Membangun Kepercayaan Diri Melalui Semangat Dakwah, SMA Islam Athirah 1 Makassar Gelar Pesantren Da’i Secara Virtual
Hari ini, Jum’at (06/11/2020) SMA Islam
Athirah 1 Makassar menggelar Pembukaan Pesantren Da’i dengan mengangkat tema “Membangun
Kepercayaan Diri Melalui Semangat Dakwah” melalui aplikasi Zoom Meeting.
Kegiatan Pesantren Da’i ini merupakan agenda program kegiatan tahunan bagi
siswa-siswi kelas XI SMA Islam Athirah 1 Makassar.
Ustadz Andi Guli Ahmad, S.Pd.I. selaku
Ketua Panitia Kegiatan Pesantren Da’i menyampaikan informasi umum tentang
pelaksanaan kegiatan. Insya Allah, kegiatan Pesantren Da’i direncanakan
berlangsung selama dua hari dengan menghadirkan pemateri internal dan pemateri
eksternal. Ustadz Guli berharap para peserta dapat mengikuti dengan baik semua
kegiatan yang telah disiapkan.
“Kegiatan pada hari pertama difokuskan
pada pemberian materi dari pemateri internal dan eksternal. Insya Allah hari
Sabtu (07/11/2020) akan dilanjutkan dengan pembuatan naskah pidato dan setiap peserta
Pesantren Da’i siap mempraktekkan di kelas masing-masing melalui forum kecil
via Zoom Meeting. Dari setiap kelas XI MIPA & IPS akan diseleksi 3 terbaik
untuk memperebutkan peringkat 6 besar dan Insya Allah akan diumumkan hari Sabtu
(07/11/2020) pada saat acara penutupan."
“Semoga sekolah kita yang tercinta ini,
Sekolah Islam Athirah dan SMA Islam
Athirah Makassar khususnya dapat mecetak para generasi da’i yang bisa
diandalkan untuk langsung berceramah kepada masyarakat ataupun mewakili SMA
Islam Athirah khususnya di dalam lomba-lomba keagamaan khususnya da’i,” harap
Ustadz Guli dalam sambutannya.
Kegiatan Pesantren Da’i ini secara resmi
dibuka oleh ustadz Komaruddin Evendi, A.Md. selaku Kepala Seksi Qur’anic Generation Development Program (QGDP)
Sekolah Islam Athirah yang mewakili Wadir Sekolah Islam Athirah Wilayah
Kajaolalido.
Ustadz Komaruddin memberikan apresiasi
yang sangat tinggi kepada panitia yang tetap semangat untuk melaksanakan
kegiatan “Pesantren Da’i” meskipun masih dalam kondisi pandemi.
“Mudah-mudahan dengan pelaksanaan
kegiatan ini bisa menjadi inspirasi dan menjadi motivasi bagi anak-anak kita
terus berjuang, terus memberikan karya terbaiknya untuk Athirah, untuk dirinya
sendiri, utk orang banyak dan untuk bangsa terutama,“ ucap Ustad Komaruddin
dalam sambutannya.
Setelah acara pembukaan dilanjutkan dengan
pembacaan Visi, Misi, Motto dan Jalan Kalla oleh Wakasek Kesiswaan & IT (Yusran,
S.Pd., M.Pd.). Kemudian dilanjutkan dengan pembekalan para peserta Pesantren
Da’i oleh Sekretaris Panitia (M. Yasin Munandar, S.Pd.) berupa pembacaan tatib
dan rundown acara selama dua hari kegiatan.
Pemateri pertama dalam kegiatan ini adalah
Ustadz Sabaruddin, Lc. (Guru PAI SMA Islam Athirah Bukit Baruga). Yang bertindak
sebagai moderator adalah Hani Chaidir Pane dari Kelas XI IPS. Adapun materi
yang dibawakan oleh Ustadz Sabaruddin adalah “Konsep Dakwah Dalam Islam”.
