image

Sukseskan Program Pengelolaan Sampah Kota Makassar, Kepala Departemen Sarana dan Lingkungan Athirah Turun Langsung Beri Edukasi Kepada Siswa Boarding Athirah Bukit Baruga

Klik untuk mendengarkan isi berita dalam Bahasa Indonesia.

MAKASSAR — Dalam rangka mendukung program strategis Pemerintah Kota Makassar terkait pengelolaan sampah terpadu, Sekolah Islam Athirah mengambil langkah proaktif. Kepala Departemen Sarana dan Lingkungan Sekolah Islam Athirah turun langsung ke lapangan untuk memberikan edukasi mengenai tata kelola sampah kepada para siswa Boarding Athirah Bukit Baruga, Kamis (6/8/2026).

Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Sekolah Islam Athirah dalam program khas athirah yaitu Culture Activation Program (CAP) yang bersinergi dengan program pemerintah kota makassar untuk menanggulangi persoalan lingkungan, khususnya terkait volume sampah perkotaan yang terus meningkat.

Dalam pemaparannya Kepala Departemen Sarana dan Lingkungan Sekolah Islam Athirah Imelda Makkuassang, S.S, menekankan pentingnya penerapan prinsip 3R Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), dan Recycle (mendaur ulang), sebagai langkah sederhana yang berdampak besar dalam menekan volume timbulan sampah di perkotaan.

Selain itu, para siswa juga diberikan pemahaman pentingnya kepatuhan terhadap tata tertib pembuangan limbah pada wadah yang sesuai klasifikasinya, seperti sampah organic, sampah anorganik, sampah residu dan sampah B3. Dan siswa juga diajak berkomitmen menjaga kebersihan di berbagai area asrama, mulai dari dalam kamar, kantin, mushallah hingga area umum asrama.

Salah seorang siswa mengaku memperoleh banyak wawasan baru mengenai pentingnya pengelolaan dan mengklasifikasikan jenis sampah.

"Materi yang ibu berikan tadi sangat bermanfaat buat kami, dan kami menjadi paham dan bisa mengklasifikasikan jenis sampah mana yang organik, anorganik, residu dan sampah B3. Kami juga akan lebih disiplin membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan seluruh area asrama," ungkap Zafwan.

Ke depannya, Boarding Athirah Bukit Baruga berharap program edukasi dan pendampingan semacam ini tidak hanya berhenti di unit Boarding saja, melainkan dapat diperluas ke seluruh sekolah berasrama. Dengan demikian, sekolah berasrama dapat menjadi pelopor ekosistem pendidikan yang berwawasan lingkungan (eco-school) terdepan di Kota Makassar.

Previous PostLincah Berolahraga, Tajam Berargumen: Amilia Shahia Laily Sabet Gelar Best Speaker I Lomba Debat Provinsi