GELAR PEMILOS SECARA VIRTUAL, SMA ISLAM ATHIRAH BONE SUKSES MENJALANKAN SISTEM PEMILIHAN BARU
Pengujung tahun ajaran baru 2019/2020 juga menjadi penghujung dari masa
kepengerusan Osis SMA Islam Athirah Bone
yang diketuai oleh Muhammad Arfah Zam-zam. Pada hari hari Senin, 22 Juni 2020, Pembahasan
Laporan Pertanggungjawaban bersama Majelis Pembina Organisasi (MPO), Majelis
Perwakilan Kelas (MPK), dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan berlangsung cukup
alot selama kurang lebih empat jam. Walaupun hanya melalui virtual, MPK selaku
evaluator dari kinerja Osis benar-benar mampu menyampaikan hasil evaluasi
dengan begitu baik. Sampai pada akhirnya, Kepengurusan Osis Warani Namagetteng
dinyatakan dimisioner pada tanggal 23 Juni 2020 setelah laporan
pertanggungjawaban dinyatakan diterima oleh pihak MPO, MPK, dan Wakasek
Kesiswaan.
“Saya harus mengakui,
kepengurusan Osis tahun ini merupakan kepengurusan terbaik yang pernah dimiliki
oleh SMA Islam Athirah Bone. Program-program yang kalian hadirkan sebelumnya
sungguh sangat berkualitas. Bahkan pada masa pandemi seperti sekarang ini,
justru kalian jadikan sebagai tantangan untuk merancang proker-proker yang
begitu menarik”, puji Andi Eva Rugmana selaku Wakasek Kesiswaan SMA Islam
Athirah Bone.
Setelah acara dimisioner
Kepengerusan Osis Periode 2019/2020. Pemilihan Ketua Osis (PEMILOS) untuk
kepengurusan berikutnya pun digelar keesokan harinya. Panitia pemilihan Osis
yang beranggotakan Muh. Irzan, Sri Wulandari, Taskiyah, Fiqrul Hasanah, Agil
Susanto, dan Muh. Mifta Fauzan telah merancang acara tahunan tersebut dengan sanagt
matang walaupun masih mengandalkan aplikasi pertemuan secara virtual. Antusiasme
dari para siswa juga cukup besar.
Berbeda dari pemihan Ketua Osis
pada umunya yang mengadopsi sistem dari KPU, yakni pemilihan berdasarkan hak
suara untuk memilih kepala daerah atau kepala Negara, Pemilos SMA Islam Athirah Bone menghadirkan konsep
musyawarah dengan menjadikan panelis sebagai penentu keputusan. Namun,
keputusan yang diambil berdasarkan kemampuan setiap calon dalam memaparkan visi
misi, kualitas dari setiap visi misi, dan pendapat dari berbagai kalangan di
SMA Islam Athirah Bone
Terdapat lima calon ketua Osis
yang berjuang untuk menjadi Ketua Osis pada periode 2020/2021. Kelima calon
tersebut merupakan perwakilan dari hasil musyawarah setiap kelas di SMA Islam
Islam Athirah Bone. Setiap kelas akan mengutus dua orang sebagai calon ketua
Osis yang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan oleh pihak sekolah. Terkhusus
untuk kelas XII, mereka harus mengusung dua nama yang berasal dari kelas XI. Berdasarkan
hasil musyawarah kelas, maka terpilih lah lima calon, yakni Ahmad Dzurriyyah
Sadikin dan Muhammad Bilal Al-Islam selaku perwakilan dari kelas XI Al Hasib,
Vivi Aulia Rosa dan Khusnul Khatimah Febrianti selaku perwakilan dari kelas XI
Al Hafidz, Nur Hikma Ridwan dan Fatan Resky selaku perwakilan dari kelas XI AL
Halim, Fatan Reski dan Muhammad Ihsan Ramadan selaku Caketos yang diusulkan
oleh kelas XII Al Wajid dan XII Al Hamid, dan usulan terakhir dari kelas XII Al
Hadi adalah Muhammad Bilal Al-Islam dan Muhammad Rifat Syarifuddin.
Rangkaian acara yang pertama
dimulai pada pukul 09.00 Wita, Muhammad Irzan selaku panitia Pemilos dan juga
pemandu acara mempersilakan kepada setiap calon untuk menyampaikan Visi dan
Misi yang kemudian ditampilkan dalam media presentasi pertemuan virtual. Rangkaian
acara kedua, yakni sesi pertanyaan terkait visi dan misi yang telah dipaparkan
oleh para calon. Pemandu acara mempersilakan kepada setiap siswa untuk menguji
pemahaman visi dan misi dari setiap Caketos. Keseruan sesi Tanya jawab menjadi
semakin menarik ketika pemandu acara menyampaikan bahwa ada penyusup yang sedari
awal mengamati proses pemilihan ketua Osis tersebut.
