image

Rapat Kenaikan Kelas: Evaluasi dan Apresiasi

Rapat kenaikan kelas menjadi agenda rutin di setiap penghujung tahun ajaran. Rapat tersebut sebagai ajang untuk membahas capaian selama satu tahun ajaran, khususnya capaian peserta didik. Capaian tersebut menjadi penentu naik atau tidaknya peserta didik ke level tingkat berikutnya.

SMA Islam Athirah Bone, sebagai salah satu satuan pendidikan, juga tidak luput mengadakan rapat kenaikan kelas. Rapat digelar pada Kamis, 24 Juni 2021, tepatnya pukul 10.00 Wita. Rapat tersebut dihadiri oleh seluruh guru, termasuk pembina asrama sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari sekolah.

Rapat diawali dengan pembukaan oleh moderator yang dibawakan langsung oleh wakasek kurikulum, lalu dilanjutkan dengan arahan kepala sekolah.  Setelah itu, para wali kelas, secara bergiliran menyampaikan capaian anak wali masing-masing.

Tak jarang pembahasan berlangsung cukup alot. Saat wali kelas melaporkan kondisi siswa, guru memberikan informasi tambahan, khususnya kondisi siswa dalam proses pembelajaran. Begitupun dengan pembina asrama. Ketika siswa binaan disebutkan oleh wali kelas, mereka menyampaikan perilaku siswa bersangkutan saat di asrama. Semua data yang tersampaikan menjadi pertimbangan dalam kenaikan kelas. Lebih jauh dari itu, data tersebut menjadi catatan penting akan pembimbingan siswa. Hal yang masih dianggap kurang dalam diri seorang siswa diupayakan penanganannya ke depan. Begitupun sebaliknya, hal yang dianggap sudah bagus akan menjadi apresiasi tersendiri bagi siswa.

“Rapat yang kita gelar ini, tidak serta merta akan menentukan siswa naik atau tidak ke level berikutnya. Akan tetapi, hal yang lebih penting dari itu semua adalah kita bisa mengetahui sejauh mana progres anak-anak kita. Tentu dalam diri mereka ada hal-hal yang masih harus kita benahi. Namun, di sisi lain, tentu ada juga hal-hal yang patut kita apresiasi. Semua itu penting untuk kita ketahui bersama demi kesuksesan anak-anak kita nantinya,” ungkap kepala sekolah, Syamsul Bahri, S.Pd.I., M.Pd.

Selama rapat berlangsung, memang tak ayal beberapa siswa diberikan apresiasi secara tidak langsung. Hal ini lantaran progres yang diraih oleh siswa bersangkutan. Meski sebagian besar proses pembelajaran berlangsung dari rumah, tapi siswa bisa meraih hasil maksimal. Terbukti dari nilai-nilai yang cukup memuaskan. Lebih dari itu, mereka juga menunjukkan karakter yang baik sebagaimana yang diharapkan dari beberapa program penguatan karakter yang dilaksanakan. Alhasil, saat rapat ditutup, semua siswa pun dinyatakan naik kelas.

Hasil dari rapat selanjutnya disampaikan kepada orang tua. Ada dua rapor yang diperlihatkan, yakni rapor capaian hasil belajar dan rapor asrama. Orang tua pun mendapatkan laporan secara kompleks tentang Ananda, baik dari segi akademik maupun dari segi kecakapan hidup.

 

A.Reski CitRa Rahmayani, S.Pd. 

Previous PostPorseni: Euforia Siswa pada Akhir Tahun Ajaran
Next PostSMP Islam Athirah 1 Makassar Siap Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Secara Terbatas