Asrama Putra Athirah Bone; Siap Tingkatkan Budaya Belajar dan Karakter Siswa
SMP-SMA Islam Athirah Bone adalah sekolah berasrama yang memberikan layanan 24 jam kepada siswa dan siswinya. Asrama adalah salah satu fasilitas yang harus memberikan layanan terbaik agar siswa dan siswi menjadi nyaman selama menuntut ilmu. Sekolah Islam Athirah Bone memiliki dua gedung asrama, yakni asrama putra dan gedung asrama putri. Dari keduanya, gedung asrama putra lebih dulu berdiri, yakni pada tahun 2014.
Asrama putra di Tahun Ajaran 2021/2022 akan digawangi oleh 5 orang Pembina, yakni Ustad Arisman, Ustad Syahril, Ustad Aldi, Ustad Agus Syam, dan Ustad Padli. Di bawah koordinasi Wakasek Tahfidz dan Keasramaan, H. Haeruddin, Lc. Kelimanya siaga dalam memberikan layanan di gedung berkapasitas 240 santri tersebut.
Asrama putra yang terdiri atas 2 lantai memiliki 84 kamar yang dibagi ke dalam 6 lorong. Masing-masing lorong terdiri atas 14 kamar. Masing-masing kamar dihuni 4 orang siswa. Setiap lantai disiapkan beberapa fasilitas di antaranya kamar mandi dan ruang cuci yang memadai, lapangan untuk jemuran, ruang UKS, Kamar penyimpanan gawai, dan kamar Pembina. Selain itu, untuk mendukung aktivits belajar siswa, telah disiapkan wifii internet yang berfungsi 24 jam.
Budaya belajar di asrama juga cukup terjaga dengan adanya pendampingan belajar dan tutor sebaya, baik dari Pembina maupun dari sesama siswa. Masing-masing kamar juga diatur level kelasnya, setiap kamar harus dihuni 2 orang siswa smp dan 2 orang siswa SMA, tujuannya adalah agar fungsi tutor sebaya dapat berlangsung optimal.
Program yang diunggulkan di Asrama Athirah Bone adalah No Bullyng dan Senioritas. Salah satu kuncinya adalah dengan menjaga rasio siswa dan guru, sanksi keras juga disiapkan untuk mengantisipasi munculnya perundungan sehingga siswa merasa aman dan nyaman berada di asrama.
Memasuki awal tahun ajaran baru. SMP-SMA Islam Athirah Bone mulai menerapkan PBM Tatap muka dengan adaptasi kebiasaan baru. Tentu ada harapan-harapan yang tersurat dari segenap Pembina sebagai sosok yang mengawal keberadaan siswa.
“Harapan kami sebagai pembina , yaitu semoga kami lebih baik dari tahun ajaran sebelumnya terutama dari menumbuhkan motivasi belajar siswa, dimana yang menjadi catatan di tahun ajaran sebelumnya. Kemudian di Akhlak, ini juga menjadi catatan penting kami, ini memang menjadi PR di setiap sekolah, untuk membentuk akhlak sesorang perlu usaha yang keras dan pantang menyerah. Kemudian harapan saya juga kepada siswa semoga di tahun ajaran baru ini siswa bisa lulus tahsin dan tahfidz 100%,” Ujar Ustad Syahril yang juga menjabat sebagai guru tahfidz. Nurholis_Tim Athirah Web