“Assalamualaikum Kak Rivaldi, Ketua Osis SMA Islam Athirah periode
2014/2015. Assalamualaikum Kak Fatiha Basram, Ketua Osis SMA Islam Athirah Bone
periode 2015/2016. Asslamualaikum Kak Andi Surya Mukaldi, Ketua Osis SMA Islam
Athirah Bone periode 2016/2017. Assalamualaikum Kak Fira, Ketua Osis SMA Islam
Athirah Bone periode 2017/2018. Assalamualaikum Kak Thoriq, Ketua Osis SMA
Islam Athirah Bone periode 2018/2019” sapa Irzan kepada mereka.
Kehadiran para pejuang Osis dari
periode-periode sebelumnya seolah memberi spirit baru pada masa pemilos
tersebut. Beberapa pertanyaan dan pernyataan disampaikan oleh beberapa mantan
Ketua Osis kepada calon ketua Osis yang saat ini sedang berjuang untuk membuktikan
diri.
Setelah pemaparan visi dan misi
oleh kelima calon, panelis kemudian menentukan tiga dari lima Caketos yang akan
melaju ke sesi berikutnya. Pemandu acara pun memberikan waktu kepada tim
panelis yang terdiri dari Wakasek Kesiswaan SMA Islam Athirah Bone ditemani
oleh Taufiq Irham, Mustafa, Desi Arsandi, dan Yuliana selaku guru sekaligus
MPO. Dari hasil diskusi panelis, maka terpilih tiga kandidat yang melaju ke
babak berikutnya, yakni Vivi Aulia Rosa, Fatan Resky, dan Muh. Ihsan Ramadan.
Ketiga kandidat terpilih memasuki
sesi debat dengan menjadikan visi dan misi lawan sebagai objek materi. Pada sesi
ini, kemampuan retorika, berpikir kritis, dan wawasan luas akan menjadi
perhatian dari panelis dan siswa yang lainnya. Para calon ketua Osis saling
serang dan kerap kali ada tingkah dari para siswa yang dengan sengaja
menyalakan mikrofon untuk memperdengarkan tepuk tangan atau meneriakkan nama
kandidat setiap kali Caketos andalan mereka selesai memberi atau menjawab
pertanyaan dari Caketos yang lain
“Fatannn, kami mendukungmu.”
“Ihsan jiii…pasti menang.”
“Vivi kerennn”
Berbagai komentar pada kolom komentar juga tak kalah heboh.
Setelah debat kandidat, sesi
terakhir merupakan sesi yang paling menegangkan. Para siswa diizinkan untuk
memaparkan alasan yang mampu meyakinkan orang lain bahwa kandidat andalannya
lah yang pantas untuk menjadi ketua Osis. Namun di sisi lain, siswa lain juga
diberi kesempatan untuk menyanggah pendapat sebelumnya dan memberikan pernyataan
yang mendukung kandidat yang satunya lagi. Sesi terakhir yang awalnya hanya
direncanakan 30 menit, justru berlanjut sampai waktu salat Asar tiba dan
dilanjutkan kembali setelah pelaksanaan ibadah salat. Pernyataan demi
pernyataan bermunculan. Kolom komentar dibanjiri tulisan “izin bicara” dan
membuat pemandu acara kebingungan untuk menentukan siapa yang akan diberikan
kesempatan untuk berbicara.. suasana semakin panas, tapi kesantunan dan etika
berbicara para siswa tetap terjaga. Sampai akhirnya pemandu acara menutup sesi
tersebut dan memberikan kesempatan kepada para panelis untuk menentukan Ketua
Osis terpilih untuk periode 2020/2021. Pertemuan virtual dihentikan pada pukul
16.30 dan dilanjutkan pada pada pukul 17.00.
Diskusi panjang terjadi
antarpanelis. Masing-masing dari panelis mengungkapkan pendapat yang menguatkan
dan menjatuhkan para calon berdasarkan penilaian dari tiga sesi acara
sebelumnya, berdasarkan karakter, dan berdasarkan kemampuan para calon yang terpotret
dalam kehidupan sehari-hari. Sampai kemudian diputuskan satu nama yang diberikan
kepada panitia pemilos untuk dijadikan laporan berita acara. Pukul 17.00 pertemuan
secara virtual dibuka kembali. Para siswa tetap bergantian meneriakkan nama calon
andalan mereka, sampai kemudian pemandu acara mempersilakan kepada perwakilan
panelis untuk menyampaikan hasil yang ditunggu-tunggu oleh para siswa.
“Berdasarkan hasil musyawarah
Panelis. Dengan mempertimbangkan seluruh pendapat dari berbagai pihak, karakter
keseharian para calon ketua Osis, dan kemampuan yang dimiliki oleh yang
bersangkutan. Maka, yang berhak menjabat sebagai ketua Osis SMA Islam Athirah
Bone periode 2020/2021 adalah ananda Fatan Resky.” Ujar Taufiq.
Ucapan selamat kepada Fatan Resky membanjiri kolom komentar,
termasuk oleh para calon ketua osis yang lainnya.

