Kunci Kejayaan

Author :

Salah satu kitab yang banyak dikaji di pesantren dan masjid sejak 750 tahun yang lalu yaitu Riyadussholihin. Kitab ini ditulis oleh Imam An Nawawi pada tahun 1271. Apa yang membuat Kitab ini bertahan demikian lama? Padahal jika dilihat isinya 'hanya' kumpulan ayat Al Quran dan Hadist yang dihimpun dalam tema tertentu?

Inilah yang dikaji oleh Ust. Muhammad Nuzul Dzikri pada acara Kajian Inspiratif Kalla Jumat 25 Oktober 2025 lalu. Harapannya Kalla dan juga perusahaan lainnya bisa terus berjaya tidak hanya sampai puluhan tahun tapi juga ratusan tahun seperti Kitab Riyadussholihin.

Kunci utama yang menjadi syarat sebuah karya atau lembaga bisa berjaya hingga ratusan tahun yaitu keikhlasan. Itulah yang dimiliki oleh Imam An Nawawi. Ikhlas semata-mata karena Allah. Salah seorang muridnya menceritakan, dia pernah diperintah untuk merendam buku tulisan Imam An Nawawi. Mengapa direndam? Imam An Nawawi merasa tidak ikhlas menulisnya. 

Keikhlasan menjadikan karya yang dibuat sebagai wujud ibadah kepada Allah. Bukan untuk meraih popularitas dan kebesaran nama pribadi. Saat masyarakat menggelari Imam Nawawi dengan muhiddin atau penghidup agama sebagai wujud penghormatan. Beliau tidak terima dan marah dengan gelar tersebut. Itu semata untuk menjaga keikhlasannya.

Kunci kejayaan pengusaha besar kelas dunia bukan semata karena kehebatan tapi juga keberuntungan. Beruntung memiliki tim yang tepat seperti halnya Steve Job dan Steve Wozniak. Keduanya saling melengkapi membangun Apple. Tapi bukan berarti tanpa kerja keras. Dalam surat Ali Imran ayat 200 disebutkan keberuntungan bisa diundang dengan cara sabar, menguatkan kesabaran dan berjaga-jaga di perbatasan, serta ketakwaan. 

Pada sebuah pertandingan, jika tim kuat melawan tim lemah, maka tim lemah bisa menang dengan peluang di atas 60 persen jika ia bermain dengan karakter dan DNA nya. Untuk itu tim harus menemukan DNA dan ciri khasnya. Lalu bertanding dengan ciri khas tersebut. Jangan ikut-ikutan dengan gaya lawan.

Demikian pula dengan perusahaan di Indonesia. Jika ingin terus berjaya maka jangan lupakan DNA, ciri khas dan filosofi perusahaan khas Indonesia. Seperti halnya Kalla Group, para pendiri dan generasi awal telah menanamkan Jalan KALLA. Fondasinya Kerja adalah Ibadah yang didasari oleh iman dan taqwa, integritas dan profesional.

Iman taqwa menjadikan segala aktivitas diniatkan sebagai ibadah. Juga menumbuhkan rasa senantiasa bersama Allah dalam segala aktivitas. Merasakan pengawasan-Nya sehingga berhati-hati dan tidak melanggar aturan agama, pemerintah dan perusahaan. Jika meraih keberhasilan, itu semua anugrah dari Allah sehingga terhindar dari sombong dan bangga diri. Jika gagal juga tidak putus asa. Tetap optimis karena yakin akan pertolongan-Nya.

Integritas ciri utamanya adanya kesesuaian antara pikiran perkataan dan perbuatan. Jujur dan amanah dalam pekerjaan. Tidak akan mengambil yang bukan haknya. Tidak akan korupsi dan fraud. Tidak akan menghalalkan segala cara. Tidak akan memanipulasi data. Tidak akan kompromi dengan pelanggaran. Berani mencegah pelanggaran dan penyimpangan.

Profesional cirinya amanah dan penuh tanggung jawab. Berkomitmen menghasilkan karya terbaik. Bekerja sesuai standar yang ditetapkan. Bekerja berdasarkan kompetensi terbaik. Bekerja dengan ikhlas, antusias, cerdas, seksama dan akurat. Semoga dengan iman dan taqwa, integritas dan profesional kita dapat memiliki kunci untuk meraih kejayaan.

Previous PostLiburan Akhir Tahun
Next PostMengelola Perubahan
ARSIP MESSAGE OF THE DIRECTOR