Hadapi Masalah dengan SETIA

Author :

Tidak ada manusia yang hidupnya tanpa masalah. Hidup menjadi dinamis karena masalah. Mengapa? Masalah memicu dan memacu manusia berpikir untuk mencari solusi problem solving. Lahirnya kreasi dan inovasi berawal dari masalah kehidupan. Hasil berpikir manusia melahirkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Namun ada juga manusia yang gagal mengelola masalah. Masalah membuat hidupnya terbebani dan menjadi stress dan depresi. Coba datang ke Rumah Sakit Jiwa. Di sana akan banyak ditemui orang yang tidak kuat menghadapi masalah kehidupan. Berawal dari stress, menjadi depresi sampai akhirnya sakit jiwa atau gila. Dalam kadar yang ringan juga dijumpai di klinik kejiwaan dan psikologi. Melalui konsultasi, konseling dan konsumsi obat tertentu, banyak yang dapat sembuh dan normal kembali.

Bagaimana agar kita mampu mengelola masalah kehidupan dengan baik? Ada 5 aspek yang harus dikuatkan yaitu spiritual, emosional, teman, inspirasi dan aksi. Disingkat menjadi SETIA.

Spiritual terkait dengan mindset dan keyakinan. Ada beberapa ajaran agama yang dapat dijadikan pegangan. Allah tidak akan membebani seseorang di luar batas kemampuannya. Bersama kesulitan akan ada kemudahan. Segala yang terjadi dalam hidup ada dalam kuasa dan takdir Allah. Bisa jadi sesuatu kita tidak suka padahal itu baik. Allah yang Tahu yang terbaik untuk hamba Nya.

Keyakinan tersebut akan membuat pikiran tetap positif. Tidak terlalu bersedih dengan apa yang telah terjadi karena semua dalam takdir Allah. Juga tidak terlalu khawatir dengan masa depan karena Allah pasti memberikan petunjuk dan jalan keluar setelah melalui kesulitan. Pikiran yang positif akan membuat pesaan jadi positif. Inilah aspek kedua yaitu emosional yang tetap terkendali.

Banyak orang yang stress karena kondisi emosi yang tidak stabil. Misalnya musibah yang menyebabkan kesedihan yang berlarut-larut membuat pikiran juga kalut. Akhirnya depresi dan mengalami gangguan mental dan kejiwaan. Semua bisa dihindari dengan spiritual mindset dan manajemen emosi yang baik.

Aspek ketiga yaitu teman. Beban yang berat akan ringan jika dibagi ke orang lain. Demikian pula dengan masalah, akan menjadi ringan jika dibagi dan ditanggung bersama. Disinilah perlunya teman yang dapat berempati. Menurut ilmu psikologi, seseorang yang menceritakan masalahnya ke teman yang tepat dan direspon dengan empatik, dapat mengurangi beban emosi 50%. Begitu besar dampak teman dalam menghadapi masalah.

Dalam konteks organisasi dan keluarga, jika terjadi masalah hadapi bersama-sama. Jangan saling menyalahkan. Harus saling support dan menguatkan. Fokus pada apa yang salah, bukan siapa yang salah. Solusi akan ketemu dan ikatan antar anggota tim akan semakin kuat.

Selanjutmya aspek keempat yaitu inspirasi. Jika pikiran dan perasaan positif dan didukung oleh tim yang supportif maka akan muncul solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah. Pikiran akan melahirkan ide-ide yang kreatif, inovatif, dan solutif. Itulah inspirasi.

Setelah melalui fase inkubasi masalah yang kadang buntu berkepanjangan, tiba-tiba muncul cahaya ide yang mencerahkan. Temuan para ilmuan yang spektakuler banyak muncul dalam proses berpikir seperti ini. Biasanya inspirasi muncul dari kehidupan sekitar yang dianggap biasa saja. Atau dari eksperimen yang gagal namun menjadi pembelajaran. Bisa juga muncul dari cara berpikir yang tidak linier otak kiri, tapi otak kanan yang acak.

Akhirnya aspek kelima yaitu aksi yang  tepat, cepat dan terkendali. Inspirasi menghasilkan rencana solusi. Hati-hati, solusi tanpa aksi tak akan ada arti. Ungkapannya no action, talk only. Oleh karena itu aksi menjadi pembeda dan kunci. Masalah akan hilang setelah aksi yang terkendali memberikan dampak yang positif.

Semoga kita semua dapat menghadapi masalah kehidupan dengan baik. Kuncinya SETIA yaitu spiritual, emosional, teman, inspirasi dan aksi. Tentu saja jangan lupa selalu berdoa kepada Allah agar diberi kekuatan, kesabaran dan petunjuk. Juga selalu bertawakkal kepada Allah atas segala hal. Selamat mencoba.

Previous PostMenjaga Keutuhan Keluarga
Next PostMengelola Perubahan
ARSIP MESSAGE OF THE DIRECTOR