Meraih Kepercayaan Rakyat

Author :

Acara apa sekarang yang ramai dan mampu mengumpulkan banyak massa? Bukan konser musik atau pertandingan bola. Tapi acara Jalan Sehat dan sejenisnya yang diadakan oleh para calon Presiden dan Wakil Presiden. Contohnya di Makassar pada tanggal 24 September 2023 saat Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar hadir di acara yang diadakan oleh partai Nasdem, PKS, PKB dan Ummat. Dihadiri oleh ratusan ribu massa bahkan konon sampai satu juta orang. 

Sebelumnya 6 Agustus 2023 saat Prabowo hadir di acara Jalan Santai. Juga dihadiri ratusan ribu massa. Apakah banyaknya massa yang hadir saat acara menandakan akan banyak pemilih saat Pilpres? Mari kita lihat dari konsep marketing AIDA yaitu awareness, interest, decision, action.

Tahap pertama yaitu awareness atau perkenalan. Baligho, poster, flyer, juga acara pengumpulan massa tujuannya memperkenalkan diri. Harapannya dikenal oleh publik. Ukurannya saat survey yaitu popularitas. Popularitas tinggi tidak menjamin dipilih oleh rakyat. Tidak menjamin elektabilitas tinggi. Bisa saja popularitas tinggi tapi elektabilitas rendah. 

Apa syarat agar elektabilitas juga tinggi? Mari kita lihat tahap 2 yaitu interest atau ketertarikan. Faktor yang membuat orang tertarik ada tiga aspek yaitu emosional, intelektual dan profesional. Ini sejalan dengan faktor seseorang meraih kepercayaan yaitu care (peduli), can (mampu) dan experience (pengalaman).

Seorang calon Presiden akan menarik jika mampu berempati kepada rakyat. Mampu mengangkat isyu-isyu yang sesuai dengan kebutuhan rakyat. Sejalan dengan penderitaan rakyat. Rakyat akan menilai bahwa calon tersebut peduli (care) dengan mereka. Tapi itu belum cukup. Perlu dikuatkan dengan menunjukkan bahwa secara intelektual memang mampu (can), paham masalah dan punya konsep serta ide untuk menyelesaikan masalah (problem solving). 

Di sinilah pentingnya acara dialog, adu gagasan, debat, tanya  jawab bersama para calon Presiden. Acara yang diadakan oleh Mata Najwa di UGM yang menampilkan ketiga calon Presiden menjadi contoh yang patut ditiru agar rakyat bisa melihat kemampuan para calon. Sebelumnya juga di UI melalui Kuliah Kebangsaan oleh Anies dan Ganjar. Lalu di Unhas pada acara Leaders Talk oleh Anies. Semoga terus berlanjut di kampus lain.

Interest akan semakin kuat jika dikuatkan oleh faktor ketiga yaitu pengalaman (experience). Rakyat akan semakin yakin bahwa gagasan calon Presiden dapat dijalankan karena ada pengalaman sebelumnya pada cakupan yang lebih kecil atau area yang berbeda. Apalagi disertai prestasi dan capaian yang memuaskan.

Tahap ketiga yaitu decision atau keputusan. Logikanya jika interest atau ketertarikan sudah kuat akan memunculkan kepercayaan (trust) sehingga memutuskan untuk memilih. Namun kenyataannya masih ada faktor personal yang menjadi penentu. Personal ini terkait dengan karakter. 

Rakyat akan memilih calon Presiden jika melihat pada kandidat tersebut ada personifikasi dan representasi dari dirinya. Ada unsur rasa, bukan semata logika. Contohnya Jokowi pada tahun 2014 banyak dipilih karena representasinya merakyat dan sederhana. Mewakili mayoritas karakter rakyat Indonesia khususnya di pedesaan.

Tahap kempat yaitu action. Setelah mengenal (awareness), tertarik (interest), dan memutuskan (decision) maka rakyat akan action dengan menetapkan pilihan. Akan lebih bagus jika mereka juga advocate atau mereferensikan ke orang lain. Mengajak orang lain memilih kandidat yang sama. 

Pada akhirnya jangan dilupakan aspek spiritual. Pemilihan Presiden sebagai pemimpin level tertinggi tidak lepas dari takdir dan kuasa Allah. Allah yang memiliki kekuasaan dan memberikan kepada siapa yang dikehendakinya. Oleh karena itu jangan lupa berdo'a memohon petunjuk Allah. Juga kepada para tim sukses, harus senantiasa tawakkal kepada Allah.

Semoga seluruh rangkaian Pilpres 2024 berjalan dengan lancar, jujur dan damai. Dapat menghasilkan Presiden yang dapat dipercaya, terpercaya dan siap menerima kepercayaan atau amanah rakyat. Membawa Indonesia menjadi negeri yang berkah dan dalam ridha Allah. Aamiin.


Previous PostServant Leadership for Rempang
Next PostMengelola Perubahan
ARSIP MESSAGE OF THE DIRECTOR