Meski Terlambat, Siswi SD Islam Athirah 2 Makassar Ini Tetap Raih Medali di Ajang OSSN 2022
Kecil-kecil cabai rawit adalah sebuah peribahasa yang cocok disematkan kepada siswi SD Islam Athirah 2 Makassar yang satu ini. Ialah Andi Ayesha Aqeela siswi kelas V.3 kembali menambah pundi-pundi medalinya. Pada ajang OSSN (Olimpiade Sains dan Statistika Nasional) 2022, ia berhasil meraih medali Perunggu bidang IPA jenjang SD/MI se-Indonesia.
Kompetisi Nasional yang resmi terdaftar di kementerian ini diselenggarakan oleh Yapresindo secara online berbasis CBT. Pelaksanaan lombanya pada Ahad (3/4/2022), sementara pengumumannya pada Selasa (5/4/2022).
Mursalim Sahabu, S.Pd. sebagai Wakasek bidang Kesiswaan dan IT SD Islam Athirah Makassar saat dihubungi pada Selasa (19/4/2022), menanggapi perolehan medali ananda Ayesha untuk yang kesekian kalinya ini.
“Alhamdulillah, selamat dan sukses atas perolehan medali Perunggu bidang IPA kepada ananda Ayesha. Prestasi ini adalah untuk yang kesekian kalinya memperoleh medali. Ini berkat usaha dan kerja keras. Meskipun kondisi belum sepenuhnya normal, namun ananda tetap giat belajar dan mengikuti kompetisi. Terima kasih kepada orang tua dan guru pembimbingnya yang selalu mendukung ananda dalam setiap kompetisi,” katanya.
Satriani S.Pd., M.Pd. sebagai guru Pembina TOSA ananda Ayesha, mengungkapkan rasa syukur anak binaannya ini bisa kembali meraih medali, “Alhamdulillah, pada lomba kali ini berhasil meraih medali Perunggu, walaupun pada lomba sebelumnya ananda Ayesha berhasil meraih emas,” ungkapnya.
“Hal ini bukan berarti kemampuan ananda Ayesha yang menurun, namun sangat dipengaruhi oleh kondisi kesehatan pada saat mengikuti lomba, serta di setiap lomba itu punya tipe-tipe soal yang berbeda, karakteristik soal yang berbeda. Tentunya, hal ini akan terus dijadikan acuan untuk dijadikan bahan evaluasi dan acuan tahap pembelajaran selanjutnya,” jelasnya.
Dalam sebuah kesempatan wawancara, ananda Ayesha merasa bersyukur masih bisa mendapat medali sebab dirinya terlambat mengerjakan soal. Ia mengaku soalnya cukup sulit karena banyak yang belum pernah dipelajari.
“Saya bersyukur masih bisa dapat medali karena terlambat masuk, jadi sedikit yang bisa dijawab. Soalnya cukup sulit karena hampir setengahnya belum pernah saya pelajari, jadi saya tidak sangka kalau dapat medali,” katanya.
Ibunda ananda Ayesha, Ani Sugiani Anwar, S.E., M.M. merasa sangat bersyukur karena anaknya tidak disangka-sangka bisa meraih medali walaupun terlambat mengikuti lomba dan sempat kelupaan.
“Alhamdulillah, sangat bersyukur. Sejujurnya, tidak menyangka akan mendapat medali karena pengerjaan di 40 menit terakhir dengan total waktu 90 menit. Berhubung lomba bertepatan di hari pertama puasa ananda Ayesha sempat kelupaan kalau ada lomba,” ucapnya.
“Terima kasih buat guru dan pembina di sekolah atas bimbingannya. Semoga ananda Ayesha tetap semangat memberi yang terbaik untuk sekolah dan kota tercinta. Amin,” tutup ibu dari tiga anak itu.
Citizen Reporter: Muhammad Ryan Israfan

