Refleksi WFH dan LFH TK Islam Athirah 1 Makassar
Infeksi virus corona yang disebut dengan COVID-19 (Corona Virus
Disease 2019) pertama kali ditemukan
pada akhir Desember 2019 di kota Wuhan, China. Virus ini menular dengan sangat
cepat dan telah menyebar ke hampir semua negara di dunia termasuk Indonesia.
Indonesia pertama kali mengkonfirmasi kasus Covid-19 pada Senin 2 Maret 2020.
Saat itu presiden Jokowi Widodo mengumumkan ada dua kasus orang Indonesia
terjangkit virus Corona yakni perempuan berusia 31 tahun dan 64 tahun.
Virus ini adalah virus mematikan dan penularannya sangat cepat, oleh
karena itu demi memutus rantai penularannya maka beberapa negara memberlakukan
Lockdown, Social Distancing dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Untuk
Indonesia sendiri awalnya menerapkan
Social Distancing, namun dianggap kurang berhasil maka beberapa daerah
memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Kasus positif di Indonesia semakin hari semakin banyak maka pada akhirnya
pemerintah memutuskan agar sekolah, kantor, pusat perbelanjaan, tempat ibadah
dan fasilitas umum lainnya untuk ditutup sementara. Pada pertengahan bulan
Maret sekolah pada umumnya ditutup dan diliburkan selama 14 hari, namun karena
penyebaran virus ini tidak menunjukkan adanya penurunan maka libur sekolah pun
diperpanjang sampai saat ini dan dalam jangka yang tidak ditentukan.
Sekolah Islam Athirah mulai tutup pada tanggal 16 Maret 2020, di
situlah anak didik mulai belajar dari rumah melalui pembelajaran online
menggunakan aplikasi Zoom, Google meet dan melalui WA. Guru dan semua stakeholder
juga bekerja dari rumah. Pembelajaran dari rumah disebut dengan Learn From Home
(LFH), dan bekerja dari rumah disebut dengan Work From Home (WFH). Guru
benar-benar ditantang untuk menggunakan teknologi sehingga media pembelajaran yang
diberikan tidak membosankan dan membuat anak didik tertarik untuk mengikutinya.
Guru TK Islam Athirah 1 merancang materi pembelajaran setiap hari
dengan kualitas yang baik dan tidak merepotkan orang tua, karena kita ketahui
bahwa anak didik TK belajar dari rumah dengan pendampingan full dari orang
tuanya. Setiap hari guru mengirimkan materi pembelajaran kepada orang tua murid
untuk disampaikan kepada anaknya, namun seiring berjalannya waktu beberapa
orang tua mengeluh dengan keterbatasannya dalam menyampaikan materi dan dalam
menangani anaknya di rumah. Berdasarkan hal tersebut maka dikeluarkanlah survey
tanggapan orang tua murid terhadap LFH yang telah dilakukan. Dari respon orang
tua maka diadakanlah refleksi bagaimana memberikan pelayanan anak yang tidak
terlalu merepotkan orang tua. Untuk TK Islam Athirah 1 mengambil keputusan dengan
mengurangi materi pembelajaran, menggunakan media yang mudah dijangkau, dan
memberikan layanan pendidikan melalui aplikasi Google meet, Zoom dan WA serta
mengirimkan rekaman video tentang materi yang diajarkan.
Khusus untuk pembelajaran tahzin yaitu mengaji metode UMMI guru
membimbing anak-anak melalui aplikasi google meet setiap hari selama 60 menit.
Untuk tahfidz guru mengirimkan rekaman video 2 ayat dalam sehari untuk
dihafalkan anak-anak dan bentuk pelaporannya adalah note voice. Sedangkan
materi yang menjadi topik pembahasan dikemas dalam bentuk video pembelajaran
yang dibuat oleh guru.
Meskipun belajar dari rumah, pembiasaan anak-anakpun terpantau oleh
guru, seperti shalat Dhuha, dan pembentukan karakter yang dikenal dengan
character log. Setiap hari orang tua mengirimkan foto maupun video sebagai
bentuk pelaporan kepada guru.
Sampai pada bulan Ramadhan pandemi covid-19 belum juga menunjukkan
penurunan signifikan sehingga LFH masih diperpanjang. LFH pada bulan Ramadhan
diisi dengan materi amalan-amalan bulan Ramadhan yang dikemas dengan kegiatan
Athirah Jelajah Ramadhan. Meskipun suasana puasa, guru tetap semangat
memberikan layanan kepada anak didiknya, membuat video pembelajaran tentang
materi Ramadhan dan melakukan pembelajaran online. Amaliyah ramadhan yang
dilakukan anak didik di rumah terkontrol melalui Link daftar hadir selama bulan
Ramadhan. Antusias anak didik sangat
memuaskan dalam mengikuti kegiatan Athirah Jelajah Ramdhan, hal ini ditunjukkan
pada respon kehadiran pada link daftar hadir anak yang terkirim setiap harinya.

