Siswa SMP Islam Athirah Bone Sabet Juara Nasional Lewat Game Edukasi Anti Korupsi
Klik untuk mendengarkan isi berita dalam Bahasa Indonesia.
Prestasi membanggakan kembali
ditorehkan oleh siswa SMP Islam Athirah Bone. Abyan Hendra Pratama dan Muhammad
Azka Dhiyaulhaq berhasil meraih Juara III dalam ajang Lomba Cipta Game Nasional
2026 Powered by Artificial Intelligence kategori SMP dengan tema “Indonesia
Tanpa Korupsi: The Game Makers Movement”. kabar membanggakan tersebut dipastikan setelah pengumuman disampaikan sesaat setelah presentasi pada final di hari Sabtu (17/5).
Kompetisi ini diselenggarakan
oleh Clevio Innovator Camp dan didukung oleh Yayasan PADI Berdaya Improve
Foundation, Kementerian Ekonomi Kreatif, serta Asosiasi Game Indonesia. Rangkaian kegiatan Game Hackathon Online tersebut berlangsung pada tanggal 9 hingga 17 Mei 2026.
Selama pelaksanaan hackathon,
seluruh peserta ditantang untuk mendesain dan mengembangkan game secara mandiri
sesuai ide dan kreativitas masing-masing. Setelah tahap pengumpulan karya,
peserta terbaik dipilih untuk melaju ke babak final dan mempresentasikan game
mereka secara hybrid, yakni di Mall Ciputra Cibubur serta melalui Zoom Meeting.
Dalam kompetisi tersebut, Abyan
dan Azka menghadirkan sebuah game berjudul “Detektif Anti Korupsi”. Game ini
mengusung konsep petualangan investigasi yang memadukan unsur edukasi dengan
gameplay yang menarik dan modern. Pemain akan berperan sebagai seorang detektif
yang bertugas mengungkap praktik korupsi melalui berbagai tantangan dan misi
rahasia.
Game “Detektif Anti Korupsi”
dilengkapi dengan berbagai fitur menarik seperti stealth system, investigasi
kasus, hacking mini game, musuh patroli, dialog system, hingga multiple ending
yang membuat setiap keputusan pemain memengaruhi jalannya cerita. Tidak hanya
itu, game ini juga didukung efek hujan, sound atmosferik, dan tampilan pixel
art modern yang membuat pengalaman bermain menjadi lebih hidup dan imersif.
Keunggulan utama game ini
terletak pada konsep edukatif dan interaktif yang mudah dimainkan melalui
browser. Melalui permainan tersebut, pemain diajak memahami pentingnya
kejujuran serta bahaya korupsi dengan cara yang lebih menyenangkan dan dekat
dengan generasi muda.
Menurut Abyan dan Azka, isu
korupsi sering kali dianggap membosankan oleh anak muda apabila hanya
dipelajari melalui buku pelajaran. Padahal, dampak korupsi sangat besar
terhadap masa depan bangsa. Karena itulah, mereka mencoba menghadirkan solusi
kreatif melalui media game agar pesan moral tentang integritas dapat diterima
dengan lebih efektif.
“Lewat game ‘Detektif Anti
Korupsi’, kami ingin membuat nilai kejujuran dan bahaya korupsi menjadi sebuah
game petualangan yang seru, interaktif, dan menantang untuk dimainkan,” ujar
mereka.
Diwawancarai terpisah, Pendamping
sekaligue pembimbing Tim SMP Islam Athirah, Mutiara, S.Pd. mengungkapkan bahwa dalam
5 hari Hackathon, timnya mampu menyelesaikan game ini dengan sangat baik. Meski
sempat terkendala error program, kerja keras tim membuahkan hasil. Guru
Informatika di SMP Islam Athirah Bone tersebut berharap prestasi ini memotivasi
Abyan dan Azka untuk terus mengasah kemampuan codingnya.
“Alhamdulillah dalam 5 hari
Hackathon, mereka mampu menyelesaikan game ini dengan sangat baik. Meski sempat
terkendala error program, kerja keras mereka membuahkan hasil. Semoga prestasi
ini memotivasi Abyan dan Azka untuk terus mengasah kemampuan coding,”
Ungkapnya.
Kepala SMP Islam Athirah Bone juga
turut menanggapi capaian siswa-siswanya tersebut. Menurutnya, prestasi ini
menjadi bukti bahwa kreativitas generasi muda dapat menjadi sarana edukasi yang
inovatif sekaligus inspiratif. Dengan memanfaatkan teknologi dan kecerdasan
buatan, siswa mampu menghadirkan karya digital yang tidak hanya menghibur,
tetapi juga memberikan dampak positif bagi Masyarakat. Tim Athirah Web
