SD Islam Athirah 1 Makassar Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan Al-Quran Gunakan Metode Ummi
Semangat belajar guru di masa pandemi terus ditingkatkan. Baru-baru ini, SD Islam Athirah 1 Makassar melaksanakan peer teaching bertemakan cara mengajar Metode Ummi level Ghoroibul Qur’an, Selasa (4/8/2021). Kegiatan ini dibawakan oleh Ustadz Mabrur, salah satu pengajar Al-Quran di Unit SD Islam Athirah 1 Makassar. “Tujuan kegiatan ini diadakan supaya semua guru di SD Islam Athirah 1 Makassar bisa memahami tentang tata cara mengajarkan metode Ummi baik kepada keluarganya dan lebih khusus lagi ke siswa-siswi kita yang ada di SD Islam Athirah 1 Makassar,” ucap Jamaluddin, S.Ag.,M.Pd.I, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan saat dimintai keterangan.
Kegiatan ini dibuka dengan motivasi keutamaan mengajar Al-Qur’an oleh Ustad Mabrur. “Jika dalam suatu komunitas, mereka membaca Al-Qur’an dan saling mengajarkan maka mereka akan mendapatkan ketenangan. Allah akan menaungi dengan rahmatnya, dinaungi oleh sayap-sayap malaikat dimana mereka akan didioakan serta Allah sendiri yang menyebut-nyebut namanya,’’ tutur Ustadz Mabrur.
Adapun petunjuk singkat mengajar Ghoroibul Qur’an yaitu guru menjelaskan pokok pelajaran terlebih dahulu, kemudian seluruh murid membaca bersama-sama satu halaman, kemudian secara bergantian setiap murid membaca satu persatu bacaan tadi dengan disimak murid yang lain. Murid boleh melanjutkan ke pokok bahasan berikutnya jika pelajaran sebelumnya benar-benar dikuasai dengan baik. Setelah selesai ghorib dilanjutkan dengan tadarrus Al-Qur’an dengan cara Klasikal Baca Simak.
Setelah sejam sharing, beliau pun memberikan sesi tanya jawab dan sharing mengenai kendala rekan-rekan guru yang baru saja menjadi pengajar tahfiz di tahun ajaran baru ini. Peserta sangat antusias dan mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat membantu mereka dalam mengajar tahfiz.
Ustadz Mabrur juga mengungkapkan suka duka mengajar level ghorib tentunya ada apalagi di masa pandemi ini. Sukanya yaitu anak anak sangat semangat dalam menyetor tugas pelajaran ghorib karena tugasnya dalam bentuk video sehingga mereka bisa saling bersaing dalam menyetor tugas. Adapun tantangannya untuk perbaikan bacaan anak anak baik itu tartil maupun fashohahnya agak sulit karena selama belajar daring semuanya mengandalkan jaringan internet sehingga suara anak anak kadang tidak terdengar baik sehingga kadang sulit menentukan bacaan ananda sudah bagus atau belum. Tetapi belia yakin kendala tersebut bukan suatu masalah namun menjadi penyemangat dalam mengajarkan Al-Qur’an.
Penulis : Rika Rahayu (Tim Web SD Islam Athirah 1 Makassar)

