Jama’ah Oh Jama’ah, Sapaan Khas Ustad Maulana Meriahkan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW TK Islam Athirah 1
Maulid Nabi Muhammad SAW
yang jatuh pada 12 Rabiul Awal penanggalan Hijriah diperingati oleh mayoritas
penduduk muslim di dunia, termasuk Indonesia. TK Islam Athirah 1
Makassar melaksanakan Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW dirangkaikan dengan
kegiatan puncak tema “Kebutuhanku”. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Jum’at 6
November, pukul 08.30 melalui virtual ini berlangsung selama kurang lebih 3 jam
dengan dihadiri oleh 50 peserta yang terdiri dari guru, karyawan, orangtua dan
anak didik, serta tamu undangan lainnya.
Acara yang ditunggu-tunggu ini
berlangsung sangat meriah dan penuh keceriaan. Anak didik begitu antusias
mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir acara. Acara ini
dikawal oleh MC ummi Sri Rosa Handayani, S.Ag.,M.Pd yang begitu
semangat menyambut dan mengiring acara ini hingga berjalan dengan lancar.
Acara ini diawali dengan
pembukaan, penampilan gerak dan lagu
dari kelompok bermain, pembacaan ayat suci Al Qur’an, tadabbur, pembacaan do’a
dan sambutan dari kepala TK Islam Athirah 1, Ummi Siti Khotijah, S.Pd
dan Wakil Direktur Sekolah Islam Athirah wilayah kajaolaliddo Mas Aman
Uppi, S.Pd.,M.Pd. Penampilan-penampilan dari kelompok A dan B juga
ditampilkan ditengah-tengah acara dan diakhir acara. Anak-anak dan orang tua
telah mempersiapkan rekaman bernanyi lagu bertemakan Maulid Nabi ini beberapa
hari sebelum acara. Mereka begitu senang melihat penampilannya sambil ikut bernyanyi
secara langsung.
Dalam sambutannya Wakil Direktur
Sekolah Islam Athirah wilayah kajaolaliddo Mas Aman Uppi, S.Pd.,M.Pd.
menyampaikan terima kasih kepada Ustad H.Muhammad Nur Maulana atas
kesempatannya untuk menghadiri acara maulid ini. Dalam sambutannya beliau juga
mengajak kita untuk menjunjung nilai-nilai agama kita, nilai-nilai kaidah yang
ada dalam Al Qur’an dan hadits. Beliau juga mengatakan “Kelahiran Nabi Muhammad
SAW ke dunia ini merupakan petunjuk yang bisa lebih meningkatkan motivasi
ketaqwaan kita kepada ALLAH SWT. Motivasi untuk beribadah, berbuat baik,
berbuat santun kepada siapapun karena Rasulullah merupakan suri tauladan
terbaik”. Beliau juga berharap dalam sambutannya agar dalam peringatan maulid
Nabi ini, anak-anak kita mencintai dan sopan santun kepada ALLAH SWT yang telah
menciptakan kita, Rasulullah, agama,
diri sendiri, orangtua, masyarakat dan ibu pertiwi negeri kita ini.
Jama’ah oh Jama’ah, Alhamdulillah….
Sapaan khas dari ustad Maulana Ketika dipersilahkan oleh MC untuk memulai dan
menyapa seluruh hadirin dalam room virtual ini. Orangtua, anak didik, guru dan
karyawan pun menjawab dengan lantang sapaan ustad yang sudah sangat dinantikan
kehadirannya. TK Islam Athirah 1 mengundang Ustad H. Muhammad Nur Maulana
dalam kegiatan peringatan maulid ini untuk memberikan nasihat-nasihat kepada
keluarga besar TK Islam Athirah 1. Dalam kesempatan ini juga ustad menyapa
hadirin bersama anak-anaknya dari rumah.
Dalam Tauzhiyahnya, ustad menyampaikan terima kasih kepada guru TK Islam Athirah 1 karena mengundang beliau untuk turut dalam acara ini karena kerinduan beliau juga kepada Sekolah Islam Athirah. Ustad Maulana juga mengatakan bangga melihat tampilan-tampilan anak-anak yang merupakan bentuk cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Tak hanya kepada anak didik, beliau juga salut kepada orangtua tentunya yang mempunyai andil untuk membuat anak-anak kita ini senang dengan datangnya Nabi.
Dalam tauzhiyah kali ini ustad menyampaikan
4 hal yaitu,
<!--[if !supportLists]-->1. - Memperingati
berasal dari kata ingat. Apa yang ingin kita ingat? Yaitu sejarah hidup nabi
<!--[if !supportLists]-->2. - <!--[endif]-->Akhlak nabi
<!--[if !supportLists]-->3. - <!--[endif]-->Ajaran nabi
<!--[if !supportLists]-->4. - Apakah
kita pantas menjadi umat nabi. Ingatkan diri kita untuk mencintai nabi
Dalam kesempatan ini juga beliau mengingatkan kepada anak-anak untuk selalu mencintai orangtuanya dan bagaimana orangtua memperlakukan anak-anak mereka sesuai teladan Rasulullah SAW, seperti;
<!--[if !supportLists]-->1. - <!--[endif]-->Mencium ubun-ubun
anak artinya aku bangga padamu
<!--[if !supportLists]-->2. - <!--[endif]-->Mencium dahi
artinya aku memuliakanmu
<!--[if !supportLists]-->3. - <!--[endif]-->Mencium pipi
artinya aku cinta padamu
<!--[if !supportLists]-->4. - Mencium tangan
artinya aku mengharap kebaikanmu. Disini orangtua juga tidak ada salahnya
mencium tangan anaknya karena kita mengharap kebaikannya setelah dewasa dan
mendo’akan semoga Panjang umur
<!--[if !supportLists]-->5. - <!--[endif]-->Mencium telapak
tangan tandanya memohon keberkahan.
Ustad membawa suasana semakin
seru karena setiap saat melibatkan anak-anak dengan tanya jawab seperti
siapakah yang punya kampung ?, apa nama kampungnya ?, siapa yang punya binatang
peliharaan ?, siapakah nama kakeknya ? dan berbagai macam diskusi yang membuat
anak-anak semangat untuk menjawab dan bercerita. Anak-anak begitu gembira dalam
perayaan maulid ini apalagi dapat berinteraksi langsung bersama ustad yang kita
kenal ramah dan dicintai anak-anak ini.
Setelah berdiskusi selanjutnya MC
memandu untuk melakukan sesi foto bersama kemudian acara selanjutnya yaitu
puncak tema kebutuhanku dimana anak-anak akan menyantap hidangan yang telah
disediakan. Tentunya MC memandu dengan berkeliling secara virtual kepada setiap
anak untuk memperkenalkan makanan dan minuman apa yang telah mereka persiapkan.
Anak-anak begitu antusias memperlihatkan dan menyebutkan hidangan mereka kepada
teman-temannya dan selanjutnya mencicipi hidangan masing-masing. Setelah puncak
tema kebutuhan selesai acara ditutup dengan do’a, saling sapa dan ucapan terima
kasih. Semoga kita semua diberikan kesabaran dan secepatnya kita berkumpul kembali
dalam kondisi normal dengan diangkatnya wabah ini dari negeri kita tercinta. Aamiin
Ya Robbal’alamiin.
Penulis; Ayu Wulansari, S.Pd (Team
Web TK Islam Athirah 1)

