Peringati Maulid, SD Islam Athirah Gelar Drama “Kisah Nabi Muhammad dan Pengemis Yahudi Buta”
SD Islam Athirah 1 Makassar menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan tersebut diadakan di auditorium Sekolah Islam Athirah Jumat (15/11/19). Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh guru, siswa dan juga orangtua siswa. Juga hadir Wakil Direktur Sekolah Islam Athirah Wilayah Kajaolaliddo, Mas Aman Uppi yang membuka secara resmi acara peringatan Maulid Nabi tersebut.
Ketua Panitia, Subaedah mengemukakan, SD Islam Athirah 1 Makassar rutin menggelar peringatan Maulid Nabi SAW setiap tahun. “Peringatan Maulid Nabi ini bertujuan menumbuhkan cinta para siswa kepada Rasulullah SAW. Semakin kita mengenal Rasulullah, maka semakin mudah bagi kita untuk mencintainya,” ujar Subaedah, saat kegiatan maulid berlangsung.
Kegiatan ini dimeriahkan dengan rangkaian acara diantaranya persembahan tahfidz metode Kaisa oleh seluruh siswa kelas 1, lomba hafalan surah pendek, lomba azan, lomba da’i, lomba menggambar dan mewarnai kaligrafi, serta lomba menghias kaddo’ minyak. Semua kegiatan tersebut dilakukan oleh siswa-siswi dan terkhusus lomba menghias kaddo’ minyak diikuti oleh perwakilan orangtua siswa tiap kelas. Seluruh orangtua siswa tampak semangat dan antusias saat menghias kaddo’ minyak.
Sementara itu, Mas Aman Uppi, dalam sambutannya mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan ini mengingatkan kembali nilai-nilai luhur dan menanamkan yang diajarkan Nabi Besar Muhammad SAW. Selain itu, hal ini juga dilakukan untuk memberikan penyegaran kerohanian serta untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Ada yang berbeda di peringatan maulid ini, biasanya diisi dengan ceramah tapi kali ini diisi dengan penampilan drama oleh guru dan pimpinan SD Islam Athirah. Drama tersebut bercerita tentang “Kisah Nabi Muhammad dan Pengemis Yahudi Buta”.
Pengemis yahudi buta yang diperankan oleh kepala sekolah SD Islam Athirah menjadi pusat perhatian utama oleh seluruh siswa. Dalam adegannya beliau memfitnah dan menghina Nabi Muhammad SAW namun setelah mendengar cerita dari Abu Bakar bahwa Nabi Muhammad lah yang setiap hari memberinya makan maka pegemis yahudi buta tersebut menangis dan akhirnya bersyahadat. Jamal selaku wakasek keagamaan dan mengatakan, pementasan drama islami ini menjadi salah satu strategi menarik perhatian siswa terhadap kehidupan Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya. “Penyampaian pesan moral dalam drama disampaikan secara halus. Karena anak perlu dicontohkan agar lebih paham,” jelas Khasan, selaku kepala sekolah.
Penulis : Syahriyanti

