image

Lepas Jalur Ketua OSIS Demi Tembus Fakultas Kedokteran, Ini Kisah Sukses Aldian Kurnia Mansjur

Beberapa PTN membuka jalur Ketua OSIS yaitu penerimaan mahasiwa baru melalui Jalur Program Pembinaan Bakat Kepemimpinan. Jalur ini khusus diperuntukkan bagi lulusan SMA yang pernah menjabat sebagai Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).  

Tahun 2020 Ketua OSIS SMA Islam Athirah 1 Makassar Periode 2018/2019, Muh. Afif Muflih berhasil lulus masuk ke Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin melalui Jalur Ketua OSIS .

Tahun 2021 Jalur Ketua OSIS juga terbuka lebar bagi Aldian Kurnia Mansjur, Ketua OSIS SMA Islam Athirah 1 Makassar Periode 2019/2020, tetapi jalur tersebut harus ikhlas dilepaskan karena jurusan yang diinginkan yaitu Kedokteran tidak tersedia dalam Jalur Ketua OSIS. Alhamdulillah putra bungsu dari pasangan Mansjur Nasir dan Umarwati Retno Sriwulan yang akrab disapa Aldian ini lulus Fakultas Kedokteran melalui jalur SBMPTN setelah tes UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer). Ketika dihubungi melalui WhatsApp, Aldian mengungkapkan alasannya melepaskan jalur tersebut.

“Beberapa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) memang membuka Jalur Ketua OSIS sebagai salah satu jalur memasuki Perguruan Tinggi Negeri tersebut. Mulai dari IPB, UNESA, UNHAS, UNAIR, dan juga UPN. Namun, berhubung perguruan tinggi negeri yang saya inginkan yaitu Universitas Hasanuddin (UNHAS) tidak membuka Jalur Ketua OSIS untuk Fakultas Kedokteran dan juga Fakultas Kedokteran Gigi maka saya tidak mengambil Jalur Ketua OSIS tersebut atau saya melepas Jalur Ketua OSIS tersebut karena fakultas yang saya inginkan yaitu Fakultas Kedokteran tidak tersedia untuk Jalur ketua OSIS. Saya lebih baik mencoba seluruh hal yang saya bisa, mengeluarkan seluruh tenaga yang saya bisa agar dapat berkuliah di tempat yang saya inginkan atau di fakultas yang saya inginkan daripada saya menjalankan sesuatu namun itu dalam keadaan terpaksa ataupun saya tidak nyaman dalam melakukan/menjalani hal tersebut,” kata Aldian, Kamis (5/8/2021).

Aldian juga mengungkapkan bahwa pilihan Fakultas Kedokteran tersebut merupakan keinginannya sendiri yang sangat didukung oleh kedua orang tuanya.

“Sama halnya seperti anak SMA atau anak muda yang lain ketika masuk SMA saya juga masih belum terlalu tahu apa yang ingin saya lakukan terhadap hidup saya ke depannya. Namun, ketika saya menginjak kelas XI SMA saya mulai tertarik dengan dunia kedokteran atau dengan dunia medis. Jadi, pilihan jurusan kedokteran ini merupakan keinginan saya sendiri yang sangat didukung oleh orang tua,” ujarnya.

Aldian menambahkan bahwa peran orang tuanya sangat besar dalam mensupport pemilihan Fakultas Kedokteran (FK) yang ia pilih.

“Sebenarnya orang tua saya punya satu peran dalam support jurusan Fakultas Kedokteran ini yang saya pilih. Jadi, orang tua saya sendiri dan keluarga-keluarga saya didominasi oleh tenaga medis mulai dari Dokter Umum dan Dokter Gigi. Jadi, mereka berperan sebagai motivator dalam hidup saya. Rasa tertarik saya dengan FK ini timbul karena adanya mereka. Saya melihat aktivitas mereka di RS, di klinik , jadi saya semakin tertarik memasuki FK untuk kuliah saya. Orang tua saya dan keluarga saya juga sangat mendukung jika saya juga turut masuk ke dunia kedokteran. Mereka bisa bangga dan saya juga bangga terhadap diri saya sendiri atas pencapaian saya ini,” tambahnya.

Bagi adik-adik kelas XII di Athirah utk persiapan lulus jurusan yang diinginkan, Aldian memberikan beberapa pesan.

