Hebat, Siswi SD Islam Athirah 2 Makassar Sabet Dua Medali Emas Sekaligus di Ajang FUSC 2022
Siswi SD Islam Athirah 2 Makassar kelas IV.1 Al-Hakim ini kembali mengukir prestasi di tingkat Nasional. Ialah Raden Rara Najla Alia Sasikirana, sukses menyabet dua medali Emas sekaligus pada Kompetisi FUSC (FKIP UISU Science Competition) 2022.
Kompetisi ini diselenggarakan oleh Pusat Kejuaraan Sains Nasional (Puskanas). Kompetisi ini dilaksanakan secara online pada Ahad (17/4/2022). Adapun pengumuman pemenangnya pada Rabu (20/4/2022).
Siswi yang akrab disapa Sasi itu, berhasil meraih medali Emas pada bidang Bahasa Inggris atau urutan ke-9 dari 332 peserta. Medali Emas kedua pada bidang IPA atau urutan ke-22 dari 452 peserta.
Mengetahui capaian tersebut, H. Muhammad Azis, S.Pd., M.Pd. selaku Kepala SD Islam Athirah 2 Makassar mengucapkan rasa syukur kepada Allah dan memberikan ucapan selamat atas prestasi demi prestasi yang telah dicapai anak didiknya tersebut.
“Alhamdulillah, prestasi demi prestasi telah diukir ananda dibeberapa event. Kali ini dia mempersembahkan lagi dua medali Emas secara bersamaan, yakni IPA dan Bahasa Inggris. Dukungan ayah bunda yang luar biasa adalah kunci sukses ananda. Sekali lagi, selamat dan sukses, semoga ke depan prestasi terus dipersembahkan untuk sekolah,” ucap H. Azis.
Ditanya mengenai persiapan sebelum mengikuti lomba, ananda Sasi mengaku bahwa pada Sabtu dia belajar dari pagi hari sampai zuhur, kemudian dilanjutkan lagi dari ba’da asar sampai sebelum berbuka puasa, sehingga pada malam hari dia masih ada waktu untuk tarawih dan istirahat cukup. Dirinya senang sekali, apalagi sudah lama tidak mengikuti kompetisi.
Abi Dzar Al Ghifari, S.Pd. selaku Wali Kelas IV.1 Al-Hakim dan Armitha selaku ibunda ananda Sasi bersyukur melihat pencapaian ananda Sasi yang kembali mengharumkan nama sekolah. Mereka juga berpesan agar ananda tetap rendah hati dan berharap menjadi penyemangat ananda untuk terus belajar.
“Alhamdulilah, kembali ananda mengharumkan nama Sekolah Islam Athirah, khususnya SD Islam Athirah 2, dan ini menunjukkan bulan Ramadan bukan untuk malas-malasan, tetapi harus lebih aktif dan produktif lagi. Insyaallah berkah ramadan menyertai keberhasilan ananda Sasi. Terakhir, sekali lagi Pak Abi sampaikan, jangan sombong, tetap rendah hati, tetaplah dipuji tidak terbang dan dihina tidak tumbang. Barakallahu fiik,” tutur Pak Abi.
“Alhamdulillah, ini merupakan pencapaian emas yang pertama ananda Sasi untuk bidang IPA, rasanya kaget apalagi dibarengi dengan emas dari Bahasa Inggris. Semoga menjadi penyemangat ananda Sasi untuk terus belajar,” ungkap ibunda Armitha.
Citizen Reporter: Muhammad Ryan Israfan

