Perintah Khusus

Author :

Bayangkan Anda dipanggil Presiden. Harus menghadap langsung di Istana Negara sendirian. Tidak ada yang menemani karena Anda menjadi tamu yang sangat istimewa.

Untuk memastikan perjalanan aman dan lancar dari tempat asal ke istana, maka Anda dijemput dengan kendaraan khusus dan dikawal oleh pejabat yang sangat dekat dengan Presiden. 

Tidak hanya itu. Dalam perjalanan sebelum bertemu Presiden Anda terlebih dahulu bertemu dengan orang-orang yang sebelumnya pernah mendapat tugas khusus dari Presiden. Mereka adalah orang-orang pilihan dan  menempati posisi khusus di mata Presiden. Ternyata tidak hanya bertemu. Juga ada upacara bersama dan Anda ditunjuk sebagai pemimpin upacara.

Setelah itu berangkatlah Anda menuju istana Presiden dengan kendaraan khusus dan ditemani pejabat spesial. Dalam perjalanan Anda menyaksikan banyak pemandangan dan kejadian yang menarik dan istimewa yang membuat Anda penasaran. Pejabat tersebut menjadi tour guide yang menjelaskan segala pertanyaan Anda. 

Sampai akhirnya tibalah Anda di gerbang istana. Anda harus masuk sendirian karena area itu tidak bisa dimasuki oleh sembarangan orang. Anda masuk dengan tenang. Diterima oleh Presiden. Pada pertemuan itu Presiden menyampaikan sebuah perintah. Tentu saja perintah itu sangat spesial karena disampaikan langsung oleh Presiden. Selama ini juga Anda mendapat perintah tapi semua melalui perantara pejabat. Ini perintah yang luar biasa dan harus dijalankan dan dijaga dengan baik sebagai Perintah Khusus. 

Itulah gambaran peristiwa Isra' Mi'raj Rasulullah SAW yang diperingati kejadiannya tiap tanggal 27 Rajab. Peristiwa yang diceritakan khusus di dalam Al Quran pada awal surat Al Isra'. Allah telah memperjalankan Rasulullah dari Masjidil Haram Mekkah ke Masjidil Aqsha di Palestina. Jarak sejauh 1239 km. Bukan hanya itu, dari masjidil Aqsha naik ke Sidratul Muntaha langit ke tujuh. Jaraknya tidak bisa dihitung karena sangat jauh. Seluruh perjalanan hanya berlangsung semalam. Sebuah perjalanan istimewa yang di luar akal manusia. Maka Allah pun mengawalinya dengan kata "Maha Suci  Allah yang telah memperjalankan hambaNya...".

Apa Perintah Khusus yang Allah sampaikan melalui perjalanan istimewa tersebut? Itulah perintah shalat 5 waktu. Ada banyak perintah Allah seperti puasa, zakat, haji dan lain sebagainya. Semua disampaikan melalui perantaraan Malaikat Jibril. Khusus perintah shalat tidak ada perantara. Harus diterima langsung. 

Itulah keistemewaan perintah shalat. Sebagai perintah istimewa, shalat menjadi amalan yang kelak pertama dihisab oleh Allah sebelum yang lain. Jika shalatnya bagus maka amalan lain akan bagus. Jika shalatnya buruk maka amalan lain juga buruk. 

Apa syarat amalan shalat yang baik? Syarat yang pertama adalah dikerjakan penuh 5 waktu dhuhur, ashar, maghrib, isya dan subuh. Tidak boleh ditinggalkan dalam kondisi apapun. Sehat, sakit, mukim, dalam perjalanan, aman ataupun perang. Tentu saja ada ketentuan khusus dalam keadaan sakit, safar dan perang. Jika sakit bisa shalat sambil duduk atau berbaring bahkan dengan isyarat. Jika safar shalat bisa diqashar dan jamak.

Syarat kedua yaitu dikerjakan sesuai waktu yang ditentukan. Sangat dianjurkan di awal waktu dan bagi laki-laki dikerjakan secara berjamaah di masjid. Shalat berjamaah pahalanya 27 kali lipat daripada shalat sendirian. 

Syarat ketiga yaitu dikerjakan sesuai contoh dan aturan dari Rasulullah dalam hal gerakan, bacaan dan jumlah raka'at.  Tidak boleh ada improvisasi dengan alasan apapun. Shalat subuh tetap harus dua rakaat meskipun masih pagi dan kuat. 

Syarat keempat yaitu dikerjakan dengan khusyu' fokus mengingat Allah saat shalat. Tidak mengingat urusan yang lain. Di sinilah ukuran kualitas shalat. Setiap orang mendapatkan pahala sesuai dengan kadar khusyu'nya. Ada yang penuh, setengah, seperempat, sepersepuluh. Bahkan ada juga yang tidak dapat apa-apa karena selama shalat tidak pernah sadar sedang menghadap Allah.

Mari jaga shalat kita sebagai perintah khusus dari Allah. Kerjakan 5 waktu,  di awal waktu, berjamaah di masjid bagi laki-laki, sesuai contoh Nabi dan usahakan khusyu penuh konsentrasi. Shalat untuk mengingat Allah. Dampaknya menjauhkan kita dari perbuatan keji dan mungkar. Selamat berjuang.

Previous PostTerpapar Omicron
Next PostMengelola Perubahan
ARSIP MESSAGE OF THE DIRECTOR