image

Sekelumit Kisah dari Peringatan Turunnya Al-Qur'an

Tulisan ini adalah materi ceramah penulis yang telah disampaikan di Masjid Nurul Baried Kantor PT. Pos pada malam 17 ramadhan kemarin. 

Al-Qur’an, Allah Swt. hadirkan di tengah-tengah manusia supaya hidup manusia teratur dan tidak jatuh kemana-mana. Akan sangat berbahaya dan kacau kehidupan seluruh makhluk, terkhusus manusia kalau dalam menjalani hidupnya tidak punya pegangan. Ibaratnya berada di suatu tempat yang tinggi lalu ditimpa angin kencang atau badai yang dahsyat, maka kalau tidak punya pegangan atau ada pegangan tetapi tidak mau berpegangan, maka dipastikan akan terhempas dengan badai yang dahsyat itu. Itulah sebabnya Rasulullah dalam sabdanya “Aku tinggalkan 2 perkara, yang jika kamu berpegang teguh pada keduanya maka kalian tidak akan tersesat selama-lamanya (dunia sampai akhirat). Kedua perkara yang dimaksud adalah Al-Quran dan hadis Rasulullah”.

Lantas bagaimana cara menjadikan Al-Qur'an sebagai pegangan hidup??? Beberapa langkah yang harus ditempuh adalah;

  1. Membacanya. Patutlah kita prihatin jika masih ada saudara muslim kita tidak pandai membaca Al-Quran. Karena tidak mungkin berharap banyak mereka pahami isi kandungan Al-Quran kalau membacanya saja tidak tahu. Orang yang di masa hidupnya tidak pernah membaca Al-Quran (mengaji), adalah orang yang sangat merugi karena melewatkan begitu banyak kesempatan untuk memperbanyak bekal akhiratnya. Bukankah Rasulullah pernah bersabda “Aku tidaklah mengatakan alif lam mim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam itu satu huruf, dan mim itu satu huruf…” Setiap satu huruf diganjar pahala 10. Lain lagi kalau dibaca dalam shalat, diganjar 100 pahala setiap hurufnya. Demikian pula orang yang tidak pandai baca mengaji tidak akan mendapat penolong di akhirat kelak. Sabda Rasulullah di riwayat lain menyebutkan “Bacalah Al-Quran karena dia akan datang pada hari kiamat sebagai penolong bagi yang membacanya di dunia.
  2. Menghafalnya. Hendaknya setiap muslim berusaha semampunya untuk menghafal Al-Qur’an seluruhnya, atau setengahnya, atau se-juz, atau surah-surah pendek yang mudah dia hafal. Penghafal Al-Quran kata nabi adalah keluarga Allah di bumi. Maukah kita menjadi keluarga Allah di dunia?
  3. Mentadabburinya. Di samping kita baca lafazh ayatnya, hendaknya berusaha untuk memahami artinya dan tafsirnya melalui buku-buku tafsir para ulama. Agar supaya kita memahami ajaran yang terkandung pada ayat Al-Quran tersebut.
  4. Mengamalkannya. Hal  terpenting menjadikan Al-Quran sebagai pegangan hidup  adalah mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Al-Quran mengatur semua sendi kehidupan manusia di dunia sampai akhirat. Dari sanalah manusia tahu mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh. Manusia tidak dibenarkan bertindak sesuai dengan keinginan nafsunya, tetapi harus sesuai dengan petunjuk Al-Quran.

Al-Quran diturunkan oleh Allah Swt. melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad saw. Ada dua tahapan proses diturunkannya Al-Quran yakni Al-Quran diturunkan dari Lauh Mahfuz ke langit dunia dalam kitab yang utuh. Pada tahap ini, Al-Quran diturunkan pada malam lailatul qadar. Dan Al-Quran diturunkan secara bertahap melalui Malaikat Jibril kepada Rasulullah.  Ayat yang pertama kali diturunkan kepada Rasulullah adalah surat Al-Alaq ayat 1-5 saat berada di Gua Hira pada tahun 610 M. Saat itu Nabi Muhammad sedang menyepi untuk menenangkan hati.

Pada saat wahyu pertama ini turun, Rasulullah tidak bisa membaca. Oleh karena itu, Allah memerintahkan Nabi Muhammad untuk membaca melalui surat Al-Alaq. "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya," firman Allah dalam surat Al-Alaq ayat 1-5, ayat Al-Quran yang pertama kali diturunkan.

Surat Al-Alaq ayat 1-5 juga menjadi penanda diangkatnya Muhammad sebagai nabi dan rasul.. Setelah ayat ini, Al-Quran turun secara bertahap. Total, Al-Quran turun selama kurang lebih 23 tahun. Setiap ayat diturunkan menyesuaikan dengan problematika sosial, krisis moral, keagamaan, kisah-kisah para Nabi terdahulu hingga hikmah yang terjadi di masa nabi.

Ayat terakhir yang diturunkan melalui Malaikat Jibril kepada Rasulullah adalah surat Al-Maidah ayat 3. Ayat ini turun sesudah waktu Ashar pada hari Jumat di Padang Arafah saat musim haji terakhir. Setelah ayat ini turun, Rasulullah pergi dari Makkah ke Madinah untuk mengumpulkan para sahabat. Rasulullah memberikan kabar bahagia bahwa agama Islam telah sempurna dengan turunnya Al-Quran.

Ketika para sahabat mendengarnya, mereka pun bergembira seraya berkata, "Agama kita telah sempurna. Agama kita telah sempurna. Peristiwa dan sejarah turunnya Al-Quran itu kini diperingati sebagai malam nuzulul quran. Malam nuzulul quran adalah malam yang penuh keberkahan. Allah SWT akan melipat gandakan pahala umat Islam yang beribadah di malam ini.

Pada malam turunnya Al-Quran, para malaikat juga turun ke bumi untuk memberikan doa kepada setiap orang yang beribadah. Untuk mendapatkan keutamaan ini, Umat Islam dapat memperbanyak ibadah dengan beri'tikaf di masjid, tadarus Al-Quran, memperbanyak zikir, memperbanyak sedekah, salat tarawih dan witir hingga tahajud serta memperbaiki sikap dan perbuatan.

Itulah sejarah nuzulul quran, peristiwa turunnya Al-QuranWallahu a’lam bissawab

 

Penulis: Sage al Banna, S.Ag., M.Pd.




Previous PostAMBILLAH DIA KARENA MEMANG ENGKAULAH YANG PUNYA
Next PostPenutupan AJR TK Islam Athirah 2 Tampilkan Kegiatan Berbagi pada Anak Didik