image

Menyelamatkan Nasib Anak-Anak Pekerja Migran Indonesia, Sabah Bridge Bangun Kerjasama dengan SMA Islam Athirah Bone

Tahun ajaran 2020/2021 lalu, SMA Islam Athirah Bone melakukan kerjasama dengan Sabah Bridge, salah satu yayasan pendidikan yang memiliki tekad untuk mengantarkan impian anak-anak migran Indonesia di Sabah Malaysia bersekolah di negerinya untuk masa depan Indonesia.

Ahad (17/01/2021) lalu, SMA Islam Athirah Bone menerima kunjungan Sabah Bridge dalam rangka bersilaturahmi dan melihat situasi sekolah mitra. Perwakilan Sabah Bridge diwakili oleh Aris Prima, selaku Pendiri Yayasan Sabah Bridge, beserta 4 mahasiswa yang juga mendapatkan bantuan beasiswa Sabah Bridge yang saat ini menuntu ilmu di beberapa universitas terbaik di Indonesia. Pada kunjungan ini, pihak Sabah Bridge dan SMA Islam Athirah Bone kembali memperkuat kerjasama untuk tahun ajaran 2021/2022.

Aris Prima selaku perwakilan Sabah Bridge mengucapkan rasa terima kasih kepada pihak SMA Islam Athirah Bone yang bersedia menjadi salah satu sekolah mitra di Sulawesi Selatan untuk membantu anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang ada di Sabah agar mendapatkan pendidikan yang layak di Indonesia.

Ada sekitar 1400an anak lulusan SMP tiap tahunnya yang harus kita bantu untuk dapat melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya. Namun saat ini Sabah Bridge baru bisa membantu sekita 600an orang. Masih ada PR 800an anak nih pak yang harus kita selesaikan” jelas Aris saat berdiskusi dengan Syamsul Bahri, S.Pd.I, Wakil Direktur Sekolah Islam Athirah Wilayah 3.

Kondisi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berada di Sabah menurut Aris Prima memang sangat miris. Banyak diantara mereka putus sekolah dan memilih menikah muda, atau bekerja di ladang sawit membantu orangtua. Kondisi ini disebabkan tidak terfasilitasinya layanan pendidikan mereka karena masalah dokumen orangtua yang domisilinya tidak menetap.

 Dari kerjasama SMA Islam Athirah Bone dengan pihak Sabah Bridge sejak tahun lalu, saat ini, ada 2 orang yang berstatus siswa di SMA Islam Athirah Bone. Mereka adalah Moh. Nizam dan Andi Arum yang duduk di bangku kelas X IPS Al Alim. Saat ditemui, keduanya mengaku sangat bersyukur bisa sampai di Indonesia dan melanjutkan studi di negerinya sendiri.

Saya memang bertekad untuk pulang ke Indonesia, karena kalau masih disana (Sabah), bakal gak sekolah. Paling ikut ambil sawit, padahal resiko dan bahayanya besar kalau di ladang.” terang Andi Arum.

Kami kembali ke Indonesia supaya bisa dapat pendidikan bagus. Kalau sudah sukses, nanti kami mau bawa pulang orangtua dan keluarga disana ke Indonesia. Kasian kalau mereka disana terus. Akses rumah sakit jauh, jadi kalau sakit atau terluka parah pada saat kecelakaan kerja di kebun, itu bisa mati di perjalanan”, tambah Moh. Nizam.

Di akhir kunjungan, Aris Prima berharap kerjasama ini bisa berlanjut agar bisa membantu anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) melanjutkan pendidikan yang lebih baik. “Disini (SMA Islam Athirah Bone), kami memang terima beasiswa sekitar 40an orang per tahun. Semoga Sabah Bridge bisa membantu mencarikan siswa terbaik untuk kami beasiswakan” tutup Syamsul Bahri, S.Pd.I, Wakil Direktur Sekolah Islam Athirah Wilayah 3 sekaligus yang menjabat sebagai Kepala SMA Islam Athirah Bone.

 

 

 

 

 

Previous PostApel Pagi, Warga Athirah Bone Sambut Dua Siswa dari Negeri Jiran
Next PostAlhamdulillah, Siswa SMA Islam Athirah 1 Makassar Wakili Sulsel dalam Olimpiade Bahasa Jerman Tingkat Nasional 2021