image

Berkomitmen Maju Bersama, SMA Islam Athirah Bone Sharing Program Tahfidz Ke UPT SMAN 1 Bone

Tanggal 14 Desember 2020 lalu, SMA Islam Athirah Bone menerima kunjungan dari UPT SMAN 1 Bone yang diketuai Saturdi, M.Pd. Bersama lima orang lainnya, yang merupakan para pengajar di sekolah negeri pertama di kabupaten Bone tersebut. Maksud kunjungan tersebut adalah untuk mengetahui lebih jauh program tahfidz yang berjalan di SMA Islam Athirah Bone dan selanjutnya akan diadopsi dan dikembangkan di UPT SMAN 1 Bone mulai tahun ajaran mendatang.

Pada kunjungan ini, turut serta enam pengajar dari UPT SMAN 1 Bone yang berkomitmen untuk membuka program tahfidz sebagai salah satu program unggulan mereka nantinya. Wakil Direktur Sekolah Islam Athirah Wilayah 3, Syamsul Bahri, S.Pd.I., menyambut hangat rombongan UPT SMAN 1 Bone bersama Wakil Kepala sekolah Bidang Kesiswaan, Wakil Kepala Sekolah Bidang Tahfidz dan Keasramaan, Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan IT, serta para pembina Alquran SMA Islam Athirah Bone. Meskipun kunjungan diadakan secara tatap muka, namun rombongan dan tuan rumah tetap menjaga protokol kesehatan.

Sesi sharing dan diskusi pun berjalan selama kurang lebih tiga jam dimana rombongan UPT SMAN 1 Bone menggali banyak hal terkait sistem dan teknis pelaksanaan program tahfidz di SMA Islam Athirah Bone. “Sistem dan teknis pelaksanaan tahfidz setiap taahun bisa jadi berubah disesuaikan dengan kondisi siswa. Di awal, kami memilih siswa yang memiliki kemampuan tahsin dan tahfidz terbaik di tiap kelas, kemudian menambah porsi jam belajar tahfidz Alquran mereka. Setiap belajar mata pelajaran non-UN, kami tarik keluar dan disitulah mereka menambah maupun morojaah hafalan mereka. Namun, saat ini, kami membuka satu kelas takhassus di kelas X, yang secara sruktur kurikulum, berbeda dengan kelas reguler. Mereka memiliki jam belajar Alquran lebih banyak dan perbedaan target hafalan. Yang tidak ada kemajuan tentu ada rolling, begitu pula di kelas reguler, jika ada yang dianggap mampu, maka akan dimasukkan di kelas takhassus,” jelas Syamsul Bahri, S.Pd.I., selaku kepala SMA Islam Athirah Bone sekaligus Wakil Direktur Sekolah Islam Athirah Wilayah 3 ketika ditanya sistem apa yang paling baik untuk diterapkan pada program tahfidz.

Meskpun kunjungan ini adalah kunjungan pertama, namun pihak UPT SMAN 1 Bone berharap agar terjalin kerjasama yang kuat antara kedua belah pihak, terutama dari sisi pendampingan dan evaluasi. “Kami berharap SMA Islam Athirah Bone bisa menjadi partner kami dalam mengembangkan program tahfidz di sekolah kami. Semoga program ini bisa direalisasikan dan menjadi jalan anak-anak untuk membumikan Alquran,” tutup Saturdi, ketua rombongan UPT SMAN 1 Bone.

Previous PostKisahku berada di antara Fiksi dan Non Fiksi
Next PostMengintip Tes Perdana PPDB 2021 SMA Islam Athirah Bone