image

3 Guru SMP Islam Athirah 1 Makassar Ikuti Lokakarya 0 Pendidikan Guru Penggerak

Ada 3 guru SMP Islam Athirah I Makassar  yang terpilih menjadi guru penggerak, diantaranya yaitu Rini Budiarti, M.Pd., Mubasriani, Rushadi,S.Si,S.Pd., M.Pd., dan Fajaruddin, S.Pd .Ketiganya telah mengikuti lokakarya ke-0 program Pendidikan Guru Penggerak. Acara yang digelar pada tanggal 10 April 2021 ini bertempat di Hotel Gand Asia, Jalan Boulevard No.10 Makassar. Lokakarya ini menghadirkan sekitar 200 orang peserta yang terdiri dari calon guru penggerak, pendamping guru penggerak, kepala sekolah, serta pejabat Dinas Pendidikan

Lokakarya ke-0 digelar di berbagai daerah di Indonesia,pelaksnaannya kisaran tanggal 5-10 April 2021 yang difasilitasi oleh berbagai P4TK. Untuk wilayah Sulawesi Selatan difasilitasi oleh P4TK Penjas dan BK. Lokakarya ke-0 merupakan pertemuan luring pra pelatihan program pendidikan guru penggerak. Kegiatan ini secara resmi baru akan dibuka serentak se Indonesia oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, secara live melalui channel Kemdikbud pada hari selasa tanggal 13 April 2021.

Banyak tahapan yang telah dialui oleh calon guru penggerak untuk sampai pada tahap lokakarya ke-0. Tahap pertama adalah seleksi berkas, lalu membuat essay. Tahap berikutnya yaitu tes kemampuan akademik dan tes kemampuan mengajar. Untuk tes mengajar, calon guru penggerak harus membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang murni dibuat oleh sendiri, berinovasi sendiri lalu diunggah pada laman guru berbagi di SIM PKB. Tes mengajar dilaksakan melalui google meet dengan mengacu pada RPP yang sudah dibuat. Tahap terakhir adalah tes wawancara secara tatap muka virtual oleh panitia dari Kemdikbud.

Setelah dinyatakan lulus untuk mengikuti program pendidikan guru penggerak, calon guru penggerak harus siap mengikuti diklat yang akan berlangsung selama 9 bulan melalui LMS. Satu kali dalam setiap bulannya akan diadakan pertemuan secara luring melalui kegiatan lokakarya. Program ini memang sangat panjang dan rentan mengganggu tupoksi guru. Oleh karena itu,diperlukan komitmen yang kuat dari semua pihak untuk mendukung program ini, baik dari calon guru penggerak, kepala sekolah maupun pemangku kebijakan.

Pada lokakarya 0 berbagai kekhawatiran serta harapan mengenai program ini dibahas melalui suatu diskusi pada kelompok kecil. Satu kelompok kecil terdiri dari 4 orang calon guru penggerak, 1 orang pendamping guru penggerak, serta beberapa orang kepala sekolah yang sempat hadir pada kegiatan ini. Melalui diskusi tersebut dilahirkanlah suatu rumusan strategi dalam mengatasi kekhawatiran serta mewujudkan berbagai harapan. Pada sesi terakhir lokakarya ini dirumuskan komitmen bersama dimana hal ini tentu saja akan melengkapi pakta ingegritas yang sebelumnya telah ditandatangani oleh seluruh calon guru penggerak


Laporan:Rini Budiarti,M.Pd


Previous PostGelar Tarhib Ramadhan, Athirah Bone hadirkan Ketua DPD Wahdah Islamiyah
Next PostSiap Tatap Muka; Guru karyawan Athirah Bone Vaksinasi Tahap II