“Jadi pesan saya bagi adik-adik kelas, untuk persiapan lulus di jurusan yang diinginkan yaitu Allah tidak meluluskan siapa yang pintar, tetapi Allah meluluskan siapa yang menurutnya pantas untuk lulus. Memang kita dituntut untuk belajar dan mendapatkan nilai yang tinggi agar dapat masuk di PTN yang kita inginkan. Karena memang itu nyata, setiap fakultas, setiap program studi, setiap universitas memiliki passing gradenya tersendiri agar kita dapat berkuliah di sana. Namun, kita tidak boleh lupa bahwasanya ada jalur yang lebih penting daripada jalur SNMPTN, SBMPTN ataupun jalur Mandiri yaitu ‘Jalur Langit’. Kalau bisa mulai dari sekarang doanya kalian itu dipermantap sholatnya jangan sampai kelewatan kalau bisa sholat tepat waktu setiap hari disempatkan untuk ngaji, tahajjud dan lain sebagainya. Karena saya sendiri sangat yakin bahwasanya jalur langit itu memang ada, Allah meluluskan orang-orang yang menurutnya pantas untuk diluluskan, bukan yang pintar-pintar saja," ucapnya.

Aldian juga membagikan beberapa tips yang dapat dilakukan bagi adik-adik kelas yang saat ini duduk di bangku kelas XII dalam persiapan untuk masuk di Fakultas Kedokteran atau fakultas favorit lainnya.

“Sebenarnya ada sangat banyak tips yang dapat kita dapatkan di internet mengenai bagaimana kita masuk ke dalam Fakultas Kedokteran yang bisa dibilang passing gradenya paling tinggi di antara semua fakultas. Saya sendiri memiliki satu prinsip yang juga dulu sempat saya terapkan dan juga tanamkan dalam diri saya, yaitu kita memang harus belajar, kita harus mempersiapkan untuk UTBK. Namun, kita tidak boleh melupakan mental health dan juga kesehatan fisik kita. Kita boleh belajar. Namun, sebelum belajar kita harus menyiapkan mental health dan juga harus menyiapkan niat kita sebaik mungkin. Jika mental health kita sudah siap, sudah stabil, jika niat kita sudah tertanam setelah itu baru kita mulai belajar. Namun, jangan lupa juga akan kesehatan fisik kita. Selain itu kita juga harus rajin berolahraga, harus tetap menjaga pola makan, menjaga pola tidur dan yang lainnya agar belajar kita tidak sia-sia. Jangan sampai sudah mendekati UTBK, tetapi kita jatuh sakit.”

“Bagi saya sendiri tidak ada tips yang spesifik bagaimana kita bisa masuk ke dalam Fakultas Kedokteran karena saya yakin bahwa setiap orang atau setiap individu itu memiliki gaya belajarnya masinng-masing. Ada yang mempunyai gaya belajar berfokus melalui penglihatan (visual), melalui pendengaran (auditori), dan lain sebagainya," tambahnya.

Untuk persiapan UTBK, Aldian membagikan beberapa tips yang dapat dilakukan bagi siswa kelas XII agar persiapannya lebih mantap lagi, yaitu: (1) Mengikuti bimbingan belajar agar bisa lebih banyak latihan soal dan juga lebih terbiasa lagi untuk mengerjakan soal dalam tekanan. Karena biasanya setiap soal dalam UTBK diberikan batasan waktu yaitu sekitar 55 detik sampai dengan 1 menit. Kalau memang tidak bisa masuk di bimbel yang offline, bisa masuk atau daftar di bimbel online. Ada banyak pilihannya mulai dari Pahamify, Zenius, Ruangguru, dan masih banyak lagi, (2) Boleh mulai belajar tapi jangan terlalu cepat. Jangan baru masuk kelas XII, sudah belajar. Karena jika masih di awal semester kelas XII atau semester 5 lebih baik fokus untuk memperbaiki nilai di sekolah, siapa tahu mendapatkan kuota di SNMPTN. Jadi jangan terlalu cepat mulai dan jangan juga terlalu lambat mulai. Yang paling ideal itu sekitar 4-5 bulan sebelum UTBK barulah mulai belajar atau pas masuk semester dua supaya materinya tidak cepat lupa dan juga lebih siap. Kemungkinan kalau mulai terlalu awal nantinya kita jadi malas-malasan atau materi yang dipelajari di awal itu sudah mulai terlupakan.

SMA Islam Athirah 1 Makassar patut berbangga karena ketika masih di bangku SMA, Aldian sudah berhasil menerbitkan buku pertamanya yang yang berjudul “How Studying Abroad Change my POV on Education”. Dalam bukunya, Aldian menuliskan pengalamannya ketika mengikuti program pertukaran siswa di Perancis selama 1 tahun, mulai 29 Agustus 2018 s.d 2 Juli 2019.


Penulis: Yusminiwati (Tim Web SMA Islam Athirah 1 Makassar)

Previous PostTingkatkan Wawasan Dasar Alquran Siswa, SMP Islam Athirah Bone Ubah Kelas VII Jadi Kelas Takhassus
Next PostTadabbur Jumat, Guru SMA Islam Athirah 1 Makassar Berbagi Tips Cara Menjaga Kesehatan Fisik Saat Pandemi