AKREDITASI “A” UNGGUL SMA ISLAM ATHIRAH 1 MAKASSAR
Diskursus sekolah negeri dan swasta hampir tidak bisa dibedakan
dalam hal kesamaan kedudukan karena
sekolah tersebut sangat ditentukan oleh akreditasi yang dicapai. Tentunya
sama-sama bermuara pada pencapaian 8 standar nasional pendidikan yaitu Standar kompetensi lulusan, Standar isi,
Standar pendidik dan tenaga kependidikan, Standar proses, Standar sarana dan
prasaran, Standar pembiayaan, Standar pengelolaan, Standar penilaian
pendidikan. Walaupun dalam pemenuhan standar nasional pendidikan diperlukan
sumber daya besar, namun hampir setiap sekolah baik negeri apalagi sekolah
swasta berlomba-lomba memperbaiki diri secara internal dan eksternal.
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Nasional merancang sekolah-sekolah yang belum mampu
memenuhi standar nasional pendidikan dengan menetapkan Standar Pelayanan
Minimal (SPM) sebagai kerangka dasar tahapan awal untuk mencapai SNP dan
standar lainnya. SPM inilah yang menjadi tolok ukur kinerja pelayanan
pendidikan dan memastikan bahwa setiap sekolah dapat menyelenggarakan proses
pembelajaran dengan baik. Minimal ada dua hal pokok yang diukur dalam SPM
yaitu: 1)Apa yang tersedia di sekolah seperti kepala sekolah, guru, tenaga
kependidikan, sarana prasaran dan media lainnya., 2)Apa yang harus terjadi di
sekolah misalnya guru punya RPP dalam mengajar, Kepala sekolah melakukan
supervisi, pemenuhan jam belajar, dan lainnya.
Namun yang menarik di sekolah swasta adalah selain berpacu untuk
pemenuhan akreditasi yang sama dilakukan di sekolah negeri, ia juga punya
standar manajemen internal dalam pencapaian target sekolahnya. Inilah yang
menjadi pembeda dengan sekolah negeri, bahkan juga pembeda dengan sesama
sekolah swasta dalam menjalani standar proses, standar isi, dan standar
lainnya.
SMA Islam Athirah 1 Makassar merupakan salah satu unit sekolah dibawah
naungan Yayasan Hadji Kalla terus mempertahankan bahkan bergerak maju dalam
pencapaian 8 standar nasional pendidikan, berkat perjuangan tim kerja yang
hebat dan dukungan stakeholder, akhirnya sekolah ini selalu memperoleh
akreditasi dengan nilai A Unggul setiap di akreditasi oleh Badan Akreditasi
Nasional Sekolah. Selain perolehan nilai “A” Unggul, sekolah ini punya
manajemen satu payung manajemen sekolah Islam Athirah sehingga ia mampu terus
tumbuh dan berkembang dengan baik.
Untuk mempertahankan pencapaian 8 standar nasional pendidikan di setiap tahunnya dan pengelolan manajemen berbasis Athirah, maka telah dirancang beberapa program dengan proyeksi yang berkelanjutan dengan pancapaian-pencapaian target yang terukur dan terstruktur dan disusun pada saat pelaksanaan rapat kerja awal tahun pelajaran, yaitu:
1. Standar Kompetensi Lulusan
Untuk mewujudkan
harapan anak dan orang tua menyekolahkan anaknya di sekolah ini, maka orang tua
diberi jaminan bahwa ketika anaknya lulus ia mampu menjadi alumni sesuai
jaminan mutu tersebut. Tentunya untuk pencapaian hal tersebut dibutuhkan 2 hal
yang mendasar memanajemen jaminan mutu, yaitu a)memusatkan perhatian pada orang
tua dan siswa sebagai konsumen, b)Aktif bersama semua unsur dalam sekolah,
yaitu kepala sekolah, guru, siswa, dan yang tidak kalah pentingnya adalah orang
tua dalam pengawalan anak belajar saat di rumah. Menguatkan hal tersebut, maka
dibuatkan kotrak kerjasama sekolah dan orang tua yang isinya apa yang dilakukan
sekolah dan apa yang semestinya dilakukan orang tua di rumah.
