image

Sajikan Materi Dalam Bentuk Games, Kajian Fiqhnisa Buat Peserta Antusias

SMP-SMA Islam Athirah memiliki program Kajian Jumat pada pukul 12.00 – 13.00 siang . Majelis yang diberi nama fiqhnisa tersebut menjadi program wajib keasramaan yang harus diikuti oleh seluruh siswa putri. Bertempat di ruang serbaguna, agenda rutin mingguan ini pada hari Jumat (22/7)  dipandu oleh tiga orang siswi. Mereka adalah Nailah Zhafirah Ramadhany Batara, Miftahul Haera, serta Alya Zahrani.

Dalam kesempatan ini, ada yang berbeda dari Kajian Jumat yang biasa dilakukan. Dimana sebelumnya pemateri selalu diambil dari eksternal sekolah. Namun kali ini kajian disampaikan oleh pemateri internal yang topik-topiknya telah disusun dan dijadwalkan oleh panitia. Tidak hanya itu pemateri juga menyampaikan materinya melalui sebuah permainan. Panitia sengaja membuat sebuah inovasi agar para siswi tidak bosan dan mengantuk selama mengikuti kegiatan. 

Diawali oleh penyampaian Pengurus DKM terkait sosialisasi program kerja, agenda kemudian dilanjutkan dengan memberi permainan kepada siswi. Games yang berisi tentang pernyataan seputar pengetahuan Islam, baik itu akidah, hukum, akhlak dan wawasan keislaman lainnya.  

“Bagus, soalnya seputar pengetahuan dasar Islam. Dan di setiap soal selalu ada penjelasannya. Jadi, referensi dalilnya dapat ”.  ujar Alifah, siswi Kelas X SMA Islam Athirah Bone. 

Ide penyampaian materi dalam bentuk games ini merupakan salah satu cara meminimalisir rasa kantuk yang telah menjadi pemandangan yang wajar saat siswa mengikuti majelis ilmu. Mudah memahami materi, dan dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari menjadi tujuan terselenggaranya fiqhnisa kali ini.  Apalagi, siswa baru saat ini butuh suasana yang santai namun tetap memiliki faedah. 

“Sebenarnya titik point fiqhnisa kali ini adalah para siswi baru. Mereka butuh ilmu-ilmu dasar terkait hukum Islam agar lebih mudah melakukan pembiasaan diri sejak tinggal di asrama. Pembahasannya beragam,  Ada tentang batasan aurat, ketentuan mahram, thaharah, ibadah, akhlak dan yang lainnya”. Ungkap siswi berkacamata yang kerap disapa Mifta, salah satu pengurus DKM yang menyelenggarakan kegiatan tersebut. Putri Nur Ummul_Tim Athirah Web


Previous PostBangun Karakter Sejak Dini, TK Islam Athirah Bukit Baruga Gelar Program Bina Diri Peserta Didik
Next PostAwali Penerapan Kurikulum Merdeka, Siswa Baru SMP Islam Athirah Bone Lakukan Asessmen Diagnostik