REM DAN GAS KEHIDUPAN
Mobil matic yang semakin banyak dipakai di era sekarang, hanya punya dua injakan yaitu gas dan rem. Saat awal belajar naik mobil yang dipelajari adalah kapan menginjak rem dan kapan menginjak gas. Salah menginjak rem atau gas akibatnya bisa fatal. Tabrakan dan kecelakaan bisa terjadi jika terlambat menginjak rem atau terlalu kencang menginjak gas.
Antara rem dan gas mana yang paling penting? Mana yang lebih berbahaya mobil yang gasnya rusak atau yang remnya blong? Ternyata banyak kecelakaan terjadi bukan karena gasnya rusak tapi karena remnya blong.
Demikian pula dengan kehidupan. Begitu berbahaya jika rem kehidupan ini blong. Akibatnya hawa nafsu tidak akan terkendali. Apapun yang diinginkan harus terwujud. Nafsu syahwat, nafsu amarah, nafsu serakah dan nafsu lain yang membahayakan serta menghancurkan kehidupan menjadi penguasa.
Nafsu syahwat yang tidak terkendali maka terjadi perzinahan, pemerkosaan, pelecehan, dan penyimpangan seksual di mana-mana apalagi di era sekarang ini.
Nafsu amarah yang tidak terkendali akibatnya tawuran antar kampung, geng motor, begal sampai pembunuhan terjadi setiap hari. Bahkan dalam tingkat yang lebih luas mengakibatkan perang antar negara sejak zaman dahulu kala.
Nafsu serakah yang dipelihara akibatnya penipuan, penindasan dan cara-cara licik dan manipulatif dilakukan khususnya di bidang bisnis dan politik.
Mengapa banyak suami istri yang bercerai? Karena nafsu syahwat yang tidak terkendali sehingga terjadi perselingkuhan dan perzinahan.
Mengapa KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) dan bullying banyak terjadi? karena nafsu amarah tidak terkendali, hanya karena hal yang sepele memancing kekerasan terjadi.
Mengapa ekonomi rumah tangga kacau balau? Karena nafsu serakah yang tidak terkendali, tidak bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Tergoda oleh iklan dan gengsi meskipun harus terbebani cicilan yang tinggi.
Bagaimana mencegah dan mengatasi itu semua? Perlu pengendalian diri. Menahan nafsu syahwat dan menyalurkannya hanya pada yang halal. Menahan amarah dengan berpikir sebelum bertindak. Menghancurkan keserakahan dengan mendahulukan kebutuhan daripada keinginan serta peduli pada orang lain. Peduli dengan berbagi.
Bulan Ramadhan yang didalamnya setiap orang yang beriman selama 1 bulan berpuasa adalah latihan pengendalian diri. Nafsu syahwat terkendali dengan melarangnya pada yang halal dari fajar sampai magrib.
Nafsu amarah terkendali karena puasa membuat orang tidak mudah marah karena tubuh kurang energi. Orang yang berpuasa dilarang marah karena akan menghapuskan pahala puasanya.
Nafsu serakah pun terkendali karena manusia jadi sadar bahwa kebutuhan perutnya terbatas meskipun telah seharian berpuasa. Kita pun diajurkan berbagi melalui zakat, infak dan shadaqah untuk mengikis keserakahan dan menyuburkan kebersamaan.
Lebih penting lagi pengendalian diri kita bukan karena orang lain tapi karena Allah. Kita tidak berani melakukan berbagai perbuat keji dan kemungkaran karena kita malu pada Allah yang Maha Melihat.
Ibadah puasa melatih kita untuk merasakan kehadiran Allah dalam kehidupan. Inilah pengendalian diri yang paling ampuh. Bukan malu pada orang lain saja. Bukan juga malu pada diri sendiri, tapi malu pada Allah.
Makassar, 22 Maret 2024
Syamril
Rektor Kalla Institute & Direktur Sekolah Islam Athirah