2. Standar Isi
Sebagai sekolah
menengah atas yang berciri Islam, maka harapan besarnya adalah siswa memahami dan
mampu mengimplementasikan berciri Islam tersebut. Mendukung hal tersebut maka
ditetapkan program literasi Alqur’an dengan Tahfids, Tahsin, dan Tadabbur
Al-Qur’an untuk perwujudan program pengembangan genarasi Qur’ani.
3. Standar Proses
Mengkombinasikan perangkat pengajararan yang telah
ditetapkan pemerintah dengan perangkat pengajaran ciri khas Athirah, maka
ditetapkan perangkat pengajaran yang berbasis holistic yang diberi nama Athirah
Integralistik Holistik Educational System (AIHES) yang digunakan dalam poses pembelajaran.
4. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Mewujudkan SDM
pendidik dan tenaga kependidikan yang unggul dan professional, maka di sekolah
ini telah dilakukan pengembangan yang berkelanjutan dan terukur mulai dari
pemenuhan pegawai melalui recruitment dengan seleksi yang ketat. Setelah itu
tentu ditindak lanjuti dengan pengembagan kompetensi guru melalui pelatihan,
workshop, dan tutor sebaya. Tidak hanya profesionalnya menjadi titik
pengembangan, tetapi juga unsur kepedulian dan komitmen diri untuk berkembang
dengan baik melalui kegiatan sosial berbagi ke sesama yang membutuhkan dengan
scenario secara berkelompok. Kegiatan-kegiatan ini juga diperkuat dengan KALLA
Value sebagai tolok ukur gerakan.
5. Standar Sarana dan Prasarana
Komitmen Yayasan
Hadji Kalla dalam pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah terus
diadakan sehingga mampu mendukung proses penyelenggaran pendidikan yang baik
dan berkelanjutan.
6. Standar pengelolaan
Ciri utama sekolah yang baik adalah ketika ia mampu menghadirkan
penilaian kinerja yang adil dan objektif, mewujudkan hal itu maka diberlakukan
manajemen kinerja dengan balance scorecard (BSC). Khusus mengukur kepemimpinan
kepala sekolah dan wakil kepala sekolah maka dilakukan Servant Leadership,
sehingga terpastikan manajemen pimpinan mampu membahagiakan tim agar tim dapat
bekerja dengan hati yang senang, karena hati yang senanglah yang mampu
mengantarkan siswa menjadi senang juga mengikuti pembelajaran dengan baik.
Berbagai kegiatan mendukung
standar pengelolaan tersebut yaitu: 1)Ekstrakurikuler dan kokurikuler,
2)Character log, 3)pengembangan organisatoris dan kepemimpinan siswa lewat OSIS
dan MPK, 4)Implementasi Karya Tulis Ilmiah sebagai syarat mengikuti UTBK,
5)Layanan pendidikan inklusi sehinga terpastikan siswa memperoleh layanan
pembelajaran yang manusiawi.
7. Standar pembiayaan
Dalam mengatur
komponen dan besarnya biaya operasional selama satu tahun, maka ditetapkan
Rencana Kegiatan dan Anggaran (RKA) sebagai biaya operasi pendidikan di SMA.
Biaya operasional ini adalah bagian dari dana pendidikan yang diperlukan berasal
dari Yayasan Hadji Kalla untuk biaya operasi SMA Islam Athirah 1 agar kegiatan pendidikan tetap sesuai dengan
standar nasional pendidikan yang dapat
berlangsung secara teratur dan berkelanjutan.
8. Standar Penilaian
Telah ditetapkan
secara tepola dalam melakukan standar penilaian selama setahun. Hal ini penting
karena standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang
berkaitan dengan mekanisme, prosedur, dan instrument penilaian hasil belajar
siswa. Beberapa penilaian hasil belajar siswa yang dilakukan secara berkesinambungan
untuk memantau proses, kemajuan , dan perbaikan
hasil dalam bentuk Penilaian
Harian (PH), Penilaian Tengah Semester (PTS), Penilaian Akhir Semester (PAS).
Dengan 8 standar nasional pendidikan dilengkapi dengan manajemen khas Athirah, maka harapannya SMA Islam Athirah 1 Makassar tetap menjadi sekolah yang mampu menghadirkan sekolah yang Anggun dalam mutu dan prestasi, unggul dalam mutu dan prestasi, serta cerdas dalam sains dan teknologi.
Penulis : Tawakkal Kahar, S.Pd., M.Pd.

