image

Warga Sekolah Islam Athirah Jadi Volunteer Penanaman Pohon Mangrove Bersama Yayasan Hadji Kalla

Hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh di air payau dan dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Hutan ini tumbuh khususnya di tempat-tempat terjadinya proses pelumpuran dan akumulasi organik. Kehadiran mangrove sangat berpengaruh terhadap kelestarian biota laut. Selain itu, mangrove yang tumbuh berjajar menjadi benteng pencegah abrasi pantai oleh gelombang air laut.

 

Mengingat besarnya manfaat hutan mangrove tersebut, Yayasan Hadji Kalla melalui Bidang Humanity and Environment menginisiasi masyarakat ikut melestarikan lingkungan melalui penanaman mangrove sebanyak 5500 pohon di pesisir pantai Kelurahan Untia Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar (Minggu, 31/08/2019).

 

Kegiatan pelestarian lingkungan itu sebelumnya telah dilakukan bulan april lalu dengan menanam 9500 bibit pohon mangrove. Menurut Manager Program Humanity and Environment Yayasan Hadji Kalla, Abdul Hakim menjelaskan bahwa penanaman mangrove ini merupakan upaya mitigasi bencana.

“kegiatan ini kita laksanakan sebagai upaya mitigasi bencana, antisipasi apabila terjadi tsunami, mangrove bisa menjadi benteng pertama sebelum masuk ke perkampungan, juga mencegah abrasi pantai” jelas hakim dalam keterangan tertulisnya via whatsapp (Senin, 2/09/2019).

 

Hakim juga menjelaskan bahwa kegiatan peduli lingkungan itu melibatkan banyak relawan dari berbagai komunitas peduli lingkungan, satu di antaranya adalah Sekolah Islam Athirah yang diwakili sebanyak 12 orang guru dan 39 orang siswa.

 

"ada athirah dan berbagai komunitas peduli lingkungan, baik yang berbasis kampus maupun umum”

Keikutsertaan warga Athirah sebagai relawan dalam kegiatan itu juga mendapat komentar dari Kepala Departemen Hubungan Masyarakat Sekolah Islam Athirah, Mas Aman Uppi, S.Pd., M.Pd. Menurutnya, penanaman mangrove merupakan gerakan yang perlu digalakkan tidak hanya pada siswa SMA tetapi juga pada siswa SD.

 

“penanaman mangrove merupakan salah satu usaha melestarikan alam, adanya ekosistem kehidupan yang saling membutuhkan, jadi gerakan yang dilakukan guru dan siswa Athirah adalah hal yang baik yang perlu digalakkan. Bukan hanya sebatas siswa SMA saja tapi sampai (tingkat) SD pun bisa kita lakukan secara bersama” papar Aman.

 

“ini hal positif, kalau selama ini hanya pemerhati lingkungan atau organisasi tertentu saja yang peduli dengan kehidupan, (sekarang) guru dan siswa athirah mulai melakukan aksi yang sama” tandasnya.

 

Sementara itu, guru SMA Islam Athirah 1 Makassar, Rismawati Razak, S.Pd., M.Pd. mengungkapkan kesannya mengikuti aksi peduli lingkungan tersebut, menurut Risma keikutsertaannya itu adalah pengalaman yang sangat berharga.

 

“ini pengalaman pertama saya (menanam mangrove), ini pengalaman yang sangat berharga, saya sangat bersyukur bisa ikut andil menjaga dan melestarikan lingkungan” ungkap Risma.

 

“dengan adanya kegiatan seperti ini peserta didik kami juga ikut belajar dan lebih mencintai lingkungan, semoga kedepannya kami bisa dilibatkan kembali sebagain relawan” tambah guru Biologi ini.

Penulis: Sukri Muhammad

Previous PostJelang Pesta Demokrasi, Kepala SMA Islam Athirah 1 Makassar Lantik KPU
Next PostUnik! Sebelum Masuk Kelas, SIswa SD Islam Athirah 1 Makassar Sambung Ayat