Hari Pertama Simulasi PTM Terbatas, Siswa SD Islam Athirah 1 Makassar Ikuti Pembekalan dari Dokter dan Tenaga Kesehatan
Simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tingkat Sekolah Dasar (SD) resmi dimulai hari ini, Kamis (4/11/2021). Simulasi akan berlangsung selama dua pekan dan diikuti sebanyak 70 sekolah dasar. SD Islam Athirah 1 Makassar menjadi salah satu SD yang ditunjuk menggelar pembelajaran tatap muka terbatas. Sebelum mengikuti proses pembelajaran tatap muka para siswa mengikuti prosedur yaitu swab antigen. Di hari Kamis, siswa kelas 5 dan 6, di hari Jumat terbagi menjadi 2 sesi. Sesi 1 pukul 08.00-09.00 diikuti oleh siswa kelas 3 dan 4, dan pukul 09.099-10.00 diikuti oleh siswa kelas 1 dan 2.
Kepala SD Islam Athirah 1 Makassar, Khasan, S.Pd menyatakan bahwa sebelum dinyatakan layak melaksanakan PTM terbatas, SD Islam Athirah 1 Makassar telah melalui proses panjang yaitu verifikasi dari dinas pendidikan. “Beberapa bulan yang lalu kami juga telah sosialasi kepada orang tua mengenai kesiapan sekolah. Setiap anak tentunya harus mendapat surat izin dari orang tua untuk mengikuti PTM dan mengikuti swab antigen terlebih dahulu. Sebelumnya kelas juga sudah disiapkan beserta satgas covid-19 juga siap mengawal protokol kesehatan,” paparnya.
Setelah mengikuti swab antigen, para siswa tidak langsung mengikuti pembelajaran namun diberikan pembekalan oleh dokter dan tenaga kesehatan. Para siswa dikumpulkan di selasar lantai 3. Sebelumnya para siswa mengikuti kegiatan perwalian di kelas masing-masing, salat dhuha, dan snack time. Tentunya mereka telah menyiapkan perlengkapan salat, bekal, botol minum, masker, dan hand sanitizer dari rumah.
Menurut Sri Indah Muchtar, S.Kep., salah seorang tenaga UKS yang membawakan materi berjudul “Corona Takut ke Sekolah” menyampaikan hal-hal yang harus disiapkan selama bersekolah. “Jika kita ingin aman di sekolah dan terhindar dari Corona ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Yang pertama patuhi protokol kesehatan seperti memakasi masker, cuci tangan, jaga jarak. Selama belajar di kelas usahakan jaga jarak, tidak meminjam-minjam barang milik teman, perhatikan kebersihan tangan seperti rajin potong kuku dan cuci tangan. Jika berada di dalam lift usahakan hanya 6-8 orang dan pencet tombol memakai siku. Rajin olahraga, makan tertaur, dan jaga daya tahan tubuh maka Insya Allah kita akan terhindar dari Corona,” ujarnya saat memberikan materi.
Di akhir ia mengajak para siswa untuk selalu menjaga kesehatan dan meminta perlindungan dari Allah SWT agar kita semua terhindar dari virus Corona dan bisa menjalankan pembelajaran tatap muka dengan lancar.