Ustadz Sabaruddin memberikan beberapa tips
dalam berpidato/berceramah, diantaranya: (1) Jangan bersin/batuk di depan
mikrofon, kalaupun terpaksa, ucapkan maaf, (2) Jangan hanya memandang satu
arah. Jangan lupa memandang ke atas atau ke bawah, (3) Jangan berlebihan dalam
menggerakkan tangan, (4) Jangan menunjukkan wajah bersedih ketika berpidato
dalam suasana bergembira, (5) Jangan tergesa-gesa dalam berbicara, dan (6)
Jangan menggunakan lelucon yang berbau SARA dan berbau pornografi.
Di akhir pemaparan materinya, Ustadz
Sabaruddin berpesan kepada para peserta untuk memperhatikan dua bekal yang
sangat penting dalam menyampaikan kultum, yaitu banyak mendengar dan banyak
membaca.
Sebagai pemateri kedua dalam kegiatan
ini adalah Dr. Sarifa Suhra, S.Ag., M.Pd.I. (Ketua Prodi PAI PPs IAIN Bone). Yang
bertindak sebagai moderator pada pemaparan materi yang kedua adalah Annisa
Wildana Kamil dari Kelas XI MIPA 2. Salah satu pemaparan dari pemateri kedua
adalah terdapat beberapa faktor yang memengaruhi pemilihan metode dakwah,
yaitu: (1) Tujuan (giving information, having fun, giving motivation), (2)
Sasaran dakwah/mad’u (usia, pekerjaan, pendidikan, tempat tinggal, dll.), (3)
Situasi dan kondisi, (4) Media, (5) Kepribadian dan kemampuan pendakwah/da’i.
Dalam berdakwah dikenal istilah falsafah
pohon. Pohon terbagi tiga, yaitu: akar, batang, dan daun. Bagian yang pertama
adalah akar. Dalam berdakwah diibaratkan akar adalah tema. Jadi, sebelum
berdakwah harus menentukan dulu apa tema yang akan dibawakan. Judul harus
diperkuat oleh ayat dan hadist. Bagian yang kedua dari pohon adalah batang. Batang
diibaratkan adalah alur yang akan disampaikan. Alur bisa didapatkan dalam ayat,
hadist, bisa juga dari pemikiran atau gagasan penceramah sendiri. Bagian yang
terakhir adalah daun. Daun diibaratkan sebagai bumbu. Pada saat berceramah,
menyampaikan item-item alur harus dibubuhi dengan humoris tergantung dari
kemampuan penceramah, misalnya dengan bernyanyi, berpuisi, dzikir, dll.
Para peserta kegiatan sangat antusias
bertanya baik itu pada saat pemaparan materi pertama oleh Ustadz Sabaruddin
maupun pemateri kedua, Ustadzah Sarifa Surfah.
Kepala SMA Islam Athirah 1 Makassar,
Tawakkal Kahar, S.Pd., M.Pd. yang dihubungi terpisah melalui WhatsApp
menyampaikan bahwa kegiatan Pesantren Da’i ini merupakan implementasi untuk
menguatkan penjaminan mutu sekolah.
“Kegiatan Pesantren Da’i adalah salah
satu implementasi untuk menguatkan pencapaian jaminan mutu sekolah, yaitu
peningkatan nilai religiusitas siswa,” ucapnya.
“Manfaatkan momentum kegiatan ini untuk menambah ilmu pengetahuan untuk peningkatan religiusitas diri masing-masing. Semakin situasi pandemik, maka kita lebih mendekatkan diri kepada Allah, SWT. Tentunya kita dekatkan diri kepada Allah. Untuk dekat kepada Allah, maka ilmunya harus dipahami. Melalui kegiatan Pesantren Da’i ini, mari kita tingkatkan pemahaman tentang agama,” pesannya bagi siswa-siswi melalui kolom chat Zoom Meeting.
Penulis : Yusminiwati (Tim Humas SMA Islam Athirah 1 Makassar)

