Resume Buku: Mendidik Itu Membahagiakan
Penulis Buku:
H. Syamril, S.T., M.Pd.
Pengulas: Yusminiwati,
M.Pd. (Guru SMA Islam Athirah 1 Makassar)
Judul buku “Mendidik itu Membahagiakan” beliau ambil
dari salah satu judul artikel dari 30 artikel yang terdapat dalam buku ini.
Alasan dalam pengambilan judul tersebut adalah karena apapun profesi yang
digeluti harus dapat membahagiakan termasuk mendidik. Syarat bahagia yaitu
mencintai apa yang dikerjakan. Lebih bagus lagi jika mengerjakan apa yang
dicintai.
Hal yang istimewa dari buku ini adalah diterbitkan di
Hari Kebangkitan Nasional dan juga 27 Ramadhan 1441 H. Salah satu harapan dari
penulis adalah agar buku ini dapat bermanfaat untuk memajukan pendidikan
nasional menuju kebangkitan bangsa. Buku ini merupakan kumpulan tulisan dari
penulis yang bertema pendidikan, mulai ditulis dari tahun 2017-2020. Kumpulan
tulisan ini dibagi atas 4 kelompok yaitu tulisan tentang manajemen sekolah, guru, siswa, dan umum.
Artikel-artikel tersebut ditulis sesuai dengan kondisi aktual yang beliau
hadapi khususnya di Sekolah Islam Athirah.
Beberapa artikel tentang manajemen sekolah yang penulis
bahas, diantaranya: Meraih Surga di Tempat Kerja; Sekolah Unggul Menurut JK;
Manajemen ala Korporasi di Athirah; Speak
by Data, Say With Number; Tikungan Tajam Sekolah, Kaizen Ala Jepang di
Sekolah, dll.
Adapun tulisan-tulisan tentang manajemen guru,
diantaranya: Mencari Guru Sejati; Guru Sejati; Peran Guru Paripurna; Find the Big Way; Mendidik itu
Membahagiakan; Pesan Jusuf Kalla Tentang Guru, dll.
Sedangkan untuk siswa dan umum, beberapa judul artikel
yang terdapat dalam buku ini, diantaranya: Memilih Jurusan Kuliah, Menjadi
Wartawan, Menjadi Dokter, Ujian Kejujuran, Literasi dan Lemoterasi, Al-Qur’an
dan High Order Thinking Skill;
Memproduksi Ilmu, Resopa Temmangingngi,
dan Pendidikan Ramadhan.
Dalam artikel “Meraih Surga di Tempat Kerja”, penulis
mengemukakan bahwa agar dapat meraih surga di Athirah ada 3 kunci yaitu iman,
ilmu, dan amal. Jika diturunkan dalam aktivitas menjadi 5 yaitu: beribadah
(iman), belajar (ilmu), bekerja, berkarya dan berbagi (amal). Semoga dengan
iman, ilmu, amal serta aktivitas-aktivitas tersebut dapat mewujudkan insan
athirah yang ‘alim, ‘abid, dan ‘mujahid.
Pesan penulis bagi guru dalam artikel yang berjudul
“Menjadi Guru Sejati”, adalah:
“Jika kita ingin
menjadikan profesi guru sebagai profesi favorit maka guru harus berusaha
menjadikan dirinya sebagai sosok yang favorit dan idola di mata siswa. Favorit
dan idola bukan karena penampilan yang mentereng dan wah seperti selebriti dan
artis, tapi karena kepribadian, karakter dan akhlak yang mulia.
Dengan kemuliaan
akhlaknya, guru dapat menawan hati siswa sehingga cinta belajar menjadi manusia
yang berkarakter. Apalagi jika gurunya juga sosok yang cerdas dan berwawasan
luas maka siswa akan semakin terpesona.”
Apa
yang membuat guru lebih bahagia? Penulis mengemukakan bahwa yang membuat guru
lebih bahagia adalah karena mereka merasakan hidup yang lebih bermakna dan
bermanfaat. Kebahagiaan seorang guru bukan pada saat menerima gaji berlipat,
tetapi kebahagiaan guru akan muncul saat melihat wajah anak didiknya yang
sukses menggapai cita-cita, hidup lebih sejahtera dan memiliki strata keilmuan
yang lebih tinggi dari gurunya.
Kisah
Chaerul yang berhasil merakit pesawatnya sendiri di daerah Pinrang, penulis
angkat dalam judul artikel Resopa
Temmangingngi. Judul ini merupakan ungkapan dalam bahasa Bugis, yang artinya “Usaha Tak Kenal Menyerah”. Kekuatan impian dari Chaerul disertai
keyakinan bahwa dia bisa dan mampu mewujudkan impiannya memberikan hasil yang
luar biasa. Usaha pantang menyerah tersebut pada akhirnya dengan “namalomo naletei pammase dewata” yang
akhirnya akan mendapatkan pertolongan atau rahmat dari Allah, SWT.

