image

Menambah Takwa dan Rasa Syukur Melalui Ibadah Kurban

“Dirikanlah shalat dan berkurbanlah (an nahr), (QS. Al Kautsar: 2)"

Keistimewaan Idulkurban tidak disia-siakan para siswa SMP Islam Athirah 2 Makassar yang menitipkan hewannya untuk disembelih di sekolah. Niat mereka berkurban untuk menjadi lebih dekat dengan kasih sayang Allah Swt. Setidaknya keistimewaan Idulkurban jangan engkau sia-siakan sebab umur kadang sulit menemui perulangannya jika ajal telah menjemput.

Senin (4/9/2017) yang cerah, matahari perlahan meninggi di ufuk timur membuat semangat para siswa tak kendur untuk tetap setia menantikan saat-saat menegangkan penyembelihan hewan kurban. Tepat  di sebelah masjid Fatimah seorang lelaki yang tak muda lagi membawa sebuah parang tajam mendekati kerumunan siswa. Bukan untuk mengajak berkelahi, melainkan ia yang akan menyembeli hewan kurban. Haji Nasir mulai memberikan nasihatnya kepada siswa sebelum parangnya diayunkan ke leher seekor kambing. Ia berkata "Kurban merupakan ibadah tua, setua Nabi Ibrahim. Pada saat itu ia bermimpi menyembelih anaknya sendiri yaitu Nabi Ismail".

Dari arah depan terdengar suara yang kompak bertanya. "Mengapa leher hewan tidak boleh putus saat disembelih ustaz?" celoteh tiga siswi dari kelas 7.3 utusan media jurnalistik SMP Islam Athirah 2 Makassar. Haji Nasir tersenyum mendengar antusias rasa ingin tahunya. Ia kemudian perlahan menjelaskan "Nak, kalau lehernya terputus maka itu makruh. Makanya saat berkurban, cukup dua uratnya terputus yaitu urat pernapasan dan urat makanan."

Haji Nasir kembali menegaskan disunnahkan untuk puasa tiga hari, yaitu puasa Tarwiyah 8 Zulhijah, puasa Arafah 9 Zulhijah, dan dilanjutkan 10 Zulhijah sebelum salat Idulkurban. Berkurban mesti dilakukan saat terbit matahari 10 Zulhijah setelah salat idulkurban, dan di hari tasyrik 11-13 Zulhijah.

"kenapa disebut hari tasyrik ustaz?" Tutur arel siswa yang ikut berkurban di sekolah.
"Tasyrik adalah hari disaat jemaah yang menunaikan ibadah haji sedang berada di mina. Pada tanggal tersebut, para jemaah haji melempar jumrah." Haji Nasir menjawab.

Maka berkurbanlah untuk melengkapi ibadahmu, berkurbanlah untuk membantu orang yang tidak bercukupan, Berkurbanlah untuk menambah takwa dan rasa syukur kita kepada Allah Swt.  (AKa)


Previous PostPRESENTASI "AKU UNIK CIPTAAN ALLAH
Next PostBerkurban Bukanlah Sedekah Biasa