image

Alhamdulillah, Siswa SMA Islam Athirah 1 Makassar Wakili Sulsel dalam Olimpiade Bahasa Jerman Tingkat Nasional 2021

Siswa SMA Islam Athirah 1 Makassar kembali mengukir prestasi membanggakan. Mereka adalah Muhammad Daffa Tsaqif Naufal dari kelas X MIPA-2 dan A. Afifah Araminta W.Y. dari kelas XI IPS. Keduanya berhasil menjadi finalis bersama 4 finalis lainnya yang akan mewakili Provinsi Sulawesi Selatan pada Babak Final Olimpiade Bahasa Jerman Tingkat Nasional.

Dalam Babak Penyisihan Olimpiade Bahasa Jerman untuk tingkat Provinsi Sulsel yang dilaksanakan pada tanggal 7 dan 13 Januari 2021, Daffa berhasil meraih Peringkat 1 dan Afifah peringkat 2. Sebanyak 70 orang pemenang Babak Penyisihan yang mewakili provinsi masing-masing akan mengikuti Babak Final yang akan dilaksanakan pada hari Kamis, 28 Januari 2021.

Pelaksanaan babak final akan dilaksanakan secara daring dengan menggunakan platform Zoom dan Actionbound. Nantinya, 4 orang pembelajar Bahasa Jerman terbaik dari seluruh Indonesia akan dipilih sebagai pemenangnya. Para pemenang Olimpiade Bahasa Jerman Tingkat Nasional 2021 ini akan mendapatkan hadiah berupa kursus daring Bahasa Jerman untuk remaja dari Goethe-Institut di Munich, Jerman.

Olimpiade Bahasa Jerman Tingkat Nasional 2021 adalah salah satu bentuk kontribusi Goethe-Institut dan Ikatan Guru Bahasa Jerman Indonesia (IGBJI). Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, khususnya pendidikan bahasa di sekolah-sekolah menengah yang mengajarkan Bahasa Jerman di seluruh Indonesia. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan motivasi kepada para peserta didik di SMA, SMK, dan MA se-Indonesia untuk meningkatkan kompetensi berbahasa Jerman mereka.

Kepala SMA Islam Athirah 1 Makassar Tawakkal Kahar, S.Pd., M.Pd. mengapresiasi prestasi dari Daffa dan Afifah serta guru pembina Bahasa Jerman.

“Capaian yang sangat luar biasa, di tengah pandemi dua siswa kita mampu berkompetisi dengan baik yang akhirnya akan menuju ke tingkat nasional. Ini berkat kesungguhan dari guru pembina Bahasa Jerman, Herr Gunawan  yang terus mengasah  dan membimbing siswa-siswa kita yang punya talenta di Bahasa Jerman. Kami tentu akan mengawal segala bentuk program-program pembinaan siswa, baik akademik maupun non akademik agar sifatnya berkelanjutan. Inisiasi kolaborasi yang kita bangun antara guru pembina dan siswa menjadi prioritas sehingga siswa-siswa menjadi bersemangat, gesit, dan menemukan passionnya untuk nyaman dan bahagia mengikuti pembimbingan,” ungkap Tawakkal.

Muhammad Daffa Tsaqif Naufal yang akrab disapa Daffa adalah putra dari Bapak dr. Tommy Rubiyanto dan Ibu dr. Marliyanti Akib. Daffa menyampaikan bahwa persiapan yang dilakukannya pada saat babak penyisihan adalah belajar setiap malam bersama Guru Pembina Bahasa Jerman dan juga belajar bersama dengan teman.

Kesan Daffa dalam mengikuti lomba Olimpiade Bahasa Jerman ini adalah sangat surprised, karena tidak menyangka lomba pertama yang diikuti dalam Bidang Bahasa Jerman ini berhasil meraih peringkat 1 dan langsung lolos ke tingkat nasional. Daffa yang dihubungi melalui pesan WhatsApp juga mengungkapkan motivasinya dalam mempelajari Bahasa Jerman.

