Awali Penerapan Kurikulum Merdeka, Siswa Baru SMP Islam Athirah Bone Lakukan Asessmen Diagnostik
SMP Islam Athirah Bone mengawali penerapan Kurikulum Merdeka dengan menggelar Tes Diagnostik Non Kognitif dan Mapel selama dua hari. Kegiatan yang dimulai pada hari Kamis (21/7) hingga Jumat tersebut diikuti oleh seluruh siswa baru di kelas VII dengan sistem daring.
Pada hari pertama, siswa melaksanakan asessmen diagnostik non kognitif yang memetakan siswa dalam keterkaitannya pada minat belajar, gaya belajar, hingga latar belakang keluarga. Guru Bimbingan konseling mengordinasi langsung penyusunan asessmen yang datanya nanti akan diolah dan digunakan sesuai kebutuhan BK maupun tenaga pengajar. Selain itu, tes diagnostik mapel matematika juga dilaksanakan pada hari yang sama. Di hari kedua, siswa melakukan tes diagnostik mata pelajaran, di antaranya bahasa Indonesia, PKn, IPA, IPS, dan bahasa Inggris.
Saat diwawancarai, Kepala SMP Islam Athirah Bone, Nuraeni, S.Pd.,Gr. Menyampaikan bahwa tes diagnostik ini diharapkan membantu sekolah dan tenaga pengajar dalam rangka mendifrensiasi karakter dan gaya belajar siswa sehingga bisa memudahkan sekolah untuk menentukan tindakan yang tepat kepada siswa.
Sesaat sebelum memulai kegiatan tes diagnostik, Sosok pimpinan kelahirah Kab. Bulukumba tersebut menegaskan kepada siswa bahwa tes yang akan mereka lakukan bukan untuk mengukur kompetensi, tetapi lebih kepada mengidentifikasi minat dan gaya belajara mereka di kelas nantinya.
Lebih lanjut Wakil Kepala Sekolah Bid. Kurikulum, Erwin, S.Pd.,Gr.,M.E. menyampaikan bahwa Asesmen diagnostik bertujuan untuk mengidentifikasi kompetensi, kekuatan, kelemahan peserta didik. Hasilnya digunakan pendidik sebagai rujukan dalam merencanakan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik. Bahkan dalam kondisi tertentu, informasi terkait latar belakang keluarga, kesiapan belajar, motivasi belajar, minat peserta didik, dll, dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan dalam merencanakan pembelajaran.
“Tes ini untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan peserta didik. Nantinya akan dipakai untuk acuan dalam penyusunan rancangan pembelajaran guru di kelas. Bahkan informasi di luar pembelajaran seperti latar belakang keluarga juga bisa menjadi info penting untuk pertimbangan perencanaan PBM di kelas,” Urainya melanjutkan penjelasan kepala SMP Islam Athirah Bone.
Asesmen Diagnostik Kurikulum Merdeka merupakan kegiatan yang dilakukan pendidik sebelum menyusun pembelajaran. Cara menyusun dan melaksanakannya dituangkan di panduan pembelajaran dan asesmen yang dikeluarkan oleh Pusasjar.
Pusasjar atau Pusat Asesmen dan Pembelajaran di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kemendikbudristek. Balitbangbuk sudah bubar dan muncul baru Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. Nurholis_Tim Athirah Web (ig: @nurholismuh)

