Mengejar Lailatul Qodar

Author :

Selasa malam 10 Maret 2026 mulai masuk tanggal 21 Ramadhan. Artinya masuk 10 hari terakhir sebagai puncak ibadah. Di malam itu terdapat satu malam yang lebih mulia dari 1000 bulan. Itulah Lailatul Qodar. 

Apa saja langkahnya agar dapat meraih lailatul qodar? Apa saja kebiasaan beliau di 10 malam terakhir? Pertama, menghidupkan malamnya sehingga tidak bisa dibedakan bangun dan tidurnya. Seolah-olah sepanjang malam beliau terjaga terus dalam aktivitas ibadah. 

Rasulullah i'tikaf di masjid. Melepaskan diri dari segala urusan sehari-hari sebagai pemimpin masyarakat. Masuk dalam bilik khusus di masjid melakukan  shalat, zikir dan do'a. Keluar dari biliknya hanya saat urusan pribadi seperti bersuci dan merapihkan diri. 

Itu dilakukan selama 9 atau 10 hari penuh. Sejak masuk malam ke 21 sampai dapat dipastikan di sore hari terakhir Ramadhan sudah tampak hilal.  Berarti besoknya sudah 1 Syawal.

Ibadah utama yang dilakukan di malam hari yaitu shalat malam. Khusus bagi Rasulullah shalat witir menjadi wajib hukumnya sehingga tdk pernah ditinggal oleh beliau baik dalam keadaan mukim ataupun safar atau perjalanan. 

Kedua, Rasulullah membangunkan istri-istrinya. Juga anak dan menantunya untuk beribadah bersama. Jadi ada kebersamaan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Rasulullah lakukan itu sampai beliau meninggal. Setelah itu istri-istrinya melanjutkan kebiasaan tersebut. 

Ketiga yaitu banyak meminta atau berdoa agar diampuni segala dosa. Aisyah secara khusus minta agar diajarkan doa khusus di malam itu. Maka Rasulullah mengajarkannya untuk membaca doa "Allahumma innaka afuwwun tuhibbul afwa fa'fuanni". Artinya wahai Allah yang Maha Pengampun, ampunilah aku.

Mari intensifkan ibadah pada 10 malam terakhir. Jika tidak sanggup penuh 24 jam karena masih harus masuk kerja maka bisa i'tikaf di malam hari. 

Jika itu juga sulit maka bisa datang ke masjid untuk shalat tahajjud berjamaah. Biasanya mulai jam 2 pagi sampai subuh. Jadi sekalian sahur di masjid. Kemudian pagi harinya kembali ke rumah dan masuk kerja lagi. Jika ingin mencoba penuh bisa saat nanti sudah cuti bersama. Bisa ada 3 sampai 5 hari x 24 jam. Selamat mencoba.

Previous PostIkhlas di Era Medsos
ARSIP MESSAGE OF THE DIRECTOR