Belajar di Rumah Karena Corona
Sekolah-sekolah yang ada di wilayah Indonesia terpaksa
diliburkan khususnya di Sulawesi Selatan. Hal ini terjadi karena adanya
kekhawatiran tempat belajar bisa menjadi sumber penyebaran virus. Tepatnya pada
bulan maret pekan ke II anak-anak yang tinggal di boarding school Sekolah Islam
Athirah terpaksa dipulangkan ke rumah
karena takutnya penyebaran covid ini meluas dan memberikan pemahaman ke anak-agar tidak panik mendengar berita
covid 19.
Awalnya sekolah meliburkan para siswa selama 2 pekan
karena ini merupakan waktu yang disarankan dalam protocol penanganan covid-19
untuk memastikan tidak ada gejala. Libur bukan berarti bebas dari tugas sekolah
ataupun asrama, tetapi tetap mengadakan kegiatan belajar mengajar secara online
di rumah.
Pembelajaran dengan system seperti
membutuhkan peran aktif orang tua dalam mengawasi anak-anak terutama ditingkat
sd dan PAUD karena kebanyakan dari mereka belum begitu paham dengan
pembelajaran dengan system online. Orang tua penting sekali dilibatkan dalam
proses belajar di rumah, melalui strategi ini guru ataupun pembina asrama
berkomunikasi dengan orang tua terkait
tugas bahkan pemantauan proses belajar. Apabila terjalin kerja sama yang baik
antara guru dan orang tua maka siswa tidak
mengalami hambatan dalam belajar dan tidak ketinggalan pengetahuan. Semoga
dengan adanya kerja sama yang baik antara guru, orang tua dan siswa menjadi
solusi pembelajaran karena kondisi darurat covid 19.
Meskipun anak-anak berada di rumah,
orang tua tetap melakukan kebiasaan yang selalu diterapkan di asrama. Misalnya
,anak harus bangun salat tahajud, salat subuh, mandi, sarapan, dan bersiap-siap
ke sekolah. Disamping itu biasanya di asrama anak-anak bada magrib ada kegiatan
tahfidz jadi selama LFH program itu tetap dijalankan dengan meminta bantuan
orang tua untuk menginngatkan anak-anak untuk ikut kelas tahfidz melalui group
wa atau melakukan video conference dengan guru tahfidznya atau mengirim setoran
hapalan. Dengan begitu anak-anak melakukan banyak aktivitas di rumah bersama keluarga mulai dari membantu
beres-beres rumah, membantu ibu memasak, berolahraga, membaca buku hingga sekedar berkumpul untuk berbicara satu
sama lain.
Peran orang tua untuk mengingatkan anaknya, meski
mereka berada di rumah, bukan berarti mereka bisa bersantai dan main hp
sepanjang hari. Anak juga memiliki tanggung jawab yang harus diselesaikan yaitu tugas sekolah dan asrama. Untuk itu
guru setiap saat menghubungi orang tua tentang tugas yang belum terselesaikan.
Maka dari itu orang tua dan anak-anak membuat jadwal untuk menyelesaikan tugas
yang diberikan dengan tepat waktu.

