Munaqosyah Alquran Siswa Kelas XII SMA Islam Athirah Bone Sukses Membuat Haru Orang Tua
Munaqosyah tahfidzul Quran baru saja digelar oleh SMA Islam Athirah Bone. Acara tersebut dilakasanakan selama tiga hari berturut-turut, tepatnya 27-29 Maret 2022. Kegiatan ini dikhususkan bagi siswa kelas XII yang sebentar lagi bakal menyandang gelar alumni.
Munaqosyah tahfidzul Quran sendiri merupakan salah satu program SMA Islam Athirah Bone yang wajib diikuti siswa sebelum ditamatkan. Hal tersebut menjadi salah satu syarat kelulusan bagi siswa.
Dalam pelakasanaannya hadir pula orang tua siswa. Hal ini yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kehadiran orang tua dalam acara munaqosyah memeberi nuansa tersendiri. Acara berlangsung lebih khidmat. Siswa berusaha menampilkan yang terbaik di hadapan orang tuanya. Diakui pula poleh mereka, kehadiran orang tua memberi tantangan tersendiri. Mereka merasa malu jika hafalannya tidak lancar ataukah tidak dapat menjawab pertanyaan dari dewan juri.
Sebaliknya, orang tua mengaku sangat senang bisa menghadiri munaqosyah. Mereka bangga dan terharu mendengar siswa melantunkan ayat-ayat Alquran.
“Terima kasih tak terhingga kepada SMA Islam Athirah Bone atas komitmennya menjadikan Alquran sebagai kurikulum inti pendidikan. Menghadiri acara munaqosyah untuk mendampingi Ananda luar biasa rasanya. Rasa cemas, haru, senang hingga mata terasa lembab mendengar anak-anak melantunkan ayat Alquran. Kami berharap komitmen ini dilanjutkan agar pondasi anak-anak kita kuat dalam menghadapi tantangan zaman,” ungkap Andi Bachtiar Darma, selaku orang tua siswa yang meraih hafalan terbanyak.
Ujian tahfidz tersebut sukses membuat orang tua bangga atas capaian anak-anaknya. Terlebih ada beberapa siswa yang tidak hanya menghafal, tapi juga mentadabburi ayat Aqluran yang dilantunkannya saat tampil. Hal tersebut membuat haru semua yang mendengarnya.
“Alhmdulillah, kami bangga atas capaian siswa. Walaupun sempat BDR karena pandemi, siswa tetap bisa mencapai target hafalannya bahkan ada yang melebihi. Terlebih saat tampil, kami dibuat haru dengan tadabbur yang dilakukan siswa atas ayat Alquran yang dilantunkannya. Padahal, mereka hanya diminta untuk menghafal ataupun melanjutkan hafalan atas potongan ayat yang diberikan juri,” ungkap Sahril selaku koordinator pembelajaran Alquran SMA Islam Athirah Bone.
Lebih lanjut, Sahril juga mengungkapkan harapannya terkait hafalan Alquran siswa.
“Semoga nantinya ada yang bisa ujian munaqosyah 30 juz sehingga bisa lahir generasi Alquran di Sekolah Islam Athirah Bone. Kelak hal tersebut jadi motivasi bagi siswa yang lain untuk mencapai target hafalannya, yaitu 3 juz bahkan lebih dari itu.”
Harapan tersebut bukan tidak mungkin. Sebelumnya sudah ada alumni yang berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz selama berada di SMA Islam Athirah Bone. Terlebih lagi saat ini Alquran menjadi inti pembelajaran dengan proporsi jam lebih banyak daripada mata pelajaran lainnya.
“SMA Islam Athirah Bone menerapkan kurikulum AIHES, kurikulum khas Athirah. Dengan kurikulum tersebut, Alquran menjadi core curriculum. Semua mata pelajaran diajarkan dengan berlandaskan pada ayat Alquran yang diistilahkan dengan spiritualisasi pembelajaran. Selain itu, di antara mapel yang dipelajari siswa, Alquranlah yang mendapat proporsi jam pembelajaran terbanyak. Di dalamnya, siswa tidak hanya dituntut menghafal, tetapi juga siswa mampu membacanya dengan tartil serta memahami kandungannya. Lebih jauh, siswa mampu menerapkan kandungan Alquran dalam kehidupan sehari-hari sehinga benar-benar lahir generasi rabbani. Hal tersebut menjadi tujuan dari kurikulum yang dijalankan,” ungkap Syamsul Bahri, S.Pd.I., M.Pd., Kepala SMA Islam Athirah Bone.
Lahirnya genarasi rabbani menjadi harapan semua pihak. Tidak hanya orang tua, tapi juga sekolah yang punya cita-cita untuk menjadikan peserta didiknya sebgai generasi sukses beraklakul karimah. Semoga langkah yang dilakukan SMA Islam Athirah Bone senantiasa mewujudkan hal tersebut. Tidak hanya pada masa sekarang, tapi juga di masa yang akan datang. Amiinn.
Andi Reski Citra Rahmayani, S.Pd.

