Produktif dan Bahagia

Author :

Ada 4 tipe karyawan dalam kategori produktif dan bahagia. Tipe 1 yaitu karyawan yang produktif dan bahagia. Inilah tipe yang ideal. Semua karyawan menginginkannya. Perusahaan senang karena karyawannya produktif. Karyawan juga senang karena bekerja dengan bahagia.  

Tipe 2 yaitu karyawan yang produktif tapi tidak bahagia. Ini tipe karyawan yang stressnya tinggi, mekanisme kerja sangat disiplin dan ketat. Karyawan tidak ada waktu untuk bekerja asal-asalan. Pemimpinnya juga sangat tegas dan keras. Karyawan tidak bisa santai bekerja. Bahkan suasana kerja menegangkan. Dampaknya produktif tapi tidak bahagia.

Tipe 3 yaitu tidak produktif tapi bahagia. Biasanya terjadi di tempat kerja yang tidak memiliki tugas dan target yang jelas. Asalkan datang dan pulang tepat waktu, rajin apel pagi dan upacara. Di tempat kerja santai, bisa main game, ngopi, ngobrol dan lain sebagainya. Atasan tidak peduli asalkan tidak membuat masalah. Kadang ini ditemukan pada kantor layanan publik yang digaji oleh negara.

Tipe 4 yaitu karyawan tidak produktif dan tidak bahagia. Ini tipe yang sangat menderita. Pergi ke tempat kerja dalam kondisi terpaksa. Sebenarnya sudah ingin berhenti bekerja. Tapi masih banyak kebutuhan dan utang. Di tempat kerja juga tidak mampu bekerja dengan baik. Mungkin karena kemampuan semakin menurun atau cara kerja yang sudah berubah serba teknologi.

Kadang hal ini dialami oleh karyawan senior yang sudah ingin segera pensiun. Bekerja dalam waktu lama tapi jabatan dan posisi tidak juga naik-naik. Cara kerja sudah menggunakan teknologi yang sulit untuk dikuasai karena faktor umur. Akhirnya asal datang saja tapi tidak bisa bekerja dengan baik.

Tentu kita ingin menjadi karyawan tipe 1 yang produktif dan bahagia. Bagaimana caranya mengubah tipe 2, 3 dan 4 menjadi tipe 1?  Pertama yaitu meningkatkan produktifitas melalui manajemen kinerja yang baik. Caranya terapkan 4 siklus manajemen kinerja secara lengkap. 

Siklus manajemen kinerja yang pertama yaitu perencanaan kinerja berupa target kinerja berupa Key Performance Indocator (KPI) yang definisi dan formulanya jelas, juga targetnya terukur dan menantang. Kedua yaitu secara reguler mereview dan memonitor kinerja. Bisa dilakukan minimal tiap pekan untuk memberikan masukan dan aksi perbaikan. 

Ketiga yaitu unjuk kerja berupa penilaian dan evaluasi tiap semester dan tahunan. Mengevaluasi dua aspek yaitu kinerja dan kompetensi. Keempat yaitu tindak lanjut hasil penilaian kinerja berupa penyesuaian gaji atau bonus, pengembangan karir, dan rencana training & development. Jika keempatnya dapat dijalankan dengan baik maka produktivitas karyawan akan meningkat. 

Kunci kedua yaitu membangun suasana kerja yang membahagiakan. Caranya terapkan total compensation (kompensasi menyeluruh) meliputi 4 jenis yaitu penghasilan yang memuaskan, pengembangan diri yang baik, lingkungan kerja yang kondusif, dan organisasi yang membanggakan. 

Jika sulit memberikan penghasilan yang memuaskan karena kondisi keuangan terbatas maka berikan penjelasan yang transparan sehingga karyawan tetap merasakan keadilan. Juga imbangi dengan pengembangan diri yang baik di mana karyawan tidak hanya bekerja tapi juga belajar di tempat kerja. Tidak harus pelatihan yang berbiaya tinggi. Bisa juga saling berbagi antar karyawan semacam tutor sesama.  

Juga ciptakan lingkungan kerja yang kondusif melalui hubungan antar karyawan dan karyawan dengan atasan yang harmonis, komunikasi yang terbuka, saling percaya dan peduli. Terapkan kepemimpinan yang melayani (servant leadership). Bukan kepemimpinan yang dilayani (bossy leadership). 

Akhirnya ciptakan kebanggaan karyawan terhadap organisasinya. Karyawan bangga karena organisasinya memiliki reputasi dan prestasi. Juga memiliki visi dan misi yang bermanfaat untuk masyarakat dan lingkungan. Sehingga karyawan merasa hidupnya juga bermanfaat. Itulah yang membuat bahagia karena merasakan hidup yang bermakna. Apalagi jika dimaknai bahwa kerja adalah ibadah yang mendapatkan materi dan berpahala sebagai bekal dunia dan akhirat. Selamat mencoba.

Previous PostPukat Harimau PTN
Next PostMengelola Perubahan
ARSIP MESSAGE OF THE DIRECTOR