Berkurban Bukanlah Sedekah Biasa
"Berkurban hewan dengan senilai dua juta rupiah masih jauh lebih mulia ketimbang berinfak dengan nilai yang sama. Berkurban merupakan ibadah yang sangat agung dan mulia. Janganlah berkurban hanya untuk berbangga dengan harta yang dimiliki, melainkan berkurbanlah karena keikhlasan dengan niat yang saleh. Ikhlas bukanlah saat kita mengatakan, “aku sudah ikhlas”. Pada dasarnya keikhlasan bukan sesuatu yang diucapkan oleh mulut, melainkan dari hati. Saat kita ikhlas, itu berarti kita tidak akan mengungkitnya lagi ke belakang." Tutur pak Umar Thamrin.
Arel siswa kelas 8.1 duduk tepat di bagian sudut depan aula Sekolah mendengarkan dengan serius sambutan Wakasek Kesiswaan dan Keagamaan sambil menganggukkan kepala kebawah dan keatas. Ia salah satu siswa yang juga pada hari itu berkurban di sekolah. Sebelum pak Umar memberikan sambutannya ia sudah membisikkan kepada Filsah ketua OSIS SMP Islam athirah 2 Makassar untuk menyerahkan langsung daging kurbannya ke panti asuhan yang disepakati tanpa harus ikut kesana, karena takut dianggap riya. Jatah sepertiga kurban untuk dirinya pun diberikan kepada Wali Kelasnya. Filsah sangat mengapresiasi niat baik arel.
Filsah selaku ketua OSIS bersama pengurus di bidang Rohani Islam berangkat menuju panti asuhan Ashalihin didampingi langsung oleh pak Umar Thamrin.
Pengurus panti asuhan Ashalihin mengucapkan banyak terima kasih atas kunjungan guru dan siswa SMP Islam Athirah 2 Makassar. Tak lupa pula ia bersyukur kepada Allah Swt. atas nikmat hayat (kehidupan) yang diberikan kepada keluarga besarnya di panti asuhan Ashalihin. (AKa)

