“Tilawah From Home Semarakkan 10 hari terakhir Ramadhan Sekolah Islam Athirah Bone”
Dari Aisyah RA, Rasulullah SAW sangat
bersungguh-sungguh (beribadah) pada sepuluh hari terakhir (bulan ramadhan),
melebihi kesungguhan beribadah di selain (malam) tersebut. (HR. Muslim).
Sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan senantiasa dijadikan momentum untuk meraih pahala sebanyak-banyaknya sebelum bulan penuh berkah ini berakhir. Hal ini pun menjadi dasar Sekolah Islam Athirah Bone melakukan Tilawah From Home yang dilaksanakan selama dua hari yaitu di hari ke-27 dan hari ke-29 Ramadhan. Pada segmen kali ini, terutama Tilawah From Home hari ke-27 Ramadhan terbilang unik karena para qori dan qoriah selain berasal dari guru-guru Alquran, adapula guru-guru pengampu mata pelajaran umum, karyawan, siswa-siswi serta orang tua siswa Sekolah Islam Athirah Bone yang turut dalam kegiatan ini. Adapun Tilawah From Home di hari ke-29 disemarakkan oleh para alumni yang merupakan imam-imam terbaik semasa mereka bersekolah di Sekolah Islam Athirah Bone.
Kegiatan Tilawah From Home baik di hari ke-27
maupun hari ke-29 Ramadhan ini digelar melalui daring dan disiarkan secara live di kanal Youtube Sekolah Islam
Athirah. Hingga berita ini diturukan, video tersebut telah ditonton sebanyak
masing-masing 1.076 kali dan 714 kali. Para penonton sangat antusias dan merasa
penasaran dengan qori dan qoriah yang mendapat giliran pada
kegiatan tersebut. Terlebih lagi, identitas para qori dan qoriah tidak
dibagikan sampai kegiatan berlangsung.
Para qori dan qoriah yang tergabung dalam kegiatan Tilawah From Home di hari ke-27 cukup memukau para penonton,
terutama pada saat giliran guru-guru pengampu mata pelajaran umum, karyawan dan
orangtua siswa Sekolah Islam Athirah Bone. Decak kagum mewarnai kolom komentar
sesaat setelah masing-masing qori dan
qoriah memulai tilawah mereka, namun
tidak megurangi kekhusyukan dalam mendengarkan lantunan ayat suci Alquran pada
kegiatan ini.
Persiapan
kegiatan Tilawah From Home ini
terbilang cukup singkat namun tetap menunjukkan sisi kulaitas dari para qori dan qoriahnya. Sumarni Bekka, S.Pt., guru Seni Budaya dan Keterampilan
Sekolah Islam Athirah Bone, yang juga merupakan qoriah pada Tilawah From Home hari ke-27
misalnya, mengaku persiapan dan latihan
dilakukan tidak lebih dari satu jam. Ketika ditanya perasaan beliau sebagai
salah satu yang mengambil bagian pada kegiatan ini, beliau menyampaikan rasa
haru, bangga dan bahagia ketika diberi amanah oleh pihak penyelenggara untuk
menjadi salah satu qoriah yang
berkesempatan membacakan surah Al Waqiah ayat 83-96 dan surah Al Hadid ayat
1-3.
Berbeda
pula dengan Tilawah From Home yang
dilaksanakan di hari ke-29 Ramadhan tahun ini. Kegiatan ini dikemas dengan
menghadirkan para alumni yang merupakan imam terbaik pada saat mereka masih
menyandang status sebagai siswa di Sekolah Islam Athirah Bone. Lantunan ayat
suci Alquran terdengar sangat merdu dengan nagham
khas mereka masing-masing. Tentu ini menjadi obat rindu pula bagi guru-guru dan
karyawan Sekolah Islam Athirah Bone yang pernah menjadi makmum mereka. Untuk
mendengarkan lantunan merdu mereka, pembaca bisa menyaksiakannya melalui kanal
Youtube Sekolah Islam Athirah Bone (EvhaThandra)

