Menjadi Lebih Baik di Tahun 2024
Hari Ahad 31 Desember pukul 24.00 lalu kita memasuki tahun 2024. Jutaan manusia di berbagai belahan dunia menyambut dengan gembira detik-detik pergantian tahun. Beragam atraksi dan kegiatan diselenggarakan di ruang terbuka dan tertutup. Semuanya gembira dan bahagia telah memasuki tahun baru 2024.
Memasuki tahun baru 2024 semua orang ingin menjadi lebih baik dari tahun 2023. Meskipun kondisi dunia tidak baik-baik saja di tengah perang Rusia - Ukraina yang belum selesai. Lalu perang Israel - Hamas Palestina yang sudah hampir 90 hari. Tentu harapan kita semua tidak pernah hilang. Selalu tumbuh dalam diri spirit tahun ini lebih baik dari tahun lalu. Hari ini lebih baik dari kemarin sebagai individu, keluarga, perusahaan, sekolah, kampus, bahkan negara. Itulah spirit of excellence.
Bagaimana cara meraihnya? Menurut Ust. Nur Ihsan Muhammad, Lc penemu metode Sekejap memahami Al Qur'an, ada 5 kunci agar dapat mencapai yang terbaik. Kelima kunci itu dapat disingkat dalam kata IHSAN yaitu: impian yang besar, hard work, sinergi, aktif berdo'a dan niat yang tulus. Mari kita ulas satu persatu.
Impian itu cita-cita dan harapan yang dikristalisasikan dalam pikiran dan sikap mental. Impian ibarat bintang yang menjadi acuan perjalanan para penjelajah di lautan. Ciri impian ada lima yaitu spesific, measureable, actual, realistic, time limit (SMART). Jelas, terukur, sesuai kondisi, dapat diraih dan berbatas waktu. Contohnya membuat buku tentang manajemen sekolah ala korporasi minimal 200 halaman yang terbit paling lambat bulan Oktober 2024.
Impian tanpa kerja keras adalah mimpi dan hanya jadi bunga tidur. Untuk itu perlu kunci yang kedua yaitu hard work atau kerja keras. Bergerak dari langkah pertama sampai akhir. Sejarah menunjukkan, orang-orang besar yang mampu mewujudkan impiannya semuanya adalah pekerja keras. Mereka bekerja lebih lama dari orang-orang kebanyakan. Kerja keras yang cerdas, terarah dan terencana dengan strategi dan langkah yang efektif, efisien, inovatif dan solutif.
Kunci ketiga yaitu sinergi atau kerja sama. Tidak ada superman, yang ada adalah superteam. Ibarat pertandingan sepak bola, tidak mungkin menang jika hanya satu orang pemain yang aktif. Harus ada 11 orang dengan posisi yang berbeda-beda. Semua dalam satu tim karena memiliki satu tujuan, satu komitmen, satu perasaan senasib sepenanggungan. Saling menopang dan menguatkan (sipatuo-sipatokkong) dan siap bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.
Kerja sama akan tercipta jika antar anggota tim memiliki kepedulian (care), siap berbagi (share), ada leader dan follower, saling terbuka dan percaya (trust) dan siap bekerja sama, bukan sama-sama bekerja. Itulah winning team yang siap meraih kemenangan karena memiliki komitmen dan kompetensi pada setiap anggota timnya.
Impian, kerja keras, sinergi atau kerja sama ternyata belum cukup. Sebagai makhluk yang beriman, manusia meyakini bahwa ada Allah yang Maha Menentukan. Tugas manusia berusaha, Allah yang berkuasa atas segala sesuatu. Untuk itu dibutuhkan kunci keempat yaitu aktif berdo'a, memohon pertolongan dan perkenan Allah. Berdo'a juga merupakan bukti kepasrahan dan tawakkal. Juga menjadi bukti kerendahhatian. Jika berhasil, tidak sombong. Jika gagal tidak putus asa.
Akhirnya segala yang dilakukan harus senantiasa dalam niat yang tulus. Impian yang ingin diraih bukan semata untuk kepentingan pribadi tapi juga untuk kemaslahatan orang lain. Memberi manfaat kepada sesama. Orang-orang besar senantiasa memikirkan orang lain. Bahagia karena membahagiakan orang lain bukan karena mengorbankan orang lain.
Semoga di awal tahun 2024 ini kita dapat meraih yang terbaik dengan spirit IHSAN yaitu impian yang SMART, hard work (kerja keras) yang cerdas, sinergi atau kerja sama, aktif berdo'a dan niat yang tulus untuk kebaikan bersama. Selamat berjuang menjadi lebih baik di tahun 2024.

