Human Development Framework

Author :

Hari Sabtu, 15 November 2025 di Aula BBPMP Sulsel, saya menjadi narasumber Seminar Nasional yang diadakan oleh PGRI Kota Makassar. Tema yang saya bahas adalah meningkatkan mutu guru. Saya menawarkan framework pengembangan mutu guru yang diadopsi dari Six Sygma yaitu DMAIC (Define, Measure, Analise, Improve, Control). Agar mudah diingat dalam bahasa Indonesia disingkat menjadi DUA-PK (ingat AC): Definisikan, Ukur, Analisa, Perbaiki, Kendalikan.

Definisikan terlebih dahulu standar kompetensi guru. Merujuk kepada UU Guru dan Dosen ada 4 jenis kompetensi yaitu personal, profesional, sosial dan pedagogik. Apa indikator perilaku dari tiap kompetensi dan berapa standar minimalnya. Bisa juga ditambahkan kompetensi dasar seperti komputer, Bahasa Inggris, Al Quran dan lainnya sesuai ciri khas lembaga.

Setelah kompetensi dan standarnya terdefinisi, selanjutnya lakukan pengukuran melalui Uji Kompetensi Guru (UKG), Tes Kompetensi Dasar (TKD), Observasi di kelas, penilaian atasan dan lain sebagainya. Hasil pengukuran dibuat dalam bentuk Raport Kompetensi. Dibandingkan antara capaian dan standar maka dapat diperoleh persentase job fit. Selain itu juga dapat dilihat kompetensi apa yang masih dibawah standar.

Langkah selanjutnya yaitu analisa kebutuhan pengembangan. Ada 3 jenis program pengembangan yaitu formal, social, dan experiential learning. Formal learning contohnya pelatihan/training dan self study. Social learning melalui belajar bersama orang lain seperti coaching dan sharing knowledge. Experiential learning yaitu belajar sambil praktik melalui improvement project, magang, dan lainnya.

Seluruh rencana pengembangan dituliskan dalam dokumen Individual Development Plan (IDP) disertai waktu pelaksanaannya. Hal ini penting agar dapat difasilitasi oleh organisasi khususnya oleh bagian SDM dan pimpinan unit kerja. 

Selanjutnya perbaikan yaitu program yang telah disusun dilaksanakan secara mandiri atau bersama-sama. Jika ada program yang sama maka buat kelompok belajar yang difasilitasi oleh lembaga atau MGMP. Jika unik dan khas  bisa dijalankan secara mandiri atau dikirim ikut pelatihan ke tempat lain.

Langkah terakhir yaitu kendalikan atau monitoring secara berkala. IDP harus masuk dalam Key Performance Indicator (KPI) individu. Juga masuk dalam KPI pimpinan sehingga setiap bulan dicek dalam PDCA meeting. Jika ada rencana pengembangan yang belum berjalan sesuai jadwal, dicek apa masalah dan solusinya. Jika solusi itu dijalankan dan berhasil maka program pengembangan akan berjalan sesuai harapan.

Kontrol juga dapat dilihat pada 4 aspek yaitu reaksi, pengetahuan, perilaku, dan dampak. Reaksi terkait respon emosional seperti menyenangkan. Pengetahuan yaitu tambahan pengetahuan yang diperoleh. Perilaku dapat dicek pada keseharian di pekerjaan. Akhirnya apa ada dampaknya pada kinerja individu dan organisasi.

Itulah 4 langkah dalam Human Development Framework. Definisikan, Ukur, Analisa, Perbaiki, Kendalikan (DUA PK). Jika dijalankan dengan konsisten dan berkesinambungan maka pengembangan SDM akan terlaksana dengan baik. Selamat mencoba.

Previous PostPahlawan Soeharto
Next PostMengelola Perubahan
ARSIP MESSAGE OF THE DIRECTOR