image

PATRIOTISME DALAM BINGKAI KEISLAMAN

Penulis: Al-Mar’atu Sholihah, S.Ag

(Pembina Putri Boarding School Athirah Bukit Baruga).

Patriotisme merupakan salah satu karakter unsur dalam berbangsa dan bernegara yang dijejalkan dan disebarluaskan untuk menjaga identitas dan keutuhan negara. Patriotisme sendiri memiliki arti sifat kepahlawanan atau jiwa pahlawan, dapat disimpulkan bahwa sikap patriotisme adalah sikap seseorang yang rela mengorbankan segalanya untuk kepentingan bangsa dan negaranya, dengan kata lain Patriotisme  mengacu pada perasaan keterikatan seseorang dan loyalitas yang kuat terhadap negaranya. 

Kemudian apabila kata Patriotisme disandingkan dengan Islam , maka Patriotisme Islam adalah sikap rela mengorbankan kepentingan dunia untuk kepentingan syiar Islam, dalam hal ini adalah memahami nilai-nilai taqwa dan mencintai tanah air serta memperjuangkan nilai-nilai bangsa sesuai dengan isi kandungan al-Qur’an. Mengapa membangun sikap Patriotisme dalam kehidupan berbangasa dan bernegara itu dianggap penting? Karena melalui sikap Patriotisme adalah salah satu benteng untuk menjaga keamanan dan keutuhan ideologi negara dari pemikiran yang dianggap asing dan tidak sejalan dengan jati diri bangsa.

Perlu juga untuk diketahui bahwa Patriotisme sebagai salah satu bentuk karakter tentu tidak terbentuk dengan sendirinya. Untuk membentuk karakter Patriotisme diperlukan proses pendidikan dan pembudayaan terlebih dahulu, terlebih di era modern saat ini yang secara terang-terangan tidak terjadi lagi penjajahan, oleh karenanya membentuk sikap Patriotisme tidak lagi dengan menggunakan ketangkasan, melawan penjajah, membunuh busuh dan lain sebagainya yang dianggap kasar dan tidak pantas dilakukan saat ini. Sikap Patriotisme dibentuk oleh hal-hal yang lebih sederhana dan lebih dekat pula dengan kita. Salah satunya adalah dengan membudayakan rasa cinta tanah air, serta menjaga ketentraman dan keutuhan dalam kehidupan yang terdapat beberapa karakter dan bermacam-macam budaya, menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama, dan bangga dalam pola kehidupan yang beragam. Memperingati hari-hari penting untuk bangsa juga patut untuk dilaksanakan agar senantiasa terekam dalam memori setiap generasi guna membangun kembali semangat kebangsaan.

Islam adalah agama yang mengajarkan umatnya untuk mencintai negaranya dengan sepenuh hati dan kaya akan ajaran dan nilai-nilai patriotisme. Berbagai penelitian menunjukkan adanya relasi yang searah antara Islam dan Patriotisme yang secara konsepnya keduanya sama-sama sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan. Penggabungan antara ajaran agama dan nilai-nilai kebangsaan utamanya patriotisme merupakan hal yang sangat penting untuk diimplementasikan dalam pendidikan agar dapat membentuk dan menguatkan sikap Patriotisme. 

Dalam konsep kebudayaan, Islam beranggapan bahwa bersuku dan berbangsa adalah sesuatu yang wajar, karena adanya seseorang dalam tiap suku maupun budaya tidaklah membuat orang tersebut lebih mulia daripada yang lain, hal ini sesuai dengan firman Allah swt., dalam al-Qur’an Surah al-Hujurat/49: 13 berikut:

Terjemahnya:

 “Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti”. (Qs. Al-Hujurat/49:13).

            Allah swt., menurunkan ayat ini untuk mencegah umat manusia membanggakan nasab, mengunggulkan harta serta menghina orang-orang yang berada dibawah mereka, akan tetapi justru sebaliknya Allah swt., memerintahkan kepada manusia agar saling mengenal dan memahami, bukan saling mengejek, menghina, berbuat ingkar dan mengolok-olok sesamanya. Allah swt., juga menjelaskan bahwa semua manusia derajatnya sama dimata-Nya, dan tingkat ketakwaanlah yang menjadi pembedanya. Dari penjelasan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa rasisme, diskriminatif dan masalah kehidupan sosial lainnya bukanlah sikap yang pantas bahkan Allah swt., dan Rasu-Nya pun sangat membenci perbuatan yang demikian.

            Untuk diketahui lebih lanjut pula, semua manusia sejatinya bernilai sama disisi Allah swt., manusia tidak dimuliakan karena suku, bangsa, negara, jabatan, harta yang berlimpah atau apapun melainkan manusia mulia karena ketaqwaannya masing-masing. Melalui surah al-Hujurat/49:13 ini tentu saja kita sudah dapat meresapi makna kebhinekaan serta berbagai problem yang berada di dalamnya dapat dihilangkan dalam pengamalan kehidupan sehari-hari. Kemudian, dengan kita menghargai dan mencintai perbedaan maka hal itu menandakan jiwa Patriotisme yang menguat hingga diaharapkan dapat mencintai bangsa dan negera kita yaitu Indonesia.

Tim Web Asrama Athirah Baruga

Previous PostKegiatan Senin pagi di TK Islam Athirah Bukit Baruga bertajuk upacara bendera
Next PostDengan Gerakan Literasi Digital Siswa SMP Islam Athirah 1 Makassar Tingkatkan Kecerdasan dalam Bermedia Sosial