Pendidikan Karakter Selama Masa Pandemi
Selama masa
pandemi ada banyak hal berbeda yang mulai dirasakan oleh semua orang dan dari
semua kalangan, mulai dari pejabat, buruh, petani, pedagang, bahkan sampai
siswa maupun guru merasakan dampak yang luar biasa sebagai efek dari musibah
virus yang menimpa negeri ini.
Tuntutan baru
yang dirasakan terutama untuk guru dan siswa adalah melakukan proses
pembelajaran sekalipun via daring, yang mana hal ini menuntut komunikasi
dan kerjasama yang lebih intens antara guru orang tua dan juga siswa,
antara pendidikan formal (sekolah) dan pendidikan informal (rumah).
Jika pada
umumnya anak anak sekolah pada masa pandemi mereka harus mengikuti pembelajaran
via daring, maka lain lagi hal yang dirasakan anak anak yang selama menempuh
pendidikan mereka berkumpul dan tinggal di suatu tempat (asrama).
Kita telah
mengetahui bahwa di dalam asrama ada banyak hal yang di ajarkan kepada peserta
didik, mulai dari pendidikan umum, pendidikan agama dan paling utama pembinaan
karakter anak yang berasrama. Melihat permasalahan ini Ahmad Nafi selaku kepala
boarding school Athirah bukit Baruga, berinisiatif membuat link kontrol yang
bertujuan mengontrol setiap hari kebiasaan kebiasaan positif yang selama ini di
ajarkan di asrama, mulai dari kesadaran sholat berjamaah, shalat sunnah rawatib
dan shalat malam, tahsin dan tahfidz,
bahkan juga mengecek hal apa saja yang dilakukan oleh anak dirumah terkait
dengan pekerjaan membantu orang tua.
Menurut beliau
link kontrol kegiatan harian ini di harapkan selain dapat mengajarkan peserta
didik untuk tetap konsisten melaksanakan kebiasaan kebiasaan baik selama masa
LFH ini, link kontrol yang di buat juga bisa membuat peserta didik merasa bahwa
dirinya tetap di kontrol dan diperhatikan oleh musyrif/musyrifah nya sekalipun
tidak berada bersama mereka di rumah.
Kemudian
sebagai tindak lanjut dari link kontrol harian yang telah dibuat setiap
musyrif/musyrifah dituntut untuk melaporkan setiap bulan bagaimana perkembangan
anak selama bulan tersebut.
Jika ditemukan ada hal hal yang kurang, maka diadakanlah komunikasi dengan orang tua siswa yang bersangkutan untuk bekerjasama mengingatkan dan membimbing ananda dirumah, agar kiranya harapan dan cita cita orang tua yang ingin melihat anaknya tumbuh menjadi orang sukses namun tetap memilki karakter yang mulia sesuai tuntunan Islam akan tercapai. Amin ya rabbal a'lamin.
Penulis: Musyarifah

