Membatasi Waktu Menggunakan Gadget
Bisakah
hidup tanpa gadget di dalam genggaman?. Tentu saja bisa. Tetapi, Anda akan
menjawab tidak bisa, bila seluruh pikiran, habitus, dan hati Anda sudah
terlilit dan kecanduan pengaruh aura gadged selama bertahun tahun lamanya.
Dikutip dari
bulelengkab.go.id, Gadget adalah sebuah istilah yang berasal dari bahasa
Inggris, yang artinya perangkat elektronik kecil yang memiliki fungsi khusus.
Dalam bahasa Indonesia, gadget disebut sebagai “acang”. Salah satu hal yang
membedakan gadget dengan perangkat elektronik lainnya adalah unsur “kebaruan”.
Artinya, dari hari ke hari gadget selalu muncul dengan menyajikan teknologi
terbaru yang membuat hidup manusia menjadi lebih praktis.
Untuk
membuktikan hipotesa (bisa tanpa gadget), bikinlah experimen kecil-kecilan di
dalam rumah. Ciptakan rumah Anda tanpa gadged selama satu minggu. Apa yang akan
terjadi. Setelah itu evaluasi apa yang kurang bila tadak menggunakan gadged
selama satu minggu.
Mengapa
gadged perlu dibatasi karena beberapa pertimbangan manfaat dan mudhorat :
Seperti,
anak anak banyak bermain gadged ketimbang belajar, waktu lebih banyak di depan
gadged ketimbang bersosialisasi dan keluarga sering " bertengkar"
gara-gara lebih memperhatikan gadget daripada anggota keluarga.
Kalau
tiga faktor ini dianggap mengganggu kehidupan Anda, maka Anda layak
mempertimbangkan untuk membatasi waktu menggunakan gadget.
Di
jaman sekarang ini, gadged lebih strategis dan penting ketimbang madia elektronik
seperti TV. Hanya program berita yang dinilai dapat menambah wawasan dan
pendidikan. Namun bagi anak usia sekolah, baik SD, SMP, maupun SMA, berita
tidak terlalu penting, bahkan tidak penting. Apalagi berita soal Pilkada dan
perilaku politisi yang menyebalkan hati. Mereka akan lebih asik dengan gadged
digenggamannya.
Sebenarnya,
logikanya sederhana, apa yang ada di TV sudah pasti ada di gadget. Tapi apa yang
ada di gadget belum tentu ada di TV. Gadget lebih komprensive. Inilah salahsatu
manfaat gadget.
Walau memberi begitu banyak keuntungan bagi
pemakainya, jika tidak bijak dalam menggunakannya, gadget bisa memberi
kerugian. Salah satunya, ketidakmampuan untuk hidup sendiri. Seperti yang
sering kita lihat di sosial media, hampir tiap saat para pengguna facebook
ingin bercerita tentang hidupnya kepada orang lain lewat update status. Serta
menggunakan gadget untuk mengakses hal-hal yang negatif.
Terlepas dari efek negatifnya, gadget bisa
memudahkan hidup kita, hampir semua kebutuhan hidup serta hiburan kita sudah
tersedia pada layar gadged, namun kita perlu membatasi waktu penggunaannya
sehingga tidak mengganggu waktu berharga bersama keluarga dan sahabat.
Penulis: Yusran

