Ramadhan bersama Athirah: Sebuah program Baru di Tengah Pandemi
Ramadhan, bulan yang biasanya menjadi momen bagi semua warga Athirah untuk
saling menyemangati dalam meningkatkan kualitas ibadah, kini hanya bisa
dilakukan dari rumah masing-masing. Sebelum pandemi, setiap tahun semua siswa
juga guru karyawan melewati Ramadhan bersama-sama di sekolah. Tak terkecuali calon
siswa baru yang hendak masuk ke sekolah Islam Athirah Bone. Mereka juga
melewati Ramdhan di sekolah. Keikutsertaan mereka dalam kegiatan Ramadhan di
sekolah menjadi seleksi akhir yang sebelumya telah berhasil melewati tes
akademik, wawancara, dan survey rumah.
Akan tetapi, Ramdhan baru-baru ini benar-benar berbeda. Tak ada lagi siswa, tak ada lagi guru karyawan yang menjalankan Ramadhan di sekolah. Semuanya di rumah masing-masing. Mereka tetap “sama-sama”, tapi tidak “bersama” dalam menjalankan Ramadhan. Berdasarkan hal tersebut, pihak sekolah mengupayakan agar kegiatan yang rutin dilakukan selama Ramadhan di sekolah juga tetap bisa dilaksanakan meski tidak “bersama”. Para siswa akhirnya diminta untuk mengirimkan laporan melalui amaliah Ramdhan yang item-itemnya merupakan kegiatan yang biasanya mengisi Ramadhan di sekolah. Mereka melaporkan pelaksanaan kegiatannya melalui link google meet yang dipantau oleh pembina masing-masing, bahkan yang lebih menarik lagi masing-masing siswa diberi target khataman Quran sesuai kemampuan masing-masing. Hal ini dimksudkan agar di Bulan Alquran, siswa benar-benar optimal berinteraksi dengan kitab suci tersebut.
Lantas bagaimana dengan calon siswa baru? Apakah tidak lagi mengikuti
Ramadhan di Athirah?
Hal inilah yang kemudian menjadi program baru di Athirah Bone yang kami
namakan RBA (Ramadhan Bersama Athirah). Para
siswa yang ikut bergabung bukan lagi calon siswa, tapi telah dinyatakan lulus dan
menyandang status sebagai siswa baru di
Sekolah Islam Athirah Bone. Ramadhan Bersama Athirah bukan sebagai salah satu
seleksi PPDB, tp menjadi program yang membuat mereka bisa mengenal lebih jauh
tentang Athirah Bone, di samping menjadi “Bounding”
bagi mereka agar memiliki ikatan dan
bisa merasakan kebersamaan hangat dengan keluarga besar Athirah Bone. Di lain
hal, kegiatan inipun menjadi awal merajut tali silaturrahmi untuk bisa saling
mengenal satu sama lain karena belum bisa bertemu secara langsung.
Kegiatan tersebut dilaksanakan skitar 2 pekan, 6 – 19 Mei 2020. Hal yang
dilakukan siswa, yaitu mengirimkan laporan kegiatan ibadah setiap hari berupa
jumlah juz yang dibaca, pembacaan hadits tematik dari sekolah, ceramah daring yang diikuti, serta birrul walidain. Laporan tersebut dipantau oleh kesiswaan dan guru
BK melalui grup WhatsAPP.
Pelaksanaannya pun cukup sukses. Orang tua cukp senang. Siswa pun selalu
antusias mengirimkan laporan ibadahnya bahkan ada yang merasa minder jika ibadahnya,
terutama jumlah juz Quran yang dibaca dalam sehari sangat kurang dibanding
teman-temannya yang lain. Pada akhir kegiatan, saat penutupan yang digelar
secara daring, salah satu peserta RBA menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat
menambah kualitas ibadahnya dibandingkan tahun seblumnya. Dia juga mengaku
senang bisa bergabung di RBA secara khusus dan Sekolah Islam Atirah Bone secara
umum.