“Sejak kecil saya sudah sangat menggemari dan menyukai segala hal tentang Jerman. Mulai dari musik, negara, bahasa sampai ke sejarah Negara Jerman. Para tokoh yang selalu memberikan motivasi ke saya untuk mempelajari Bahasa Jerman adalah Beethoven, Einstein, Bismarck, dan Hitler. Karena merekalah saya mulai mempelajari Bahasa Jerman sebagai mapel bahasa pilihan sejak kelas 7,” ungkap Daffa.

Afifah, sapaan akrab dari A. Afifah Araminta W.Y adalah putri dari Bapak A. Ahmad Yani dan Ibu Heriyanti. Sejak SMP Afifah sudah berprestasi di bidang Bahasa Jerman, yaitu sebagai Best Student in deutsch

Persiapan yang dilakukan Afifah ketika mengikuti babak penyisihan Lomba Olimpiade Bahasa Jerman adalah dengan latihan setiap hari (hari kerja), shalat serta berdo’a kepada Allah SWT. Kesan Afifah pada saat babak penyisihan adalah dapat mempelajari Bahasa  Jerman lebih dalam dan membuatnya lebih disiplin dalam membagi waktu sehari-hari. Kemudian jiwa kompetitif dan sportivitasnya semakin meningkat. Afifah juga mengungkapkan motivasinya dalam mempelajari Bahasa Jerman serta mengikuti Lomba Bahasa Jerman.

“Motivasi saya dalam mempelajari Bahasa Jerman adalah saya sangat tertarik dengan mempelajari bahasa dan budaya internasional selain budaya sendiri yaitu budaya indonesia. Di samping itu saya berkeinginan untuk melanjutkan sekolah di salah satu universitas di Jerman. Selain itu, Jerman adalah merupakan pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sejak dahulu. Dengan mengetahui Bahasa Jerman dapat memperluas wawasan pengetahuan saya. Untuk lomba, motivasi saya adalah tentunya menambah pengalaman dan juga untuk menjadi motivasi pribadi  dalam mempelajari Bahasa Jerman dengan lebih intensif. Saya juga berharap dapat memperluas jaringan yang tentunya akan sangat berguna di masa yang akan datang,”ungkap Afifah.

Guru pembina Bahasa Jerman, B.J. Gunawan, S.Pd., M.Pd. yang akrab disapa Herr Gun, menyampaikan bahwa prestasi yang diperoleh Daffa dan Afifah salah satunya berasal dari motivasi terbesar keduanya untuk kuliah di Jerman.

“Alhamdulillah tahun ini siswa SMA Islam Athirah kembali bisa maju ke nasional setelah 3 tahun berturut-turut absen. Ini karena keseriusan siswa untuk berprestasi dan motivasi terbesar mereka adalah kuliah di Jerman kelak. Semoga di ajang nasional kami targetkan bisa masuk 5 besar. Persiapan untuk lomba final telah kami lakukan kembali secara intens,” harap Herr Gun.

Kepala Dinas Pendidikan Prov. Sulawesi Selatan juga secara khusus memberikan ucapan selamat dan sukses kepada 6 finalis perwakilan Provinsi Sulsel yang akan mengikuti Lomba Olimpiade Bahasa Jerman Tingkat Nasional 2021. Semoga diberikan hasil yang terbaik.  

 

Penulis : Yusminiwati (Tim Humas SMA Islam Athirah 1 Makassar)
Previous PostMenyelamatkan Nasib Anak-Anak Pekerja Migran Indonesia, Sabah Bridge Bangun Kerjasama dengan SMA Islam Athirah Bone
Next PostAjarkan Siswa Tentang Karakter dan Kemandirian, SD Islam Athirah 2 Makassar Aktifkan Kembali Ekstrakurikuler Pramuka Secara Online