image

Inovasi Kuliner Modern Berbasis Kearifan Lokal oleh Dua Siswi SMA Islam Athirah Bone

Pandemi Covid 19 tak menjadi penghalang bagi kedua siswi asal SMA Islam Athirah Bone untuk terus berinovasi dalam berbagai aspek. Salah satu terobosan baru yang  diluncurkan oleh viola finanda & khusnul khatimah febrianty  ini yakni DORATENG. Sebuah akulturasi pangan guna mendukung akselerasi industri 4.0.

“melihat fenomena saat ini, kecintaan anak anak milenial terhadap kuliner asing semakin meningkat. Sehingga kami khawatir hal tersebut bisa berdampak pada turunnya eksistensi makanan lokal akibat kuliner asing tersebut. Sehingga kami meluncurkan kuliner pertama di indonesia yang disebut DORATENG. Kami meluncurkan empat varian rasa yakni dorateng original, cokelat, keju, dan gula merah”. Ujar feby.

 Feby juga berharap inovasi ini  dapat bersaing dengan kuliner asing sehingga menciptakan jangkauan pasar yang lebih luas. tentu dengan harga yang terjangkau dengan rasa yang unik dapat menyihir setiap pelanggan yang menikmatinya sehingga siapapun yang berkunjung dikabupaten bone tak akan pulang dengan tangan kosong.

“Inovasi baru ini ditujukan bagi masyarakat sekitar kebupaten bone, pelajar, serta pengunjung dari luar kabupaten bone. Kami juga berusaha untuk dapat membantu para pedagang poteng yang ada dikabupaten bone yang menjadi supplier poteng sebagai bahan dasarnya sehingga UKM Dorateng Jaya tidak hanya mencari keuntungan semata akan tetapi berharap bisa membantu para usaha poteng yang ada di kabupaten bone. .” ujar viola.

Sulkipli HB, S.Pd, seorang guru di Sekolah Islam Athirah berharap hal ini dapat memberikan inspirasi bagi anak muda lainnya untuk terus mengembangkan potensi yang ada pada diri masing masing. Walaupun dalam kondisi pandemi, tapi hal tersebut bukan penghalang untuk senantiasa berinovasi. Senin, (27/9/2021)

Previous PostMeraih Kebersamaan Allah SubhanahuWata’ala (Bagian 2)
Next PostHebat, Guru PJOK SD Islam Athirah 1 Makassar Bawa Pulang Medali Perak dalam Ajang PON XX Papua