakkal kepada Allah. Semoga bisa menghadapi perubahan.

Previous PostKebangkitan Indonesia
Next PostMengelola Perubahan
ARSIP MESSAGE OF THE DIRECTOR