Ada Apa Dengan Valantine Day
Valentine day atau biasa disebut dengan Hari Kasih Sayang merupakan kegiatan yang identik dengan remaja. Peringatan valentine day ditandai dengan saling tukar kado, memberikan bunga atau coklat kepada pasangan, pacaran dan bahkan ada yang sampai melakukan perzinahan.
Lalu bagaimana Boarding School Athirah Bukit Baruga menyikapi valentine day ini? Boarding School Athirah Bukit Baruga telah mengadakan webinar seminggu sebelum hari valentine, tepatnya pada tanggal 7 februari 2021. Webinar ini dilaksanakan dalam rangka untuk memberikan pemahaman terhadap siswa bahwa perayaan tersebut bukanlah bagian dari islam.
Ustaz Sultan, S.Pd selaku narasumber webinar dan juga pembina Boarding School Athirah Bukit Baruga menjelaskan bahwa, Valentine bukanlah dari islam. Kegiatan ini merupakan acara non muslim. Islam malarang kita memeriahkan acara dan memakai atribut-atribut yang terkait dengan hari valentine.
Ini sesuai dengan hadist yang di sampaikan oleh Nabi SAW.
“Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia adalah bagian dari kaum tersebut.”
Dan diperkuat lagi dengan hadist yang lain:
"Kiamat tidak akan terjadi hingga ummatku mengikuti jalan generasi sebelumnya, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Sampai jika orang orang itu masuk ke lubang dhob (lubang yang sempit) pasti kalian akan mengikutinya. Lalu para sahabat bertanya, apakah itu adalah orang Yahudi dan Nasrani.? Rasulullah menjawab lantas siapa lagi.”(HR.MUSLIM).
Dalam kegiatan webinar ini, siswa(i) sangat antusias mengikutinya, ditandai dengan peserta yang sejumlah 97 orang. Peserta begitu aktif dalam mengajukan pertanyaan terkait valentine day, di antara pertanyaannya adalah:
1. Bagaimana hukum berbelanja di tempat yang memberikan diskon dalam rangka memperingati valentine day?
Jawaban :
Hukum berbelanja di tempat yang memberikan diskon dalam perayaan valentine dibolehkan. Sesuai pendapat Imam Ahmad dan dikuatkan oleh syekhul islam Ibnu Taimiyah bahwa bermuamalah dengan non muslim dibolehkan seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah, dan ini tidak termasuk dalam tolong menolong dalam melakukan keburukan.
2. Bagaimana hukum orang yang merayakan valantine day?
Jawaban:
Merayakan hari raya selain yang di contohkan Nabi itu dilarang karena ini merupakan perbuatan tasyabbuh seperti yang ustad tadi jelaskan sebelumnya.
3. Bagaiamana hukum orang yang pacaran setelah menikah?
Jawaban:
Pacaran setelah menikah. Inilah yang dicontohkan oleh Rasulullah. Kemudian pasti akan muncul pertanyaan bagaimana kita menikah dengan orang yang kita tidak kenali tanpa pacaran?, Rasulullah telah mengajarkan kita bagaimana mengenal pasangan kita dengan proses ta'aruf.
4. Bagaimana dengan tukaran kado atau coklat sebelum atau setelah valentine day?
Jawaban:
Saling memberi hadiah di luar hari valentine justru sangat di anjurkan, karena dapat memperkuat ukhuwah. Tetapi, saling memberi hadiah perlu hati-hati, dalam artian laki laki ke perempuan atau sebaliknya, Jangan ada maksud terselubungnya.
Untuk menyelamatkan anak-anak kita dari perbuatan yang dapat merusak masa depannya. Maka sangat penting bagi kita untuk senantiasa mengingatkan dan memberikan pemahaman terhadap hal-hal buruk, salah satunya adalah peringatan valentine day.
Penulis, Wahyudin Agustia Putra, S.Pd.I

