image

Apel Pagi, Warga Athirah Bone Sambut Dua Siswa dari Negeri Jiran

Bone, Athirah Web. Ada yang berbeda dalam pelaksanaan Apel Pagi SMP-SMA Islam Athirah Bone di hari Senin (17/1) yang digelar virtual di awal semester genap. Saat itu Sekolah Islam Athirah Bone secara resmi memperkenalkan dua siswa dari Sabah, Malaysia. Andi Arum dan Muh. Nizam kepada segenap warga Athirah Bone.


Keduanya, yang merupakan putra Indonesia namun menetap di Negeri Jiran berbagi kisah perjalanan dari Sabah hingga akhirnya tiba di Bone untuk menuntut ilmu dan mewujudkan cita-citanya. Suka-duka selama di rantau dan cerita hingga difasilitasi oleh Sabah Bridge untuk meraih beasiswa di Athirah Bone tak luput untuk disampaikan kepada segenap peserta.
Arum (15) dan Nizam (17)  adalah dua siswa CLC (Community Learning Centre) di Malaysia yang beruntung mendapatkan kesempatan meraih pendidikan berkualitas di Sekolah Islam Athirah Bone setelah lulus tes seleksi  beasiswa pendidikan dari Yayasan Hadji Kalla melalui bantuan Beswan Sabah Bridge, sebuah yayasan Pendidikan yang berupaya agar anak-anak imigran Indonesia bisa bersekolah di negerinya sendiri.
Nizam dan Arum yang orang tuanya adalah buruh sawit menyimpan harapan besar untuk dapat kembali ke Indonesia dan mewujudkan cita-cita mereka.  Masing-masing berkeinginan yang sama, yaitu dapat bersekolah dan melanjutkan ke perguruan tinggi negeri di Indonesia. Setelah sukses, mereka ingin memulangkan orang tua dan keluarga agar bisa berkumpul di Indonesia.
“Saya berharap bisa kuliah di PTN terbaik, jadi PNS dan membanggakan orang tua,” Ujar Andi Arum dengan wajah tersipu.
Muh. Nizam sendiri yang kelahiran Sabah, meski orang tuanya dari Bone mengaku ingin menjadi Polisi. “Kalau saya ingin sukses menjadi polisi, pak. Itu cita-cita saya. Selain itu kami berdua berharap bisa memulangkan orang tua agar bekerja dan menetap saja di Indonesia,” Ujar Nizam sambil sesekali membenahi peci yang digunakannya.
Selama di Bone, keduanya akan menetap di Asrama SMP-SMA Islam Athirah Bone dan mengikuti proses pembelajaran secara daring sebagaimana kebijakan sekolah saat pandemi. Keduanya sangat bersyukur bisa mendapatkan beasiswa repatriasi 2020 Sabah Bridge dan NKRI TAWAU. Selain itu, keduanya juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dalam hal ini Dinas Provinsi Sulawesi Selatan serta Sekolah Islam Athirah.
(Muh.Nurholis_Athirah Web)



Previous PostGuru dan Karyawan SMP Islam Athirah 1 Makassar Gelar Doa Bersama (Duka Mereka, Duka Kita Semua)
Next PostMenyelamatkan Nasib Anak-Anak Pekerja Migran Indonesia, Sabah Bridge Bangun Kerjasama dengan SMA Islam Athirah Bone