Financial Wellness

Author :

Pada hari Kamis, 18 September 2025, Kalla mengadakan seminar tentang Financial Wellness untuk karyawan. Seminar ini bertujuan untuk mengedukasi karyawan agar bisa menjadi kaya dan sejahtera. Apa perbedaan kaya dan sejahtera? 

Menurut salah satu narasumber, kaya biasanya terkait dengan sesuatu yang terlihat dan bisa dipamerkan. Mobil, rumah, handphone, liburan, jalan-jalan yang diposting di media sosial. Sedangkan sejahtera biasanya tidak terlihat tapi memberi ketenangan. Cicilan KPR lancar, bisa menolong orang, punya tabungan dan lainnya.

Mana yang lebih penting? Tentu saja sejahtera. Jangan sampai kaya tapi tidak sejahtera karena pengeluaran sangat banyak tidak sesuai dengan pemasukan. Penghasilan besar, pengeluaran lebih besar karena tidak bisa membedakan kebutuhan dan keinginan. Banyak terpengaruh oleh pergaulan. Terjebak sikap hedonisme dan flexing atau pamer.

Apa yang perlu diperhatikan agar dapat mencapai kesejahteraan keuangan? Pertama lakukan Financial Check Up. Ibarat kesehatan tubuh lakukan general check up. Ada tiga kelompok karyawan hasil financial check up yaitu sehat, sehat setelah gajian, dan tidak sehat. 

Ciri-ciri keuangan sehat ada tiga yaitu rasio utang atau cicilan bulanan maksimal 30?ri gaji.  Kedua yaitu mampu menabung setiap bulan minimal 10?ri gaji. Ketiga yaitu jika terjadi kondisi darurat di PHK dan sejenisnya masih mampu bertahan minimal 4 bulan tanpa ada gaji. Jika tidak memenuhi ketiga ciri-ciri tersebut maka masuk kategori kurang sehat atau tidak sehat.

Melihat ciri pertama di atas maka sangat penting bagi seorang karyawan untuk mengatur dengan baik cicilan bulannya agar tidak melebihi 30?ri gaji. Boleh berutang dan mencicil tiap bulan untuk kebutuhan yang sangat penting dan primer.  Contohnya cicilan rumah yang akan menjadi aset dan nilainya terus naik. Bukan kategori biaya tapi investasi. Tapi tetap diperhatikan rasionya maksimal 30?ri gaji agar kebutuhan pokok yang lain terpenuhi dengan baik.

Demikian pula dalam mencicil kendaraan. Jika gaji pas-pasan, jangan paksakan cicil mobil. Motor masih memungkinkan karena cicilan bulanannya masih terjangkau. Apalagi bisa sebagai subtitusi biaya transportasi bulanan. Bisa cicil mobil jika suami istri punya penghasilan, berdua membayar cicilan. Apalagi suami istri ke kantor bersama sambil mengantar anak pergi ke sekolah. Kondisi ini bisa jadi pertimbangan.

Ciri kedua keuangan yang sehat yaitu mampu menabung 10% gaji setiap bulan. Tujuan menabung sebagai dana darurat, dana pendidikan dan dana lainnya. Salah satu dana darurat yang penting yaitu biaya kesehatan jika ada kondisi sakit parah yang tidak dicover BPJS. Juga tabungan untuk pendidikan anak. Apalagi jika bersamaan masuk sekolah pada tingkatan yang berbeda. Akan sangat membebani jika tidak ada dan tabungan.

Ciri ketiga yaitu mampu bertahan minimal 4 bulan tanpa gaji karena PHK. Waktu 4 bulan cukup untuk kembali mencari pekerjaan. Juga mencari penghasilan lain seperti berdagang dan wirausaha lainnya. Dana tabungan berguna saat kondisi darurat seperti ini, sambil menunggu dana pesangon.

Itulah tiga ciri dan pembahasan Financial Wellness atau keuangan karyawan yang sehat. Tidak hanya kaya tapi juga sejahtera karena mampu mengelola pemasukan, pengeluaran dan tabungan dengan baik. Apalagi jika disertai rasa syukur yang tinggi sehingga penggunaan untuk hal yang bermanfaat dan tidak lupa zakat, infak dan sedekah untuk membantu orang lain. Juga rasa sabar untuk tidak menuruti keinginan secara berlebihan.

Previous PostUrban Farming
Next PostMengelola Perubahan
ARSIP MESSAGE OF THE DIRECTOR