image

Tingkatkan Pemahaman Al Quran, Guru SD Islam Athirah 1 Makassar Pelajari Tujuh Tahapan Pembelajaran Metode Ummi

Peningkatan kualitas mengajar masih terus dilakukan oleh guru SD Islam Athirah 1 Makassar. Tak henti-hentinya guru melakukan peningkatan di bidang Al-Quran dan juga Bahasa Inggris. Seperti yang dilaksanakan pada Jumat (6/8/2021), SD Islam Athirah 1 Makassar kembali menggelar forum Jumat unit bertemakan Al-Quran. Ini merupakan Jumat kedua para guru melakukan pengembangan di bidang Al Quran.

Wakil Kepala SD Islam Athirah 1 Makassar Bidang Kesiswaan dan Keagamaan, Jamaluddin Muhlis, S.Ag., M.Pd.I menyampaikan bahwa di forum Jumat kali ini para guru akan belajar bersama-sama mengenai tata cara mengajarkan metode Ummi kepada anak-anak. 

“Mudah-mudahan kita bisa memahami dan melaksanakan pengajaran Ummi. Ketika kita sudah mempelajari dan lalu mengajarkannya maka kita akan mendapat pahala. Melalui pahala kita akan mendapat ridho dan magfirah dari Allah SWT. Ini kita lakukan bersama semata-mata untuk memperbaiki dunia kita terutama akhirat kita,” ucapnya saat memberikan open mind.

Pada kegiatan forum Jumat ini, Harisman, S.Pd. diamanahi oleh koordinator Al Quran untuk menjadi pemateri. Ia diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman mengajar metode Ummi. Dalam kesempatan tersebut ia menjelaskan tentang pembagian waktu pembelajaran metode Ummidan juga tahapan pembelajaran metode Ummi. Menurutnya ada tujuh tahapan pembelajaran Ummi diantaranya : pembukaan, apersepsi, penanaman konsep, pemahaman konsep, latihan keterampilan, evaluasi, dan penutup. 

“Di apersepsi, siswa murojaah terlebih dahulu hafalan lama lalu ditambahkan dengan hafalan yang baru. Baik per ayat ataupun per surah disesuaikan dengan target. Di pemahaman konsep kita bisa memilih siswa untuk membaca secara terampil menggunakan alat peraga. Memastikan apakah siswa paham atau tidak tentunya menggunakan alat peraga sesuai jilidnya,” ucap Ustad yang akrab disapa dengan Ustad Harisman.

Selanjutnya ia juga menjelaskan tentang pembagian waktu pembelajaran metode Ummi jilid 1-6 dan Al Quran. Ia menjelaskan bahwa 5 menit pertama itu pembukaan (salam, doa pembuka, dll), 10 menit hafalan surah pendek (juz amma) sesuai target, 10 menit klasikal (dengan alat peraga), 30 menit individual baca simak/baca simak murni, dan terakhir 5 menit drill dan doa penutup.

Terakhir ia menjelaskan bahwa keberhasilan siswa 60 ?a pada alat peraga jadi ketika tidak efektif dalam alat peraga maka siswa akan kurang memahami materi. Jadi betul-betul harus diefektifkan. Dalam penggunaan alat peraga.

Setelah mendengarkan penjelasan dari pemateri kemudian dilanjutkan dengan simulasi pengajaran Al Quran oleh salah satu wali kelas yang diperbantukan mengajar Al Quran, Ahriani, S.Pd. 

Sementara itu Kepala SD Islam Athirah 1 Makassar, Khasan, S.Pd mengucapkan terimakasih banyak kepada seluruh guru terutama guru yang diperbantukan mengajarkan Al Quran. “Insya Allah dalam waktu dekat akan diadakan pelatihan secara offline untuk lebih melatih confident rekan-rekan guru dan fokus dalam memberikan masukan-masukannya. 

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Arfyuni Firman, S.Pd.,M.Pd. juga menambahkan juga berterimakasih kepada rekan-rekan guru atas kesediannya selama dua Jumat berturut-turut melaksanakan pengembangan Al Quran. 

“Sedikit banyaknya semoga kita memetik sebuah pembelajaran dari kegiatan kita hari ini. Walaupun kita tidak termasuk tenaga yang diperbantukan tapi tehaun-tahun berikutnya kita harus siap. Siap mengajarkan Al Quran karena dengan Al Quran amalan kita akan dilipatgandakan oleh Allah SWT,” ungkapnya saat sesi closing.

Penulis : Syahriyanti (Tim Web SD Islam Athirah 1 Makassar)


Previous PostTadabbur Jumat, Guru SMA Islam Athirah 1 Makassar Berbagi Tips Cara Menjaga Kesehatan Fisik Saat Pandemi
Next PostSMP Islam Athirah Bone Lakukan Peremajaan Sarana Belajar Siswa