SMP Islam Athirah 1 Makassar Siap Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Secara Terbatas
SMP Islam Athirah 1 Makassar telah melaksanakan pembelajaran secara daring sejak bulan Maret 2020, berarti sudah satu setengah Tahun Pelajaran Proses Belajar Mengajar (PBM) dilaksanakan secara virtual. Bukan hanya Proses Belajar Mengajar atau kegiatan Intrakurikuler tetapi seluruh kegiatan dilaksanakan secara virtual atau semi virtual termasuk kegiatan-kegiatan kokurikuler seperti field trip sains, field trip leadership, field trip sosial, bela negara, festival budaya dan bahasa, basic leadership training, Athirah Jelajah Ramadhan (AJR), english olimpiade dan beberapa kegiatan lainnya.
Begitu pun kegiatan ekstrakurikuler juga dilaksanakan secara daring, tetapi selama pandemi hanya dapat dilaksanakan beberapa eskul saja seperti art and craft, IT dan english club. Walau secara umum berjalan dengan lancar, tentu tetap harapannya kegiatan pembelajaran dapat dilaksanakan secara luring atau tatap muka langsung. Ini menjadi harapan siswa, orang tua siswa dan pihak sekolah.
Kementrian Pendidikan Nasional memberikan peluang kepada sekolah untuk melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas dengan syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan. Ini peluang yang tidak disia-siakan oleh SMP Islam Athirah 1 Makassar, segala syarat dicoba untuk dipenuhi. Mulai dari syarat administrasi, kurikulum, sarana dan prasarana, tekhnologi, Standar Operasional. Pelaksanaan (SOP) segala aktivitas di sekolah saat PTM terbatas telah disiapkan. Video simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas juga telah dibuat untuk diperlihatkan kepada siswa sebagai pedoman kegiatan di sekolah nantinya, serta seluruh guru sudah divaksin.
Pihak Dinas Pendidikan Kota Makassar juga telah melakukan visitasi untuk melihat kesiapan dalam pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas, dilakukan verifikasi dan dinyatakan bahwa SMP Islam Athirah 1 Makassar siap melaksanakan PTM terbatas.
Kepala Sekolah, Nilamartini, S.Pd. M.M. mengatakan bahwa akan melakukan pendataan kepada siswa, agar mendapatkan persetujuan untuk melaksanakan pertemuan terbatas. Ia pun berharap agar situasi pandemi ini dapat segera berakhir.
“Sebelum benar-benar dilaksanakan kami akan mendata siswa yang mendapat persetujuan orang tua untuk belajar secara luring dan bagi siswa yang tidak mendapatkan izin atau persetujuan orang tua maka tetap akan belajar secara daring. Jadi, sistem pembelajaran akan dilakukan secara hybrid sehingga seluruh siswa tetap akan mendapatkan pelayanan terbaik dari sekolah,” paparnya.
“Persetujuan orang tua juga merupakan salah satu syarat pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas. Semoga pandemi segera berakhir sehingga sekolah dapat melaksanakan pembelajaran secara luring kembali tanpa dibatasi, sehingga semua siswa berada di sekolah untuk seluruh aktifitas,” tambahnya.
Laporan : Hasniwati Ajis (TIM Web SMP Islam Athirah 1 Makassar)

